Kamis, 02 April 2015

Possible 1

Possible 1

Author: Alya Nirmala


***

'Backstreet itu bikin mati !'

Cewek berearphone di telinganya itu mengerutkan keningnya.

'Backstreet itu bikin mati !' Itulah kata kata yang muncul di beranda twitternya.
Tweet dari salah satu followersnya , sampai sampai dia kena notification.

@Neakiranha
@AgathaChelsea18 Backstreet itu bikin mati kan Chels ?

Chelsea geleng geleng kepala sendiri. Tangannya mulai menari diatas layar IPhonenya.

@AgathaChelsea18
Gak sampe mati juga kali ka haha RT"@Neakiranha: @AgathaChelsea18 Backstreet itu bikin mati kan Chels?"

Cewek cantik akut itu melepas earphonenya. Tangannya mulai bergerak diatas meja kesayangannya.

'Backstreet itu bikin mati'

Backstreet?

Seperti dia dengan---

***

Cowok berjambul atas itu sedang berdiri di roftoop lantai paling atas sekolah. Ia berdiri dan badannya menghadap ke arah luar. Di genggamannya ada sebuah kotak makan kecil dan sebotol aqua kecil yang diselip. Kelihatannya dan memang benar dia tengah menunggu seseorang.

"Maaf lama ya Gas" Dengan sempoyongan seorang gadis datang dengan nafas tersegal segal.

Cowok yang dipanggil 'Gas' itu menoleh dan langsung menyodorkan aqua kecil yang tadi dipegangnya.

Chelsea --Cewek tadi-- langsung menautkan kedua alisnya.

"bukannya kamu lagi marah sama aku?"tanya cewek itu spontan.

"Minum aja dulu, kamu pasti capek kan?"

Berbeda 180 derajat dari kemarin pikir Chelsea

"Eng-- iya deh." Dengan sedikit gemetar, Chelsea mulai mengambil alih botol tersebut.
Setelah meneguk beberapa kali, Chelsea menatap si cowok yang berada di depannya.

"Itu kotak makan dari siapa? adik kelas ya?"terka Chelsea. Senyumnya mulai jadi sinis.

Bagas menggeleng, 
"Chels, kamu kok jadi gitu sih? Suka salah paham deh. “tutur Bagas seadanya sambil melirik iris mata pacarnya itu.

Chelsea membuang mukanya ketika melihat wajah cowok yang kini menatapnya seolah olah bermaksud agar mempercayainya.

“Jadi mau kamu gimana?” Speecless! Chelsea bertanya singkat dengan nada aus.

Bagas menghela nafasnya,
“Ini buat kamu buatan aku sendiri. Nanti siang aku tunggu kamu jam terakhir, biar kita pulang sama. Udah ya, takut ada yang lihat. Dah”

Lelaki itu berkata demikian dengannya. Speechless balik! Kemudian dia pergi meninggalkan si cewek yang diam pura pura tidak merespon.

Chelsea bergetar sendiri. Sebuah kotak makan berwarna maroon muda dihadapannya.

Buat aku?
Dia buat sendiri ?
Gak mungkin.
Palingan ada adik kelas yang ngasih dia, terus dikasih balik ke aku.
Sorry ya…

‘ Tingggg’
Alarm ponselnya berbunyi ‘ 5 minutes again’

Chelsea emang begitu. Maksud dari ‘Lima menit lagi’ adalah waktu yang terpakai untuk menanti habisnya waktu Istirahat. Tiga menit sekitaran, ia akan turun dari lantai lalu dua menit sebelum bell berbunyi, dia sudah berada di bawah.

Dan antara mereka berdua, tidak bisa kedua-duanya langsung turun, harus satu persatu. Bagian Rooftop sekolahnya pasti tidak kedengaran bunyi bell. Dia kan memang terbiasa ke lantai paling atas untuk bertemu dengan cowoknya itu. Hanya untuk bertemu.

Yah namanya juga Backstreet AKUT.

Dengan cepat, Chelsea menarik kotak makan pemberian Bagas itu, dan langsung meluncur ke bawah.

__

“Pak Jojo masih rapat. Jadi kalian bisa mau ngapain aja dulu. Ada yang mau ngerjain tugas terserah. Tapi jangan ada yang keluar. Oke!” Teriakan dari Ajil, si ketua kelas, membuat perhatian seluruh kelas tertuju padanya.
Chelsea tersenyum. Dengan cepat ia merogoh loker lacinya untuk mengambil kotak makan dari Bagas itu.
Dia mau merasakannya.

Sambil mengamati isinya, Chelsea mulai beragumen pelan, “Nasi goreng? Bagas mana bisa bikin nasi goreng. Bikin telur mata sapinya aja kemaren dia ketakutan, takut tangannya kena percikan minyak. Sekarang? Telurnya kelihatan bagus, biasanya aja dia bikin kuning telurnya keorak arik, ini kelihatan cukup rapi. Dan kelihatan kalo ini—“
Satu suap.

JLEB!

Chelse terkikik pelan,

“Chels lo lagi makan? Dih, makan nasi goreng. Tumben amat…”

“Asinn pedess tolonggggggg”

Chelsea segera mengambil air di tupperwarenya.

Cewek yang disampingnya mengernyitkan dahi.
“Mana sih? Asin? Biasanya lo pinter bikin nasi goreng. Terus katanya elo anti cabe, gimana sih?”gumaman Jesslyn –temennya tadi— sambil akan menyuapkan nasi goreng tersebut.

“Eh! Gak boleh!” Kilatan mata Chelsea dan gerakan tangannya menarik kembali sendok yang akan disuapkan Jesslyn ke mulutnya, membuat si cewek seangkatan Chinnesenya itu tergiur dahi.

“Katanya asin terus pedes, berarti gak enak dong. Sini biar gue rasain, mana tau lidah lo lagi kelainan. Lagian ganjil banget, kok bisa ya, lo yang biasanya jago buat bikin nasi goreng tiba tiba ke asinan dan kepedesan sama masakan sendiri. Eh btw ini buatan lo apa dikasih CA? Atau jangan jangan dikasih ko Clement ya?”terka Jesslyn.

Chelsea menggeleng cepat. “jangan pernah lo makan nasi goreng ini! Ini Cuma buat gue! Udah sana! Rusuhin Audrey sama Cheryl! Hush~”usirnya halus.

Jesslyn mengerucutkan bibirnya, “Cie dari ko Clement Cie… Bilangin Bagas ah, Cie fanbase Couplenya sama Bagas udah 1 tahun lebih Cie…”ledek Jesslyn sambil ngacir menjauhi Chelsea.

Chelsea mendelikkan matanya dengan tajam, “Bukan dari koko, tapi dari Kunti kesayangan gue, Haha” batinnya.

Melihat situasi yang aman, dia mulai kembali membuka kotak makan yang benar benar buatan pacarnya itu.

“Bagas udah mencoba buat jujur. Ini emang nasi goreng paling gak enak sedunia, udah asin, apalagi pedes banget lagi. Tapi gak papa, ini real buatan dia, dan dia udah berusaha buat GAK dingin dinginan sama kamu Chelsea! Harusnya kamu bangga punya dia!”bisik batinnya.

Senyumannya merekah manis dan tangannya mulai menggerakkan sendok untuk mencoba kembali nasi goreng tersebut. Sedikit rasa pedas dan asin itu terkalahkan oleh rasa sayang darinya untuk cewek bawelnya itu.

‘ILY♥ Thanks yaaa…’ tweetnya sekarang.
__

“Chels, kita duluan ya. Nebeng sama Audrey, HAHA. Lo gak mau ikutan nih?”tawar Jesslyn.
Chelsea yang tengah berdiri menunggu someone, langsung menggeleng.

“Biasa, dia emang biasa kan, pulang lama. Alesannya nunggu jemputan, tapi taunya ntar nungguin koko pip pip lagi, wkwk”ledek Audrey.

Chelsea mengerucutkan bibirnya, “Audrey papa bilang jangan pulang lama, kalo ada acara sama temen izin dulu pulang ke rumah. Kalo gak suruh temen kamu kesini, cepet ya pulangnya”ledek Chelsea balik sambil memeragakan kalimat yang hampir tiap kali diucapkan oleh papa Audrey ayah dari temannya itu.

Jesslyn dan Cheryl tertawa.
“Lagian koko udah pulang” Cheryl nyembul.

Chelsea tertawa puas, “Thanks your information Cheryl, Xie Xie♥ HAHA”tawa Chelsea.

Audrey mengerucutkan bibirnya, “Udah deh, kita pulang duluan yah. Bye bye cipit♥”ujar Audrey. Diikuti Jesslyn dan Cheryl.

Chelsea melambaikan tangannya pada ketiga temannya itu. “Bye tiga sipitt♥”

Dia tersenyum ketika mobil yang membawa ketika temannya itu telah meninggalkannya.

‘Brem bremm’

Chelsea tersenyum ketika melihat sebuah ninja putih berhenti di depannya. Sambil membuka helm, si cowok tersenyum menatap gadis itu.

“Makasih nasi gorengnya. Enak banget loh!”puji Chelsea sambil tersenyum manis dan naik ke ninja tersebut.

“Makasih ledekannya yah. HAHA”tawa Bagas.

“Gak ada hadiahnya gitu? Dipeluk kek”gumam Bagas pelan.

Chelsea tertawa, “No No No !”Matanya berkedip sebelah.

“Udah sepi nih, ke kedai kopi biasa yuk, kamu mau gak? Aku traktirin nih”tawar Chelsea.

Bagas kelihatannya tengah berpikir, “mau gak yaah?”

Chelsea memasang muka jutek, “udah deh, gak jadi”

“Iya iya. Apasih yang enggak buat kamu? HAHA” Sepasang kekasih itu pergi meninggalkan sekolah dengan predikat selalu yang terakhir.  Alasan:

Backstrett♥♥♥♥♥

___


Tidak ada komentar:

Posting Komentar