Jumat, 03 April 2015

Oneshoot : With You

Tittle:
‘ With You…’

Created By:
@AlyaBRDS


Main Cast:
-Agatha Chelsea
-Bagas Rahman
-Tissa Biani

Happy reading, just for fun, and hope you like it (/_\)
*
Chelsea menatap datar layar ponselnya. Dari layar itu  ditemukannya wajah lelaki yang tengah tertawa geli melihatnya.
“Aaah, cocwit”ungkap lelaki itu via-skype. Chelsea mengernyitkan dahinya. “tadi tuh bukan gue. Lo ngerti gak sih?! Itu ade gue, si Troy. Ah elah”ucap  Chelsea. Binirnya membentuk kiasan manyun.
“udah deh, lo gak usah manyun di depan, tapi jingkrak-jingkrak dibelakang chels…”tutur lelaki itu. “idih, gue gak bohong keles!”bantah Chelsea. “udah deh, mulai hari ini kita resmi jadian. Nice dream sayang”balas Bagas. Chelsea membulatkan matanya, “gue sumpel ntar mulut lo. Udah BYE!”tukas Chelsea sambil memutuskan sambungan video call mereka.
*
Chelsea menutup gerbang rumahnya. Ia bergerak beranjak ke sekolah dipagi buta seperti ini.
“Pagi dear,”sapa seorang lelaki. “Elo?!”Kening Chelsea berkerut. “lo ngapain disini!?”teriak Chelsea. “gue mau jemput lo lah… masa gue mau ngeronda”jawab Bagas.
“Iih” Chelsea mencubit perut Bagas.  “lo tau darimana kalo gue berangkat sepagi ini?!”jerit Chelsea. “gue kan cinta sama elo, ya gue tau lah…”tutur Bagas. Chelsea kembali mencubit perut lelaki itu. “wkwk, udah lo naik cepat! Ntar keburu telat lo”usul Bagas. Mau tak mau, Chelsea pun menaiki ninja lelaki yang kini menganggapnya sebagai kekasihnya itu.
*
Chelsea dan Bagas masuk ke dalam kelas, namun kedatangan mereka mengundang perhatian banyak orang. Semua mata tertuju pada mereka, “ciyeh ciyeh”ledek satu kelas.
“kok cie-ciey sih?”Alis Chelsea bertaut. “yang diterima itu lho… gak sia-sia perjuangan lo Gas”puji Tissa, sejoli Chelsea yang gemar meledeknya. Chelsea melirik lelaki itu sekilas.
“ceck twitter”suruh Tissa. Dengan cepat Chelsea merogoh ponselnya, lalu membuka twitter.
Wajahnya merah menahan malu.
@bagasrds
Chels nerima gue, wkwk (pict twitter)
               Ia menggigit bibir bawahnya, pasalnya cowok itu nge-Screen capture jawaban dia saat Bagas menembaknya via-BBM.
Yang berisi:
Iya gas, gue mau kok jadi pacar lo. Sebenarnya gue tuh juga suka sama elo udah lama banget. Tapi gue gengsi, yah namanya juga cewek,XD. Geu sayang kok sama elo Gas, Love you

Itu perbuatan Troy, adik Chelsea yang jahil banget. “itu bukan gue yang jawab, itu adek gue, ishhh!”teriak Chelsea dengan tajam. Matanya menusuk belahan mata Bagas. “awas lo gas!”batinnya. “ciyeh ciyeh… piwith” Chelsea menatapnya datar.
*
“Bagas?!!”teriak Chelsea, sambil mencubit perut lelaki itu. Bagas merintih pelan, “lo gila banget ya!”cibir Chelsea. “sayang jangan marah-marah gitu dong”balas Bagas. Chelsea memanyunkan bibirnya. “sayang, sayang! Makan tuh sayang lo!”ketus Chelsea. Bagas tertawa kecil, “ih kamu kalo marah makin cantik deh”puji Bagas. Chelsea menjewer hidungnya, “iih tau gak, gue malu banget tadi!”cibir Chelsea. “ya kalo gitu jujur aja kali Chels..”tawa Bagas. “yee, nih anak. Kalo gue yang nulis sendiri ya bisalah gue tanggung. Tapi itu masalahnya adek gue yang bikin Bagas! Si Triy, kutu kupret!”teriak Chelsea. “ih kamu kalo ngomel pelan dikit kenapa… aku tuh tadi mau jelasin Chelsea… itu yang ng-Screenshoot bukan aku, tapi Cindy, adik aku. So? Kita impas kan? Adik-adik…”Bagas langsung lari sebelum Chelsea ngamuk padanya.
*
Chelsea mengusap peluh di dahinya. “chels, liat tuh. Cowok lo jago banget main basket”puji Tissa. Chelsea meliriknya sekilas. “ihh, gila bener, sumpah!”tukas Chelsea. Tissa mengerutkan keningnya. “harusnya lo bangga lah. Lo gimana sih? Aturnya itu lo seneng, dulu itu lo masih dikejer-kejer sama cowok anak pemilik sekolah, yang popular terus bintang lagi. Sekarang juga, lo udah resmi jadi pacar dia! Dan terus? Lo harusnya bahagia kek, happy kek”ceramah Tissa. Chelsea memanyunkan bibirnya. “jawaban kemarin tuh bukan gue! Si Troy tuh yang bales.”ucap Chelsea. “kok bisa?”Tanya Tissa. ”kemarin, Troy masuk ke kamar gue. Gue lagi ngeladeni Bagas tuh, yang biasa nge-PING gue. Terus gue ngerasa si kutu kupret itu kayak ngelirik-lirik gue. Kecurigaan gue tertepis pas gue mau nangkap basah dia, ternyata dia lagi asik sama buku bolanya. Dan tiba-tiba mami manggil gue, gue lupa, ponsel gue tertinggal deh dikasur. Eh gak taunya, pas gue balik, Bagas udah ngebales BBM, kalau dia bilang Love you too juga ke gue. Ternyata dia nembak gue pas gue dipanggil mami, terus pas gue ke sana Troy ngebajak BBM gue, dengan nerima dia, pake kata-kata ngalay gitu. Iih, bayanginnya aja gue enek”ungkap Chelsea. Tissa tertawa lebar, “wkwk hebat juga ya si Troy”puji Tissa. “pala lo”cibir Chelsea. Tissa cengengesan. “oh ya Chels. Liburan musim panas ini, kepala sekolah mengadakan acara perkemahan dan kabarnya, setiap kegiatan diluar sekolah, pasti setiap muridnya memanfaatkannya untuk berkompetisi ria dengan pasangannya. Dan selamat! Lo udah punya sekarang…”ujar Tissa. Chelsea terdiam, “lo serius?”Tanya Chelsea. Tissa mengangguk, “dan gue udah punya sepatu couple bareng Ajil”pamer Tissa. Chelsea mengerucutkan bibirnya , “lebay lo!”
*
Chelsea memandangi pemuda itu yang sedang memasukkan bola ke dalam ring basket. “tembakan yang sangat pas”komentar Tissa. Chelsea menoleh, “lo masih disini? Ngapain? Terus ngapain lo ngoment gerakan Bagas? Ajil tuh pikirin”ucap Chelsea. Tissa nyegir lalu tertawa geli, “aciyeh ciye, cemburu nih ye. Harusnya gue yang nanya sama lo, lo ngapain disini? Gue udah biasa kok nungguin Ajil main basket. Oh ya, lo sekarang juga sama kayak gue ya, nungguin Bagas”tutur Tissa. Chelsea terdiam, “enggak ah, apaan sih. Iya.. gue disini emang disuruh sama dia, biar kita pulang bareng”ungkap Chelsea. Tissa ber-Ooh ria.
Dari kejauhan, pemuda itu melirik Chelsea, lalu berjalan mendekatinya yang tengah duduk dan mengobrol dengan sejolinya, Tissa. “lama ya sayang?”Tanya Bagas sambil tersenyum. Chelsea bangkit dari duduknya. “enggak kok. Nih tadi aku beli minuman buat kamu, biar gak dehidrasi”sodor Chelsea dengan nada ragu-ragu lalu tersenyum. Bagas mengernyitkan dahinya, “okay, thankyou”balasnya sambil mengambil dan meminum minuman dari Chelsea. Tissa hanya nyengir dalam hati. Chelsea melirik Tissa sekilas, “owh, capek ya?”Tangan Chelsea merogoh tissue dari saku seragamnya lalu sedikit berjinjit untuk dapat mengusap keringat didahi Bagas. “O my god :o “celetuk Tissa.  “makasih ya Chels…”bisik Bagas. Chelsea mengangguk pasrah.
*
“Ahaha, Chels, kamu kesambet apa sih?”tawa Bagas sepanjang perjalanan. Chelsea memanyunkan bibirnya, “ish, gue ngutuk diri gue sendiri”teriak Chelsea. “gak usah pake ngutuk juga kali neng”balas Bagas. Chelsea menautkan alisnya. “bentar deh, oh ya! Liburan musim panas ini aka nada acara perkemahan ya?”Tanya Chelsea. Bagas mengangguk, “terus siapa aja yang ikut?”Tanya Chelsea. Bagas tertawa, “yang lulus lah…” Chelsea mengangguk, “Gas, lo bisa lulus kan?”Tanya Chelsea. Bagas terdiam lalu tersenyum, “kenapa nanya begitu?”Tanya Bagas. “cepet jawab pertanyaan gue”tukas Chelsea. “okey, gue juga gak tau, gue bisa lulus atau gak”jawab Bagas. Chelsea mengernyitkan dahinya, “kok lo ngomongnya gue-lo sih? Biasanya juga aku-kamu”cibir Chelsea. Bagas nyengir, “emang masalah?” chelsea mencubit perut Bagas. “tau ah, thankyou,lanjut ntar, via BBM”ingat Chelsea kemudian turun dari motor Bagas.
*
Chelsea memandang resah ponselnya, ‘kok tuh anak gak nge-PING gue?’pikirnya.  ya, chelsea kini menantikan awal dari percakapan Bagas dengannya yang biasanya dilakukan tiap jam 20.00 keatas.
Chelsea mengetik sebuah teks diponselnya. “ah, enggak enggak! Gue kan gengsi”tutur Chelsea. Ia memanyunkan bibirnya. “eh betewe, kenapa gue jadi perhatian sama dia?! Bodo amat”cibir Chelsea. Ia menutup wajahnya dengan bantalnya.
*
Chelsea menatapnya datar, “kenapa lo gak nge-PING gue?”Tanya Chelsea. Bagas menepuk jidadnya,
“gue lupa Chels… kenapa gak elo aja yang mulai duluan?”Tanya Bagas balik. Chelsea menatapnya serius, “gue kurang sreg dengar lo manggil gue adalah LO, dan lo manggil lo adalah GUE. Dan plis jangan ucapin gitu ke gue, okay?”desis Chelsea dengan nada halus. Bagas seakan luluh mendengar kata-katanya, jika ia adalah ES dia akan mencair saat itu juga.
“woi Bagas! Lo denger gak sih apa yang gue bilang?”Tanya Chelsea. Bagas menatapnya kecil, “gue juga gak tau Chels… gue mungkin udah kebiasa dari kecil”jawab Bagas. Chelsea memandangnya sengit, “Ih! Gue benci sama elo!”teriak Chelsea sambil mencubit perut Bagas. “kok lo jadi benci sama gue sih!? Kayaknya salah gue dari gulu gak ada deh”elak Bagas. Chelsea menatapnya muak, “terserah lo! Gue gak peduli sama elo!”jerit Chelsea. Saat chelsea hendak pergi dari hadapannya, Bagas menariknya dan memeluknya dari belakang. “lepasin gue!”teriak Chelsea. Bagas melepaskan pelukannya. “Okey fine”bisik Bagas.
*
Chelsea kembali memandangi ponselnya. Biasanya, Bagas sudah menghubunginya kini. Baik dari skype, BBM, twitter… tapi sekarang?
“Aah! Buat apasih gue mikirin dia?! Apa mungkin gue mulai suka sama dia?! Gak gak!”tepis Chelsea. Ia berusaha focus hari ini, karena besok adalah hari dimana ujian akhir akan berlangsung.
Dan chelsea jujur,
“gue pengen lo ngucapin sesuatu lagi ke gue Gas. Entah selamat belajar kek, selamat tidur kek. Lo jahat banget sih sekarang”tutur Chelsea.
Chelsea kembali membahas materi ujiannya sambil sesekali melirik ponselnya. Sekarang, jam sudah menunjukkan pukul 23.32 malam, namun Chelsea masih setia dengan buku dan ponselnya.
Ia pasrah, apapun hasilnya besok ia terima. Chelsea menyimpan bukunya, lalu beranjak ke tempat tidurnya setelah mencuci tangan dan kaki. Matanya pun sudah hampir tertutup sempurna, dan bolak-balik ia menguap. Chelsea masih setia membuka skypenya. Tiba-tiba Bagas membuka awal percakapan skypenya. Ia membenarkan wajahnya sedikit dengan wajah memelas.
“sayang, kamu udah ngantuk?” mau tidur?”Tanya Bagas halus. Chelsea meliriknya sekilas. “ngantuk banget…”ucap Chelsea setengah sadar. Bagas tersenyum. “udah belajar kan?”yakin Bagas. Chelsea mengangguk, “yaudah. Selamat ujian besok ya sayang. Nice dream cantik, I love you…”tuutr Bagas. Chelsea berusaha untuk mengangguk, “me too. Love you too” Mata chelsea tertutup sempurna.
*
Chelsea keluar dari gerbang rumahnya. Matanya tak menangkap sosok Bagas yang biasa menunggunya. Tapi kini tidak ada. Chelsea yakin, Bagas masih bête sama dia. Tetapi, kejadian hampir tengah malam itu benar-benar tidak disadari seorang Chelsea.
*
Tak lama dari ujian berlangsung, hasil ujian tersebut langsung keluar. Anak-anak langsung berlari menuju madding untuk mengetahui siapakah yang berhak ikut camping dan siapa pula yang harus meratapi pasangannya dengan kesedihan.
*
Chelsea merogoh ponselnya, lalu mebmbuka twitter. Dengan segala keberaniannya, ia mencoba untuk meredakan persoalan mereka terlebih dahulu.
@AgathaChelsea18: @bagasrds km rangking berapa? Lulus gak?                                       
Sambil berjalan ia mencoba untuk menunggu balasan Bagas.
‘Drrttt’
@bagasrds: @AgathaChelsea18 km? kamu tuh? Elo—nya mana? Gatau, kayaknya sih ratusan…
Chelsea ternganga, bisa-bisanya tuh anak jadi nyebelin gitu,-
@AgathaChelsea18: @bagasrds gausah banyak nanya,- ratusan? OMG…
@bagasrds: @AgathaChelsea18 dih, gapapa keles. Kenapa? Kaget -_-
@AgathaChelsea18: @bagasrds yaiyalah, masa anak pemilik, rangk ratusan sih,-
@bagasrds: @AgathaChelsea18 sewot neng?emangnya kenapa? Kalo kamu rank berapa?
Chelsea tertawa kecil, “Kamu? Wkwk”
@AgathaChelsea18: @bagasrds rank 18. Kamu? Wkwk
@bagasrds: @AgathaChelsea18 ooh, LO
@AgathaChelsea18: -_- jadi kamu gak ikut camping?
@bagasrds: @AgathaChelsea18 kayaknya sih engga, emang kenapa sih?
Tiba-tiba perusuh dateng, @Real_TissaBiani
@Real_TissaBiani: @AgathaChelsea18 @bagasrds yah, couple ini gak bisa memanfaatkan keadaan pas camping. Orang tuh banyak mesra2an disana. Kasian, kalian engga
Chelsea mengerucutkan bibirnya, “tuh anak rese emang!”
@AgathaChelsea18: @bagasrds @Real_TissaBiani Oya? Sendiri lebih enak, rese lo emang!
