Possible 1
Author: Alya Nirmala
***
'Backstreet
itu bikin mati !'
Cewek berearphone di telinganya itu mengerutkan keningnya.
'Backstreet itu bikin mati !' Itulah kata kata yang muncul di
beranda twitternya.
Tweet dari salah satu followersnya , sampai sampai dia kena
notification.
@Neakiranha
@AgathaChelsea18
Backstreet itu bikin mati kan Chels ?
Chelsea geleng geleng kepala sendiri. Tangannya mulai menari
diatas layar IPhonenya.
@AgathaChelsea18
Gak
sampe mati juga kali ka haha RT"@Neakiranha: @AgathaChelsea18 Backstreet
itu bikin mati kan Chels?"
Cewek cantik akut itu melepas earphonenya. Tangannya mulai
bergerak diatas meja kesayangannya.
'Backstreet itu bikin mati'
Backstreet?
Seperti dia dengan---
***
Cowok berjambul atas itu sedang berdiri di roftoop lantai paling
atas sekolah. Ia berdiri dan badannya menghadap ke arah luar. Di genggamannya
ada sebuah kotak makan kecil dan sebotol aqua kecil yang diselip. Kelihatannya
dan memang benar dia tengah menunggu seseorang.
"Maaf lama ya Gas" Dengan sempoyongan seorang gadis
datang dengan nafas tersegal segal.
Cowok yang dipanggil 'Gas' itu menoleh dan langsung menyodorkan
aqua kecil yang tadi dipegangnya.
Chelsea --Cewek tadi-- langsung menautkan kedua alisnya.
"bukannya kamu lagi marah sama aku?"tanya cewek itu
spontan.
"Minum aja dulu, kamu pasti capek kan?"
Berbeda 180 derajat dari
kemarin pikir Chelsea
"Eng-- iya deh." Dengan sedikit gemetar, Chelsea mulai
mengambil alih botol tersebut.
Setelah meneguk beberapa kali, Chelsea menatap si cowok yang
berada di depannya.
"Itu kotak makan dari siapa? adik kelas ya?"terka
Chelsea. Senyumnya mulai jadi sinis.
Bagas menggeleng,
"Chels, kamu kok jadi gitu sih? Suka salah paham deh.
“tutur Bagas seadanya sambil melirik iris mata pacarnya itu.
Chelsea membuang mukanya ketika melihat wajah cowok yang kini
menatapnya seolah olah bermaksud agar mempercayainya.
“Jadi mau kamu gimana?”
Speecless! Chelsea bertanya singkat dengan nada aus.
Bagas menghela nafasnya,
“Ini buat kamu buatan aku
sendiri. Nanti siang aku tunggu kamu jam terakhir, biar kita pulang sama. Udah
ya, takut ada yang lihat. Dah”
Lelaki itu berkata demikian
dengannya. Speechless balik! Kemudian dia pergi meninggalkan si cewek yang diam
pura pura tidak merespon.
Chelsea bergetar sendiri.
Sebuah kotak makan berwarna maroon muda dihadapannya.
Buat aku?
Dia buat sendiri ?
Gak mungkin.
Palingan ada adik kelas yang ngasih dia, terus dikasih balik ke
aku.
Sorry ya…
‘ Tingggg’
Alarm ponselnya berbunyi ‘ 5 minutes again’
Chelsea emang begitu.
Maksud dari ‘Lima menit lagi’ adalah waktu yang terpakai untuk menanti habisnya
waktu Istirahat. Tiga menit sekitaran, ia akan turun dari lantai lalu dua menit
sebelum bell berbunyi, dia sudah berada di bawah.
Dan antara mereka berdua,
tidak bisa kedua-duanya langsung turun, harus satu persatu. Bagian Rooftop
sekolahnya pasti tidak kedengaran bunyi bell. Dia kan memang terbiasa ke lantai
paling atas untuk bertemu dengan cowoknya itu. Hanya untuk bertemu.
Yah namanya juga Backstreet
AKUT.
Dengan cepat, Chelsea
menarik kotak makan pemberian Bagas itu, dan langsung meluncur ke bawah.
__
“Pak Jojo masih rapat. Jadi
kalian bisa mau ngapain aja dulu. Ada yang mau ngerjain tugas terserah. Tapi
jangan ada yang keluar. Oke!” Teriakan dari Ajil, si ketua kelas, membuat
perhatian seluruh kelas tertuju padanya.
Chelsea tersenyum. Dengan
cepat ia merogoh loker lacinya untuk mengambil kotak makan dari Bagas itu.
Dia mau merasakannya.
Sambil mengamati isinya,
Chelsea mulai beragumen pelan, “Nasi goreng? Bagas mana bisa bikin nasi goreng.
Bikin telur mata sapinya aja kemaren dia ketakutan, takut tangannya kena
percikan minyak. Sekarang? Telurnya kelihatan bagus, biasanya aja dia bikin
kuning telurnya keorak arik, ini kelihatan cukup rapi. Dan kelihatan kalo ini—“
Satu suap.
JLEB!
Chelse terkikik pelan,
“Chels lo lagi makan? Dih,
makan nasi goreng. Tumben amat…”
“Asinn pedess tolonggggggg”
Chelsea segera mengambil
air di tupperwarenya.
Cewek yang disampingnya
mengernyitkan dahi.
“Mana sih? Asin? Biasanya
lo pinter bikin nasi goreng. Terus katanya elo anti cabe, gimana sih?”gumaman
Jesslyn –temennya tadi— sambil akan menyuapkan nasi goreng tersebut.
“Eh! Gak boleh!” Kilatan
mata Chelsea dan gerakan tangannya menarik kembali sendok yang akan disuapkan
Jesslyn ke mulutnya, membuat si cewek seangkatan Chinnesenya itu tergiur dahi.
“Katanya asin terus pedes,
berarti gak enak dong. Sini biar gue rasain, mana tau lidah lo lagi kelainan.
Lagian ganjil banget, kok bisa ya, lo yang biasanya jago buat bikin nasi goreng
tiba tiba ke asinan dan kepedesan sama masakan sendiri. Eh btw ini buatan lo
apa dikasih CA? Atau jangan jangan dikasih ko Clement ya?”terka Jesslyn.
Chelsea menggeleng cepat.
“jangan pernah lo makan nasi goreng ini! Ini Cuma buat gue! Udah sana! Rusuhin
Audrey sama Cheryl! Hush~”usirnya halus.
Jesslyn mengerucutkan
bibirnya, “Cie dari ko Clement Cie… Bilangin Bagas ah, Cie fanbase Couplenya
sama Bagas udah 1 tahun lebih Cie…”ledek Jesslyn sambil ngacir menjauhi
Chelsea.
Chelsea mendelikkan matanya
dengan tajam, “Bukan dari koko, tapi dari Kunti kesayangan gue, Haha” batinnya.
Melihat situasi yang aman,
dia mulai kembali membuka kotak makan yang benar benar buatan pacarnya itu.
“Bagas udah mencoba buat
jujur. Ini emang nasi goreng paling gak enak sedunia, udah asin, apalagi pedes
banget lagi. Tapi gak papa, ini real buatan dia, dan dia udah berusaha buat GAK
dingin dinginan sama kamu Chelsea! Harusnya kamu bangga punya dia!”bisik
batinnya.
Senyumannya merekah manis
dan tangannya mulai menggerakkan sendok untuk mencoba kembali nasi goreng
tersebut. Sedikit rasa pedas dan asin itu terkalahkan oleh rasa sayang darinya
untuk cewek bawelnya itu.
‘ILY♥ Thanks yaaa…’ tweetnya sekarang.
__
“Chels, kita duluan ya.
Nebeng sama Audrey, HAHA. Lo gak mau ikutan nih?”tawar Jesslyn.
Chelsea yang tengah berdiri
menunggu someone, langsung menggeleng.
“Biasa, dia emang biasa kan,
pulang lama. Alesannya nunggu jemputan, tapi taunya ntar nungguin koko pip pip
lagi, wkwk”ledek Audrey.
Chelsea mengerucutkan
bibirnya, “Audrey papa bilang jangan pulang lama, kalo ada acara sama temen
izin dulu pulang ke rumah. Kalo gak suruh temen kamu kesini, cepet ya
pulangnya”ledek Chelsea balik sambil memeragakan kalimat yang hampir tiap kali
diucapkan oleh papa Audrey ayah dari temannya itu.
Jesslyn dan Cheryl tertawa.
“Lagian koko udah pulang”
Cheryl nyembul.
Chelsea tertawa puas,
“Thanks your information Cheryl, Xie Xie♥ HAHA”tawa Chelsea.
Audrey mengerucutkan
bibirnya, “Udah deh, kita pulang duluan yah. Bye bye cipit♥”ujar Audrey.
Diikuti Jesslyn dan Cheryl.
Chelsea melambaikan
tangannya pada ketiga temannya itu. “Bye tiga sipitt♥”
Dia tersenyum ketika mobil
yang membawa ketika temannya itu telah meninggalkannya.
‘Brem bremm’
Chelsea tersenyum ketika
melihat sebuah ninja putih berhenti di depannya. Sambil membuka helm, si cowok
tersenyum menatap gadis itu.
“Makasih nasi gorengnya.
Enak banget loh!”puji Chelsea sambil tersenyum manis dan naik ke ninja
tersebut.
“Makasih ledekannya yah.
HAHA”tawa Bagas.
“Gak ada hadiahnya gitu?
Dipeluk kek”gumam Bagas pelan.
Chelsea tertawa, “No No No
!”Matanya berkedip sebelah.
“Udah sepi nih, ke kedai
kopi biasa yuk, kamu mau gak? Aku traktirin nih”tawar Chelsea.
Bagas kelihatannya tengah
berpikir, “mau gak yaah?”
Chelsea memasang muka
jutek, “udah deh, gak jadi”
“Iya iya. Apasih yang
enggak buat kamu? HAHA” Sepasang kekasih itu pergi meninggalkan sekolah dengan
predikat selalu yang terakhir. Alasan:
Backstrett♥♥♥♥♥
___
Tidak ada komentar:
Posting Komentar