Rabu, 05 Agustus 2015

See You Again #1



Lets share your story, ^^



Author By :
Alya Nirmala Jambak

Daftar Pemain :    

Michelle
“ Pada satu orang, yang dengan mudahnya datang dan pergi begitu saja”

Clara
“Tidak kah kau rasa, bagaimana relung ini tertahan. Akan tetapi sesuatu melarangku. Mengucapkannya dengan mudah tetapi berusaha untuk itu perlu waktu seribu tahun”

Calista
“Merelakan apa yang seharusnya bukan untuk diraih. Sulit dan isi hati kita yang sama”

Diandra
“Siapkah ku untuk jatuh lagi?”

Ashilla
“Dia adalah dia. Tanpa alasan yang memihak, dan dia memang dia”

Alza
“Sesakit apapun itu, tak akan berarti mengigat pengorbanan terlalu berarti. Namun maksud awal yang sudah merayapi isi, akan tertawa juga. Bodoh itu pelajaran mulanya. Tunggu saja dia hati kecilmu berkata”
DSYERA : ‘Love is hurt and need full heart’


Need prays from you, big love from me. From us, D’SYERA. That’s our story. Lets share your story!
Delima, Sherin, Yemima. Elizabeth, Ruth, Alya.



Thursday, 23 Juli 2015
Alya Nirmala Jambak


-----

Bagian pertama

“Cla, kalau kita suka sama cowok. Itu salah nggak sih?”

Clara mendelik mendengar pertanyaan yang dilontarkan kembarannya. Yang tidak ada hujan, tidak ada terik, tiba-tiba ia bertanya begitu. Tertebak sudah mengapa perempuan yang dianggapnya adik itu akhir akhir ini memang suka bertingkah aneh. Sadarkah, mereka adalah dua orang muslimah?

“kenapa kamu nanya begitu?”

Bukannya menjawab, Clara memberi penegasan dengan lirikan tajam dan kedua alisnya ikut naik. Tidak layak seorang muslimah begitu. Apalagi mereka adalah senior organisasi ROHIS disekolahnya.
“ya nggak papa. Cuma pengen nanya aja” Sesumringah apapun senyum Alza tak menyurutkan introgasi tajam dari Clara.

“kamu yang dulu ngajak aku ikut ROHIS. Kamu dulu yang ngajak aku supaya berjilbab kemana aja. Kamu dulu yang nyemangatin aku supaya nggak terlalu larut dalam urusan cowo. Sekarang, aku udah berubah. Aku udah ikutin kamu. Kenapa kamu balik nanya begitu sama aku. Secara usia memang aku yang lebih tua dibanding kamu, tetapi menurut aku, kamu yang lebih mencolok ilmu agama daripada aku. Kamu ini kenapa? Jatuh cinta?”penuturan Clara seolah olah menyudutkan ketika mensodori pertanyaan tadi.  Alza merasa salah ketika mulutnya menanyakan hal itu. Dan haruskah ia dicurigai oleh kembaran sendiri?

“aku khilaf Cla”

Fokus Clara seketika buyar ketika dua orang perempuan mendatangi mereka yang tengah duduk dibangku sekolahan yang sudah sepi.

“Di sama Calista mana?”tanya Alza. Sengaja megalihkan pertanyaan dan pemikiran lebih lanjut Clara.

“Diandra masih disuruh bantuin ma’am Hilda. Calista lagi nyatet roster terus adaain kebersihan sama teman sekelasnya. So kita cabut duluan katanya. Ye capcus!”tutur Ashilla. Wajahnya riang menyambut kepulangan sekolah. Dengan ini dia bisa bebas bermain laptopnya. Suatu kebiasaan baru bagi seorang Shisil.

“ Yaudah, yok capcus!”

Mereka berempat berjalan keluar sekolah. Sedikit hati terganjal dibenak Clara, masih belum puasnya ia bertanya langsung pada Alza. Di dalam hati Alza, ia berharap Clara melupakan pertanyaannya tadi.
Setiba digerbang sekolah, mereka berhenti. Seorang pemuda sebaya keempatnya menghampiri dengan helm yang terpampang menutupi wajah dan kepalanya.

“Chelle, pulang bareng yuk?”

Alza, Clara, Shisil melirik keduanya. Boy dan Michelle. Apa maksud gerangan mendatangi keempatnya?

“Em-“ Yang diajak terlihat gugup tak tau mau menjawab apa. Yang lain menatap datar lelaki itu.
Seolah meminta pendapat ketiga sahabatnya, Michelle mencondongkan dagunya. Tentu saja langsung mendapat respon balik dari Shisil.

“Btw sorry banget. Kita berempat mau pulang bareng. Ada sesuatu yang harus dikerjain, dan itu penting”jawab Shisil datar.

Michelle ikut mengiyakan. Mengikut pula Alza dan Clara. Menolak secara halus.
Boy terlihat menunduk. Lalu mengangguk tersenyum, “kapan kapan boleh dong?”tanyanya tak menyerah.

“Maybe”balas Chelle singkat.

Lelaki itu tersenyum simpul lalu meninggalkan keempatnya. Ia menaiki motor yang terparkir tak jauh dari lokasi mereka. Kemudian pergi dengan menganggukkan kepala.
“Kok tumben lo jawab halus gitu Shil? Biasanya lo kompakan sama Di ngasarin tuh cowok. Gak kalah mental kan?”canda Alza.

Shisil menggeleng cepat. Menangkis penuturan Alza, “nggaklah. Malaikat baru turun dekat gue. Tilutiliu”

Ketiganya tertawa kecil. Sampai tiba sebuah taksi, Clara menyetop.
“gue sama Alza duluan ya? Dah!”imbuhnya.  Alza melambaikan tangan kanannya memberi pamit pada kedua temannya.

Michelle dan Ashilla membalas senyum lalu mengangguk. Tak lama kemudian jemputan Ashilla datang. Dan selang lima detik, sebuah taksi kosong menjemput Michelle.

***

‘Tlengneng’

Line

Jsnrn : Selamat tidur, mimpi  yang indah buat adders sy. Mimpiin saya yah:D Gdnght! ^^

Ashilla teriak meloncat ketika OA itu memberi kata-kata hangat untuk addersnya.

JSNRN. Id linenya itu, dan display namenya juga. Yang iya tau, mengikut trend line saat ini. OA itu punya salah satu kakak kelas disekolahnya yang kini sebagai gitaris band terkenal. Dia sebenarnya tidak tau, dan ‘jsnrn’ itu memang sosok misterius bagi addersnya.

JSNRN itu jago main gitar. Suka memberi kalimat baper. Walau bukan Cuma untuknya. Shisil sengaja masih merahasiakan tentang OfficialAccount ini dari sahabat sahabatnya, ia takut, saingannya nambah.

‘Tlengneng’

Line

Jsnrn : Happy10K adders. Yah pasti sy seneng. Buat gift malam ini, sy bakal ngeshare chord gitar lagu ‘Bruno Mars – Just the way you’re’ cek TL yuk:) selamat menikmati

 Shisil langsung bergerak cepat membuka timeline ‘JSNRN’ itu. Lalu menemukan video chord gitar indah darinya. Meski hitam semua, hanya lagu yang berbunyi, tak menyurutkan semangatnya.         
Senyum tak bisa  digambarkan lagi bagi seorang Ashilla Jenata. Bantal bantal dan guling sudah berserakan dibawah lantai. Ponselnya terbawa ombang loncatan kerasnya.

Dengan cepat ia membuka chat group ‘Bukan Anak Baper’ lalu ngesharenya to chatt.

***

< chatt group ‘Bukan Anak Baper’ >

Diandrahub : keren njuy! Siapa tuh?

Michellee : mancay yah

Alzsya : cakep cakep., btw siapa shil?

Calistah : lumayan shil

Shillashil : cowo gue. Aww makasih makasih!

Michellee : just the way u’re buat *blankblank*

Diandrahub : jgn bilang buat boy chele, eoh

Michellee : selaw di haha

Alzsya : siapa sih itu, kepoo

Calistah : pp gue hahah

Shillashil : masa pp lo -.-

Diandrahub : Clara mana? Tumben gak nongol tuh anak

Calistah : tanya sama twinsnya #nyekekalz

Alzsya : lagi ngerjain tugas. Tugas dia numpuk kasian bgt wkwk #baruliatcla #givecalistmouseracun #digorokemaknya

Shillasil : give me ‘c’ give me ‘l’ give me ‘a’ give me ‘r’ give me ‘a’ gogo clara!!! #minumjuscabeijo

Michellee : cemangad clara#nyipitinmata #tahannapas #buang #tahanlagi #tahan!

Diandrahub : kami mendukung mu clara, atas segenap bangsa Indonesia #bunuhAlz #twinsgakbae #jahad #bantuinsono #barbiemautidur #sleepingbeauty hahahk

Shillasil : dd kecil cie dii.  Kita siapa? Anak baper. Tidur jam berapa? Jam 3 malem!! #deklamasi

Alzsya : sorry gue ga jam 3 malem

Calistah : jam 5 subuh ye ciee alz bhk

Clasy : hai teman teman #ciumatuatu #pelukduadua #seretigaiga #cekekempatempat

Alzsya : hi twins, bb lu!

Shillasil : hi cla, kerjain tugas gue dong jg

Diandrahub : akkhirnya dtg juga lu

Calistah : cie rajin

Michellee : tidur sanah kamo

Clasy : apa salah aku sih teman #hayati #lelah

Alzsya : gentian, dd Barbie mau bobo. Bye #cip #ok

Michellee : najis anakRohis begitu eoh

Alzsya : jgn negative kamu, itu mau nulis sip ok. Jauhkan suudzon kamu nak

Shillasil : bhakkaka

Calistah : cini mami peyuk kamu chelle

Diandrahub : Barbie juga ah, mwah. #sleepingbeauty #cip #ok

Clasy : bhk-,- tidur aja semua

Alzsya : gjd

Diandrahub : gjd

Clasy : mau tidur juga, papay:D!

Alzsya : jg

Diandrahub : jg

Calistah : jg

Michellee : jg

Shillasil : jg


MWAH!

***

“Geng baper mau lewat. Kasih jalan! Huehehe”teriak Diandra dengan keras. Orang orang dikantin bersorak meledek. Cewe yang gemar mengikat rambut dan doyan bergurau itu tersenyum simpul.

“Kak Di, minta pin dong!”sahut seorang adik kelas. Laki laki pastinya, lumayan mukanya.

“sorry gak ada. Adanya PINdahin hati kamu ke aku!”balas Diandra. Satu kantin bersorak. Bisabisanya kakak kelas godain adik kelas disituasi begini. bhakaka.

Perhatian Alza jatuh ke arah senior 3 disudut kantin yang tengah berkumpul membahas suatu masalah programana ROHIS. Mereka memang biasa meminjam lokasi sudut kantin untuk mengemukakan laporan pimpinan dibawah ustadz Usman.

“lo berdua gak ikutan musyawarah ROHIS?”

Lamunan Alza berkilah ketika Calista berbisik ke arahnya dan Clara.
“sebenarnya itu buat anak kelas 3 atas, sama pimpinan dan struktur atas.”tuturnya.

“tapi kalau kita ikutan juga gak papa. Malu deng”balas Clara. Mereka berempat menatap keduanya.
“yang gue perhatiin, kak Haikal itu kelihatan berwibawa banget ya”bisik Michelle.

Tanpa sadar, Clara dan Alza tersenyum. Mengundang banyak tanya dipikiran keempatnya. “uy, gak boleh katanya”

“Astagfirullah” keduanya meringis.

“yaudah duduk yuk!”

Mereka mencari tempat strategis. Lalu memesan secukupnya.
“JSNRN itu siapa sih shil? Keren banget permainan gitarnya!” Diandra buka suara. Menatap Shisil yang masih fokus dengan  ponselnya.

“secret”jawabnya singkat.

“main rahasia rahasian nih. Males!”tukas Calista. Clara menatap bingung, “JSNRN yang mana? Idie gue gak dikasih tau!!”

“makanya kalo buka chat group scroll dari atas atuh. Semalem sibuk ngerjain tugas sih sok rajin bhakaka”sindir Alza lalu memeletkan lidahnya.

“iya lupa”

‘DRRRTTTT’

Ponsel Calista bergetar.

“iya lah, yang nggak jones. Males dah” kelimanya berdecak sebal diikuti cengiran Calista.

“Stevan bilang, gue mau diajakin jalan!! Yeyyy!”Calista tersenyum kemenangan.

“enak yah kalo pacaran. Kita? Jones semua eoh”ketus Michelle.

“nasiban kita dua. Nunggu apa yang gak tau ditunggu. “Alza Clara berpelukan dramatis.


‘ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH, KEPADA ANAK ROHIS DIHARAPKAN BERKUMPUL DILAPANGAN SEKARANG. KARENA AKAN DIADAKAN PEMILIHAN STRUKTUR BAWAH’ teriakan dari microphone sekolah secara  mengejutkan terdengar.

Clara langsung menatap sudut kanan kantin. Ternyata mereka sudah pergi.  

“kalian dua calon kan? Udah sono! Nanti kita empat nyusul”tutur Shisil. Keduanya langsung beranjak ke lapangan.

Lapangan sudah hampir terpenuhi banyak anak yang pastinya anak Rohis. Beberapa anak nonIs juga ikut melihat dipinggiran. Setelah keduanya berbaris, keempat lainnya ikut menyusul dipinggiran.
Haikal selaku ketua ROHIS berjalan pelan melewati barisan anak ROHIS.

“assalamualaikum ikhwan”sapa sebagian anak perempuan. Haikal membalas sapa dan tersenyum, 

“waalaikumsalam”

Alza dan Clara bertatapan. Ketua ROHIS itu selalu memberi ingatan manis pada anggotanya.

“permisi ukhti, boleh maju ke depan?”sapa Haikal halus. Si kembar menyunggingkan senyum.

“kita berdua masih calon kan ikhwan?”balas Clara disusul anggukan Alza.

“iya. Usul ustadz kalian maju aja dulu” senyuman itu tak pudar menghias bibirnya.

Keduanya mengikuti suruhan ustadz yang menyuruh mereka maju ke depan lebih dekat lagi.
Ustadz Usman membuka pembukaan pengumuman pemilihan struktur bawah kali ini dengan gaya bahasanya yang tegas dan kadang diselipkan kalimat guyonan dengan kalimat gaul.

“Bismillahirrahmannirrahim, saya akan membacakan tiga orang yang terpilih untuk menduduki struktur bawah kelas 2 ROHIS SMA ini. Syukron kepada Ananda Ayu dari kelas Ipa2, Alzaisya dari kelas ipa1, Muhammad Fadlan dari Ipa35.  Selamat untuk yang terpilih, kalian terpilih karna kalian yang dipercaya”

Clara tertunduk. Jadi sebagai apakah ia disuruh di depan ini?

“Oh ya maaf. Ustadz lupa, untuk menggantikan posisi Anta Ilya dari ketua akhwat, kami telah memilih Clarasya sebagai penggantinya. Selamat! Kita doakan mereka dapat melakukan tugas dengan baik. Alhamdulillah terimakasih Wassalamualaikum”

Ketika ustadz turun drai podium, seluruh anak bertepuk tangan.

“selamat kembaran gue. Lo jadi ketua akhwat”tutur Alza pelan. Ia menepuk pundak Clara dengan pelan.

Tampak dari sana Haikal, ketua ROHIS sekaligus ketua ikhwan, berjalan mendatangi mereka.
Jantung yang manakah berdetak lebih cepat? Siapakah yang menggigit bibir bawah, menunggu apa yang terjadi?

“Syukron ukhti. Selamat bergabung. Kita bisa menjalin kerjasama yang lebih baik lagi”
Clara tersenyum simpul lalu mengangguk.

“terimakasih kak”

Di, Calista, Shisil, dan Chelle mendatangi mereka dengan penuh riang.

“CIIEEEEEEEEEEEEEE!!! SELAMAT YAAAA”teriak keempatnya.

***

“awas kalo lo pulang lama! Gue cekek gue campakin ke rawarawa”gurau Alza pada Calista yang tengah menunggu jemputan nebeng sang cowok, Steven.

“pengen cepet cepet pulang nih, mau buka Line pake wifi gratis rumah. Terus kerasa jones disini, bolehkah ratu putri bidadari dari kayangan pulang duluan?”Shisil bertanya ketus.

“ntar kalo lo pulang, temen CS gue kalo Boy dateng mau ngajak Michelle pulang bareng siapa?!” Diandra tertawa kecil.

“Oiya Barbie lupa”

“UUUUUUU”

“yang kembaran tumben mau nunggu biasanya duluan?”

“tanya sama ketua akhwat kita lah”tutur Alza. Mereka melirik Clara.

“uy!”

“eh iya astagfirullah apa?”

“ngebayangin kerja sama yang dijalin sama kak Haikal nanti ya?”tuding Michelle. Clara langsung menggeleng.

Sebuah senyum melencos tiba tiba. Memudar tanpa sepengatahuan.

“nggak ah. Kita dua pulang duluan nih?”

“iya silahkan ibu hajjah”

“amin, duluan ya!”

Alza langsung menyetop taksi lalu naik cepat diikuti Clara tanpa basa basi

“kaya aneh gitu gue liat berdua”ucap Di. Yang lain mengangguk setuju.

“apa iya, dua duanya suka sama satu orang yang sama?”

“ah nggaklah. Gak boleh buruk sangka dulu. Lagian anak rohis toh mereka”

Tudingan Shisil berusaha mereka yakinkan.
“gue luan ya. Babayy!”Shisil berseru jemputannya sudah tiba.

‘TINNNN’

Calista berseru riang. “gue luan juga?” kepalanya menoleh. Steven telah tiba. Lelaki yang sudah dua bulan ini jadi pacarnya. Yang bersekolah di SMA nomor satu dikota ini.

Michelle dan Diandra mengangguk.

Calista berlari riang menuju mobil Steven.
Setelah berbicara sebentar, Calista berteriak pada keduanya.

“AYO IKUTAN!!”
Michelle Diandra bertos ria. Uang pulang bisa disimpan buahahahha

***


Dear my dream,
How are u?



Clara langsung menutup diarinya ketika pintu kamar diketuk dari luar. ‘Pasti Alza,’ tebaknya. Secepat kilat ia menyimpan buku itu di dalam tas.

“Masuk ya gue ketua akhwat!”teriak kembarannya itu.
Clara bersahut mengiyakan.

Pintu terbuka. Alza menatap Clara.
“Cie yang besok sering sama kak Haikal cie cie..”godanya.

Clara mendesis sebal, “sok tau ah. Yang gue tau kak Ilya dulu gak pernah tuh sering sama kak Haikal”sanggahnya.

“ups ketua akhwat lo gue ngomongnya. Jadi hotnews lah”ledek Alza.

“Tidak mungkin seperti itu. Kan akhwat dan ikhwan dilarang keras untuk bersama” Clara mengganti gaya ucapan dan bahasanya.

Alza nyengir lalu melempar bantal ke arahnya.
“Tapi kalo sering ditugasin sama, enak kan? Kesempatan buat deket lah jadi calon huhaha”pasti Alza.
Pipi Clara memerah. Ia melempar bantalnya pada Alza. Alza tersenyum tiada arti.  Ia lenyap dibawah selimut tebal miliknya setelah mencium pipi Clara dan mengucapkan assalamualaikum, semoga mimpi indah.

‘if I say yes, there is the broken heart like you’batinnya. Ia meringis melihat adiknya yang tidur lelap.

‘Tlengneng’

Ponselnya berbunyi. Notifikation from Line. Pastinya itu bersumber dari group ‘Bukan Anak Baper’ yang insomnia.

Michellee : guys, gue diajak Boy balikan, huhaaaaaaaaa

Diandrahub : terserah lo sih, tp gue males, putus nyambung mulu

Shillasil : cie jones yg jalanin aja ga capek buakak

Diandrahub : -,- emak pun bisa merasakan nak!

Clasy : weissss
Calistah : menurut gue gak usah dulu deh chelle, harusnya tuh anak dikerjain dulu

Michellee : kerjain gmn?-,

Diandrahub : ihh calista benerr:*

Shillasil : setujuuuuuuu

Clasy : ngikut aeh

Calistah : ntar dulu, gue mau nanya, lo masih suka nggak?

Michellee : rasa gue ini gak pernah ilangg huft

Clasy : -----------------

Shillasil : eak-,-

Diandrahub : ah lo mah kebal bgt-,-

Michellee : Michelle seterong

Shillashil : alza mana?


Clasy : tdr udah

Shillasil : aih
Michellee : gue pasrahin ke kalian aja deh besok. Mau tidur bhay


Shillasil : okehh. Di kita beraksi:D

Diandrahub : wokeh bhakak
Calistah : ikut wkwk


Clasy : ngikut dah

Shillasil : ngestalk doi gue nihhh iiiii,

Sampe 999+ bahasin cogan [gaya DSYERA bgt :D ]
***
Shillasil liked you post [213]

Shillasil commented on your post [98]

“Oh my god.  Sampai ngestlak saya banget?” seorang lelaki tampan tertawa kecil melihat notification OA linenya.

Ia membuka akun tersebut. Tertawa melihat salah satu postnya, yang sharing videonya. Matanya sedikit menajam ketika melihat captionnya.
‘<video> calon gue aw aw banget. Kelihatan gak jones dah begini HUAAHAHH, CALISTA GUE NYUSUL!!’
Senyumnya memgembang.
Aneh. Adik kelasnya yang tidak menyadari kehadirannya kini yang berada diantara mereka.

***
“Udah pamit pulang lama kan kalian?”
Bukannya menyapa, Diandra langsung to the point ketika sepasang kembaran menyambangi pintu kelas.

“Selamat pagi Diandra Suharja”sapa Clara keras.

Diandra tersenyum semanismanisnya. “Selamat pagi juga ketua akhwat!”

Clara tersenyum tipis. Tanpa aba-aba Alza mengambil tangan Di lalu mencium punggung tangannya dengan tidak ikhlas.

“kenapa kamu terlambat nak?! Ngesot keliling lapangan 17 kali cepat!!”Dramatis Diandra mulai kambuh.

“kata Clara kalian mau ngerjain Boy? Ow”tutur Alza.
“ssstt diam ah. Masuk kelas sana lo berdua. Bye Barbie mau balik mwah”Diandra berbalik.
Clara mendesis.

“Assalamualaikum ukhti”
Sekumpulan anggota ROHIS tiba-tiba menyapanya.
Clara langsung menoleh, “Waalaikumsalam ukhti, ikhwan. Pada mau kemana nih? Hehe” sedikit tersentak pada yang mengingati statusnya kini. Alza ikut menyapa pelan, “waalaikumsalam”
“mau ke depan. Dipanggil ustadz Usman tadi. Duluan ya ukhti. Wassalamualaikum”
“iya silahkan. Waalaikumsalam...”tuturnya lembut.
Alza masuk terlebih dahulu. Sedikit kesal dengan kejadian barusan. Apakah ia tidak dilihatkah?
“aku mau ke forum dulu kayaknya dipanggil abi deh. Assalamualaikum za” Clara mendahuluinya dengan cepat lalu meletakkan tasnya dikursi.
Alza mengangguk, “waalaikumsalam”
Ia menatap punggung Clara, menatap miris lalu menggelengkan kepala.
“Ukhti Clara!!!” sebuah teriakan di dengarnya tadi luar. Suara serak basah itu tidak asing lagi baginya. Alza langsung mendelik ke luar kelas.
Haikal.
Kakak kelasnya itu memanggil Clara yang hampir sudah memasuki forum ruangan diujung koridor dan pastinya sudah tidak terdengar lagi olehnya. Alza berbalik, senyum dibibirnya turun perlahan. Kerudungnya terbawa angin melambai berlalu, namun sepasang mata melihatnya.
“Ukhti! Ukhti! Ukhti Alza!!”
Alza terdiam, lalu kembali berbalik. Senyum itu sebagai pemalsu dirinya saat ini.
“Assalamualaikum ukhti, boleh saya bertanya?” Haikal menghampirinya. Jaket hitam yang dipakainya selama menaiki ninja, belum sempat terlepas.
“waalaikumsalam. Boleh. Ada apa ya kak?”
“em, bukannya ada maksud tertentu. Untuk –“ Haikal menghentikan ucapannya. Apakah pria tampan muslim itu kehabisan kata? Karnanya?
Haikal mengigit bibir bawahnya menunduk, kata apa lagi yang harus dilontarkannya? Pipi Alza malah sedikit memerah.
“ada apa ya kak? Coba diinget dulu”sarannya.

“itu—anu ukhti. Anu—oh ya saya baru ingat. Boleh tidak saya meminta nomor telefon kembaran kamu?”
Alza masih pada posisinya, menelan ludah.

“kembaran saya kak? Hm,Clara? Untuk apa ya kak?”tanyanya. Sepek a apapun Haikal tapi ia belum tau apakah senyum perempuan yang di hadapannya ini benar apa tidak.

“em anu. Supaya lebih sering kerjasama. Antara-“

“antara ketua sama ketua? Baik. Ini ya, 08xxxxxxxxxx”

Kata yang diucapkan Alza terlalu cepat dan ia belum sempat untuk mencatatnya.

“boleh diulang ukhti?” Haikal baru mengeluarkan ponsel dari saku. Alza langsung menekan ponsel secara sembunyi diroknya, membuka dering ponsel agar berbunyi.

“Ya Assalamualaikum umi, ada apa? Sebentar ya kak” Alza berdoa agar Allah memaafkan kebohongannya untuk sekarang. Ia masuk ke dalam kelas lalu berpura pura sebentar.

Haikal melirik jam yang ada ditangannya.

07.29. sebentar lagi bel masuk berbunyi.

Alza bersabar untuk melengketkan ponsel ditelinganya. Menunggu bel masuk berbunyi sekarang juga.

‘Teetttt’

“Lain kali aja ya ukhti. Terimakasih wassalamualaikum!”

Alza berbalik lalu mengangguk membas salamnya.

 ToBeContinue


Thankyou for Reading,xoxo
@AlyaBRDS