@bagasrds: @AgathaChelsea18 @Real_TissaBiani ga bisa mesra? Gak decamping aja kami udah mesra kok. Ya kan sayang?
 Chelsea tertawa kecil.
@AgathaChelsea18: @bagasrds @Real_TissaBiani iya, kita juga udah mesra kok, wkwk]
Chelsea sampai juga dikelasnya. Tak merasa karena ia menatap ponselnya sedaritadi, ternyata ia sudah dihapadan Bagas yang juga masih asik dengan ponselnya. Mereka sama sama terdiam.
“Oh ya, aku minta maaf karena aku gak jemput kamu tadi”ungkap Bagas. Chelsea mengangguk tanpa ekspresi sedikitpun. “aku juga minta maaf gak hubungi kamu semalam”tutur Bagas. Chelsea kembali mengangguk, “dan aku minta maaf gak bisa nemenin kamu pas camping”ucap Bagas. Chelsea menatapnya, “never mind”balas Chelsea. Ia mengalihkan wajahnya agar terhindar dari tatapn Bagas.”duluan ya chels” Chelsea mengangguk.
*
Chelsea menaiki bus dengan wajah memelas. ‘gue bête! Masa belum juga sampe Camping, mata udah ngelirik sekumpulan pasangan mesra-mesraan sih.’ Ditambah Tissa yang sedaritadi berkicau meledeknya. “Tissa lo bisa diam gak sih?!”tukasnya. tissa nyengir, “iya, iya”
Saat bus mulai berjalan, ia kembali mengecek ponselnya. Matanya berbinar, “mention dari Bagas.”seru Chelsea dalam hati.
@bagasrds: Take care ya dear, @AgathaChelsea18
Tanpa sadar chelsea tersenyum,
@AgathaChelsea18: thankyou gas @bagasrds
@bagasrds: @AgathaChelsea18 singkat amat neng, gak ada yang lebih panjangan dikit?
@AgathaChelsea18: @bagasrds di dalam bus itu ternyata gaenak. Kenapa gaikut sih gas?
@bagasrds: aciyeh ciyeh, piwith… rindu ye?
Chelsea mengerucutkan bibirnya. “udah ah, masa gue harus jujur sih?!”Chelsea menutup twitternya.
*
Chelsea menatap lesu pemandangan disampingnya. Tissa membentuk tenda dengan bantuan Ajil, diselingi dengan tawa-tawa kecil. “kasihan chelsea. Nanti bantuin ya sayang… chelsea gak bisa diriin tenda sendirian tuh”tutur Tissa. Chelsea menghela nafasnya, “gak perlu. Gue bisa sendiri!”
*
Bagas tidak ada lagi menghubunginya, ‘dasar cowok parah’batinnya dengan keki. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30. semua anak disuruh berkumpul untuk acara api unggun. Ya, acarh terparah! Semua pasangan pasti menunjukkan keromantisan mereka pada mata Chelsea.
Tak tahan, chelsea beranjak dari tempat duduknya. Setelah ia menemukan lokasi yang tepat untuk sinyal, ia merogoh ponselnya. Mencari contact name ‘Bagas’ di file kontaknya. Dia menelpon lelaki itu!
“Halo…”Tiba-tiba terdengar suara jawaban tepat dibelakangnya. ‘titt’ Chelsea memutuskan sambungannya lalu menoleh. “Bagas?!” Dengan cepat tangannya memeluk Bagas dengan erat. “kangen ya neng?”Tanya Bagas. “gue cinta sama elo…”bisik Chelsea. Bagas tertawa, “iih, cocuwit”ledeknya. “dih, gue serius. Lo iseng banget sih?! Sok-sokan bilang kalo lo ranking ratusan!”tukas Chelsea. “wkwk. Makanya, jadi cewek jangan gengsian amat”desis Bagas. “ish” Chelsea mencubit perut Bagas. “lo jangan giniin gue lagi ya”ketus Chelsea. Bagas tersenyum lalu mencium pipinya. “iih, rese’ “jerit Chelsea. Bagas tertawa, “wkwk~”


----TBC----

@AlyaBRDS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar