Jumat, 03 April 2015

Possible 4 Ending

__

“Aku capek tau. Lihat semua adik adik kelas care ke kamu gas!”adu Chelsea pelan.

Bagas menghela nafasnya pelan, “Jadi kamu mau? Backstreet kita udahan?”

Chelsea terdiam.

Langkah cepat ia meninggalkan Bagas dirooftop sekolah.

‘Baru aja baikan, eh udah berantem lagi…’batin lelaki itu.

__

“Kak Chels, kakak dekat sama kak Bagas kan?” lima orang juniornya mendatangi meja Chelsea yang berada di pojok.

Chelsea menggeleng acuh, “Gak tuh”

“Ehm, adik adik. Gak kok. Kak Chelsea deket banget sama kak Bagas. Hampir juga digos—“ Chelsea menginjak kaki Jesslyn. Iris matanya memicing menusuk mata Jesslyn.

“Memangnya kalian ada perlu apa nanya ke Chelsea?”Tanya Sheryl.

Satu diantaranya menjawab, “kita udah gak dibolehin ke area basket lagi. Gara gara ada salah satu fans kak Bagas, junior kakak, rusuh disana. Jadi udah ada peringatan keras bagi setiap junior. Nah, kita boleh titip sesuatu ke kak Chelsea gak?”

Ingin sekali chelsea memakan anak tersebut.

“Lo ngomong ke gue yang jelas jelas pacarnya! mau sparing lo?”batin Chelsea.

Chelsea menggeleng, “Gak sempat. Kan bisa waktu pulang gitu…”

“setiap pulang, kita gak bakal ketemu sama kak Bagas kak. Gatau dia dimana, kita udah cari setiap jam sebelum pulang. Susah banget kak…”
Chelsea melencos, “Yah namanya dia pul—“

“pulang? Sama?”

Dengan cepat, kepalanya menggeleng. “Waduh, tugas matematika gue belum siap. Sorry yah!”

Chelsea mengalihkan pandangannya pada adik adik kelas yang ganjen pada doinya tersebut.

___

“Backstreet itu cepat putus loh”

Chelsea membludak. Segera ia mencipratkan air yang tengah diminumnya.

Matanya menusuk iris Tissa. Sahabat gila-nya itu.

“Lo kalo mau balas dendam sama gue, jangan begini caranya. Satu kalimat itu udah bikin gue sakit woy”tukasnya tajam.

Tissa mengangkat bahunya acuh. “kecuali kalo lo udah berani, buka backstreet-an lo itu”

“Gak akan. Lo kira, gue mau mamer-mamerin kayak lo sama Ajil?”

Tissa mengangkat alisnya, “Whatever”

PACARAN YUK

Chelsea menatap tajam layar ponselnya. Pertanyaan gila di ask-nya.
ANON GOBLOK— Agatha Chelsea

“Dasar gile lo”batinnya.

__

“Kak Bagas!! Plis satu kali ini doang. Temenin kita ngerayain Birthday salah satu temen kita…plis plis”tutur salah seorang adik kelas, si ketua idola doi cewek blasteran tersebut.

Mata Chelsea memicing ketika melihat tangan sang doi ditarik paksa oleh beberapa manusia centil itu.

“Woy!”

Chelsea menoleh.

“Lo merhatiin kak Bagas ya?”Tanya Sheryl pelan namun mengintai tajam.

Chelsea menggeleng cepat, “Apaan. Enggak dih. Ngapain juga”tukas Chelsea dan berbalik dari pemandangan sakit itu ;3

Dari kejauhan, iris mata Bagas menangkap sosok yang memang tengah dingin padanya.

Sekali tarik, Bagas berjalan cepat menuju ninja-nya, lalu meninggalkan adik-adik kelasnya tersebut. Tak perduli mereka yang mengejarnya hingga ke jalan raya, dan meneriakinya bak seorang pencuri yang sedang melarikan diri.

Saat mengetahui bahwa junior-nya itu tak mengejarnya lagi, Bagas memarkirkan ninjanya untuk menggunakan ponsel sebentar.

‘Aku udah jalan. Kamu mau sendiri apa ikut aku? Aku disimp. Sekolah agak ke depan sedikit. Jangan marah gr adik kelas td. Nnt aku jelasin. Aku tunggu ya sayang’ ketiknya

___

Hampir dua jam Bagas menunggu cewek tersebut dipersimpangan. Hingga Bagas kayak orang bego disitu. Tak ada satupun balasan dari Chelsea. Iya atau Tidak saja, bisa jadi alasan baginya. Antara mau meninggalkan gadis tersebut atau melanjutkan perjalanannya hingga kerumah. Udah langit mulai redup lagi..

“Lama banget sih. Ck! Pasti marah!”decaknya kesal.

‘Chel, aku ky orang bego tau, disini nunggu… tkutnya ada polisi lagi-_- km gak kasian apa sama aku?  Nanti aku jelasin loh. Kamu mau ditunggu apa pulang sendiri, susah amat sih balasnya. Aku kaya orang begoo loh-__-‘ketiknya lagi.

“Kamu kan emang bego ”

DEG

Bagas memicingkan sorot matanya ketika mendengar suara langkahan sepatu dan suara lembut tapi jelas ,terdengar ditelinganya.

Cewek tersebut masih pura pura fokus pada ponselnya.

“Naik yuk. Udah mau hujan nih”ajak Bagas sambil memakai helm-nya.

Si cewek menggeleng, “aku nungguin taxi aja. Hari ini kamu bebas dari aku”

Bagas menghela nafasnya, “Udah ayo deh. Udah mau hujan loh Chels!”ujarnya sambil mengamit tangan Chelsea.

“apaan sih. Aku mau pulang sendiri”tukasnya.

Bagas menggaruk tekuknya yang tak gatal sama sekali.

“BYURRR”    

Sekali tarik, Bagas membuka jaketnya dan melindungi kepala Chelsea dari hujan yang tiba-tiba datang dengan derasnya.

Chelsea bergetar pelan. Ia mengikuti perintah Bagas agar berteduh sementara di sekitar.

“kamu sih bandel…”imbuh Bagas.

Chelsea menatapnya gusar, “sekali-kali usir kek adik kelas itu. Jangan biarin deket sama kamu. Kamu sih, emang pengen dikejer kan? Tau gak, mata aku nyipit beneran pas lihat tangan kamu ditarik sama junior kampret itu. Dilawan kek, ini malah dibiarin. Dibiarin makin merajalela lah!!”teriak Chelsea mengeluarkan uneg-unegnya.

Bagas mengangguk pelan, “sebentar ya”

Ia mengeluarkan ponselnya dari kantung celana. Dengan cepat ia buka skype—lalu mencari nama Jesslyn.

VIDEO CALL

“Jess, kamu liat kan? Kita berdua pacaran…” Bagas tersenyum berusaha meyakinkan Jesslyn dan Sheryl yang masih berada di sekolah.

Muka raut tak percaya, mau teriak, mau loncat loncat, diekspresikan mereka berdua.

“Kalian berdua pacaran?” mata keduanya membulat.

Chelsea menutup matanya,

‘BRUGH’

Chelsea menjatuhkan ponsel Bagas ke tanah hingga layar-nya retak.

“Beli yang baru tuh!” dengan cepat  Chelsea menerobos deraian air hujan yang menyelimuti kota tersebut.

Bagas terpaku diam. “Ok… “

__

Chelsea terduduk lemas dikasur tidurnya.

“Gara gara gue, ponsel Bagas jadi rusak. Padahal gue mau jelasin ke Jesslyn sama Sheryl. Ah itu udah cocok kali. Biarin aja rusak! Pecah sekalian! Makanya, jangan sok sokan ngEnding-in Backstreet… gaya banget”dumel Chelsea dengan keras.

‘PLAK’

Ntah kenapa, Chelsea ikut membanting ponselnya.

“Gue jadi gak enak…”

Tiba-tiba dia terdiam.

“Ah gue bingung! Gimana besok coba? Jesslyn sama Sheryl pasti udah nggosipin duluan…”

__

Tomorrow

“I’m sorry” Bagas membaca sebuah kertas putih dibangku kelasnya.

Dengan cepat ia memutar lehernya menatap rooftop gedung yang tinggi.

__

“Chelsea pacaran sama kak Bagas”
“Kak Echi udah pacaran…”

“Kak Bagas ganteng gue udah punya pacar….”

“kamfret juga kak Echi -___-“

“Lemperlah! Masa iya?”

“Ajak sparing yuk”

“Op, main -__-“

“Munak juga! Lemper lemper!”

“Gak baik ngosipin orang!! Mamah aku galau………..”

“masa kak Bagas mau sama Chel-engan?”

Mata Chelsea memicing tajam.

“Apa lo bilang?”tanyanya dengan volume keras.

Kerumunan orang tersebut segera bubar ketika sosok lelaki mendatanginya.

“Lihat kan, apa reaksi mereka?”tukas Chelsea.

“So, kita putus?”

Chelsea terdiam. “terserah”

MATI!

Bagas pergi meninggalkannya tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.

__

“Chelsea. Maafin kita. Yang bocorin itu bukan kita berdua, eh bukan kita bertiga ding, tambah Audrey”

Chelsea memalingkan mukanya panas tanpa melirik kedua sahabatnya itu.

“Lo gak laper? Ini kita punya roti kesukaan lo. Mau lemon tea gak? Kita traktir kok”

Chelsea masih tanpa ekspresi.

“lo mau selfie bareng? Sama kita berdua! Gratis…”

Sheryl menyenggol pelan lengan Jesslyn, “Gaje lo ah”

“gue lagi sibuk! Gak punya waktu buat ngurusin orang alay kayak kalian”

Jesslyn dan Sheryl berpandangan.

__

Aneh iya aneh.

Chelsea jalan dilihatin.

Chelsea ikat rambut dilihatin.

Chelsea mengikat tali sepatunya dilihatin.

Mending kalau dilihatin beneran, ini dilihatin sinis sambil mulutnya komat-kamit.

“Ada masalah ya, sama gue?” Entah sejak kapan, Chelsea jadi judes begini sama orang. Apalagi yang namanya adik kelas.

Dua adik kelas yang saling gempetan itu mengacuhkan perkataan seniornya. Mereka langsung nyosor kabur tanpa ada hormatnya pada yang namanya ‘Kakak Kelas’.

“Gue masih punya hati kali. Kalo gak udah gue labrak lo berdua curut!”gumamnya pelan. Ia memicing lagi ketika dua ‘Curut Bablas’ menoleh melihatnya lagi.

“Apa? Mau ngajak sparing nih?”

Lari. Dua curut itu lari!

“Udah siap maki maki adik kelas?”

Tiba tiba seorang laki laki berjambul atas menghampiri ‘Cewek Judes Sehari’ itu yang tengah mengikat tali sepatunya yang bagian kiri.

Chelsea menoleh. Ia hanya mengacuhkan perkataan cowok yang datang padanya itu.

“Ih!” Chelsea meredam rasa amarahnya ketika Bagas menarik ikat rambutnya hingga rambutnya yang tadinya diikat, langsung tergerai menutupi belakang tubuhnya.

Dia memandang punggung lelaki yang membawa ikat rambutnya itu.

“Dasar maling! Beli dong. Ini yang bekas aja mau…”teriaknya kesal.

Bagas yang tadinya berjalan santai langsung menoleh menatapnya.

“Yah terserah aku dong. Suka suka aku”

“Yah suka suka boleh mas. Tapi itu ikat rambut punya saya. Kenapa? Mas gak punya uang? Semuanya diporotin adik kelas?”Tanya Chelsea mengeluarkan uneg-unegnya sebagian.

Bagas kembali menghampirinya lalu menatap wajahnya lekat, tanpa ekspresi. Dekat shit!

.

.

.

.

.

.

‘CUP’

Chelsea membulatkan matanya ketikas Bagas mencium pipi kanannya.

Bukannya lari, Tersangka ‘B’ malah diam ditempat. Masih senyum menatapnya.

Chelsea masih diam ditempat. Tidak tau apa yang harus dilakukannya..

Mata cewek blasteran itu memicing ke arah kanan. Memberi kode agar Bagas pergi duluan sebelum rombongan adik kelas mendatanginya dan menuntutnya.

Bagas tau maksud kode ‘Tuyul Cemburuan-nya’ itu. Tapi dia masih diam. Bibirnya membentuk lekuk sepanjang pipinya. Senyuman hangat.

Pas sudah.

Rombongan adik kelas, tak luput kakak kelas, dan Jesslyn serta Sheryl plus Audrey mengerumuni mereka.

Para anak Basket senior, pada menepuk pundak ‘Koko Sayang’ yang berasa diPHP-in juniornya itu.

Jesslyn, Sheryl, dan Audrey sibuk mengeluarkan ponsel dan memotret kejadian yang belum ada yang merekamnya tadi.

Adik kelas diam, saling menelan ludah masing masing.

Chelsea menutup matanya. Gue belum siap jadi artis batinnya.

Bagas tertawa sendiri melihat aksinya tadi hingga menimbulkan para fans datang berhamburan.

“Nih… mau dipakein apa make sendiri?”Tanya cowok basket sambil menyodorkan ikat rambut Chelsea tadi.

Dengan gemetaran Chelsea langsung mengambil ikat rambutnya tadi.

Bagas memberi kode, Chelsea yang masih diam ditempat tak berani berkata sepatah katapun.

Dengan cepat Bagas mengambil ikat rambut tersebut yang tadinya masih ditangan Chelsea, langsung mengikat rambut perempuannya itu sendiri tanpa aba-aba.

Chelsea berbalik agar Bagas bisa mengikat rambutnya.

Saat berbalik itulah, Mata Chelsea pas bertemu dengan si KOKO galau. Serangannya, menutup mata.

“Hari ini, kita berdua jadi raja ratu semalam”bisik Bagas pelan. Kemudian ia lari pergi.

Mata Chelsea masih setia memandang punggungnya. Dan tebakannya tepat sasaran. Cowok yang sedikit kamfret itu naik ke roftoop sekolah.

Semua kerumunan hendak mengikuti kemana itu  tersangka itu pergi, namun Difa sudah bersiaga ditempat. Dengan bantuan Bastian, serta sogokan ke Jesslyn , Sheryl serta Audrey. Mereka aman.

“Mulai sekarang, kita berdua ngaku. Kalo kami berdua, emang udah pacaran.  Kami berdua udah siap ng-endingin backstreet kami, dan perlu kalian tau, cewek gue itu cemburuan, jadi bagi adik kelas yang ingin berurusan sama gue, harap lapor sama dia dulu. Oke! It’s not imposibble, but It’s possible”teriak Bagas dari atas lantai sekolah menatap mata si cewek dari jauh.

Tanpa sadar, Chelsea merekahkan senyumannya, membalas tatapan cowok nekad yang amat dicintainya itu.

“I love you…”teriak Chelsea mendongakkan kepalanya melirik Bagas.

“I love you too” Bagas menurunkan 2 balon berwarna maroon-biru yang berbentuk hati dari atas lantai serta setangkai mawar merah.

“Thankyou dear” Matanya berkedip sebelah.

Dan gak ada lagi yang namanya, Backstreet! Possible….

The End—

___

Thankyou yg udah bersedia nunggu dan nagih ini tjuyy.-. maap endingnya ancurr parah :v karena otak gue lg bengkak -____- taudeh. Hahahk makasih banget yaaa! salam Jolar bin Jones.-..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar