Minggu, 12 Juni 2016

Ketika Hati Berkata

Ketika Hati Berkata #2

   Langit kelam berganti mentari cerah saat kau datang mengubah duniaku. Kala itu kau berhasil membuatku jatuh ke dalam jurang hatimu. Saat itu belum dalam. Masih di tepian, dan ku pikir jurang itu dangkal.

   Hari berganti hari, kau yang selalu membuatku tersenyum, menyatakan bahwa kau menyukaiku. Oh bukan. Kau menyayangiku, itu katamu. Dan tak lama setelah itu, kau menemukan mutiara putih di hatiku, dan berhasil mencurinya tanpa seiizinku. Saat itu aku malu ketika kau mengetahui bahwa aku membalas perasaanmu.

   Ketika aku dan kau menjadi kita, ombak dan kegelapan malam mulai mengusik. Cercaan dan bualan marah mulai menampakkan diri sebagai jati dirinya. Namun, kita berhasil meloloskan diri dan bersatu kembali meskipun rinai mata telah mengarungi tepian wajah dan sesunggukan tangis dari mulut telah keluar dengan emosi yang terluapkan.

   Ketika tiba suatu saat dimana aku berpikir kembali, bagaimanakah kita selanjutnya? Terbayang kecil ketika kita sudah terpampang resmi dan kala itu aku tertawa. Lucu sekali. Tetapi...

   Aku lupa suatu hal. Aku lupa itu. Aku melupakannya. Bagaimana bisa aku lupa.

   Bayangan itu selalu mengekoriku. Tak henti hentinya aku selalu berpikir, bagaimanakah ini jadinya?

   Pernah kau layangkan sebuah lampu hijau di kisah kita. Namun itu tak menjamin kita tak berpisah.

   Dan ketika aku tanyakan sebuah kalimat tak seronok di dirimu, kau langsung terpancing emosi. Bagaimanakah jika ini benar-benar terjadi?

   Dalam gulita yang menyelemutiku kini, aku terpengkur dalam kesedihan yang mendalam. Kegelisahan tiada henti menghantuiku. Sebuah pertanyaan kecil muncul diotakku, apakah kau pernah berpikir sedemikian rupa sama sepertiku?

   Aku tak sanggup membayangkanmu uring uringan karenaku. Dan sungguh aku tak sanggup.

   Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Aku tak tahu apa yang harus ku perbuat.

   Namun apa mau dikata, lebih baik merelakan orang yang sangat ku cintai pergi daripada menahannya berlama-lama dengan rasa sakit  yang lebih tertohok tajam.

   Asal kau tau, aku tak pernah mau menancapkan pedang ke arahmu. Lebih baik kita hentikan cerita kita sampai disini, karena ku yakin akan jauh lebih baik daripada bertahan pada cerita rumit yang terbataskan benteng kokoh diantara kita.

   Sebuah kata maaf mungkin tak cukup menghapuskan bekas luka yang tergores di hatimu, tapi yakinlah bukan kau saja yang merasakannya, melainkan aku pun sama.

   Jangan salahkan takdir karena kita pernah dipertemukan. Karena bagaimanapun, kita pernah bahagia bersama.

   Dan jangan salahkan takdir pula, jika kita dipertemukan kembali, karena kemanapun kita berlari kalau aku adalah tulang rusukmu semua pasti terulang.

   Satu hal yang kini ku minta, bisakah kau tidak membenciku? Karena sesungguhnya aku pun tak mau ini terjadi tetapi ini harus terjadi.

   Yakinlah dibalik cerita ini ada pesan terkubur didalamnya. Bukan karena apa dan siapa, tetapi karena dirimulah aku mencintaimu.

   Terimakasih sudah hadir dalam hidupku, dan berusahalah untuk melupakan aku.

   Aku mencintaimu, sangat mencintaimu.

Salam hangat,
Alya.

Minggu, 12 Juni 2016
22.12

Revisi : Senin, 13 Juni 2016
11.37

Ketika hati berkata

Ketika Hatiku Berkata #1

   Apakah ini yang disebut karma kehidupan? Saat hati telah berseri-seri dengan semua gambaran percintaan ini, sanggupkah kau renggut kebahagian yang telah ku nanti?

   Semua tampak seperti drama hidup yang tak jauh dari skenario cerita televisi. Dulu, ketika ku merasakan mustahil terjaring rasa kepada orang yang benar benar ku damba tapi bukan serupa dengannya.

   Apakah hati ini bersalah? Saat kalian semua tertawa dengan indahnya tetapi kami berjuang melawan rasa ini.

   Ingin ku ungkapkan semua padamu namun hati ini tak sanggup. Semua kalimat itu telah menggerogoti pikiranku sampai nyenyak tak senang menghiasi tidurku kini.

   Apa salahku dan salah dirimu sampai kita terjebak dalam masalah ini? Benteng kokoh berdiri di tengah kita, membatasi semua pergerakan kita, dan seolah berkata selesaikan saja semua ini.

   Kadang ku melihat banyak orang, begitu indahnya kah hubungan mereka kenapa tidak denganku.

   Salahkah kini aku mempertahankanmu, ketika semua langit tak sepaham denganku?

Alya Jambak,
12 Juni 2016

Minggu, 08 November 2015

Future #6

Future #6

Pentas seni tahun ini lumayan ramai. Lamborgini putih yang datang seolah membelah kerumunan. Sepertinya Bagas telat.

Di dalam mobil Bagas bersiap-siap keluar langsung dari mobil.   Ia segera mengambil buku tebal tempat check in peserta undangan.

"Buku tebel tadi mana ya? Pak Yono ada lihat kaga?"tanya Bagas. Geraknya lumayan cepat karena para tamu sudah menunggu di luar lokasi gedung.

"Ini" Chelsea menyodorkan buku tebal di sampingnya. Karena posisi mereka berbeda, Chelsea duduk di jok tengah sedang Bagas di depan samping pak Yono dan atmosfer mobil sedaritadi juga sunyi. Sejak mereka bertengkar tadi, keduanya sama sama diam dan pak Yono fokus menyetir.

Bagas sedikit menoleh dan diam sebentar kemudian mengambil buku tebal tersebut dari tangan Chelsea.

Dengan cepat Bagas keluar langsung bak seorang raja yang tengah blusukan dengan rakyatnya. Jasnya sedikit terlipat karena posisi duduknya tadi kurang baik.

"Mas Bagas walaupun terlambat tetap disegani ya non,"tutur pak Yono.

"Namanya dia ketua osis yang bisa memikat hati cewek, yang bisa bikin orang patuh sama dia, yah bisalah pak. Care lagian orangnya,"

'Btw mas Bagas? MAS? Maz?'

"Pantes non sayang banget sama dia ya? Hehe. Ngomong ngomong mungkin non pasti nanya kenapa tadi bapak manggil dia mas Bagas. Tadi sebelum jemput non di rumah, dia mau bikin mbak geli terus nggak bete lagi sama dia dengan cara mas Bagas lebih banyak ngobrol sama bapak dan bapak banyak manggil dia pake 'mas'. Kalo bapak manggil mas otomatis non protes, yah lumayan nenangin hati mas Bagas karena belakangan ini dia sibuk sama acara ini jadi nggak bisa terlalu banyak waktu buat non. Eh gak taunya dimobil muka non sama mas Bagas sama sama lagi nggak enak. Berantem ya?"

Chelsea tertegun, kemudian menyesal.

'Gue childish banget deh kayaknya . Tapi intinya kan tadi gue minta supaya dia kuliah bareng gue, bukan --- aish!'

'Tok tok tok'

Kaca jendela yang diketuk Bagas membuyarkan lamunan Chelsea.

"Eh? Udah pada masuk?"gumam Chelsea ketika melihat pemandangan di depannya yang sudah sunyi dan tengah berbaris tertib.

"Lo udah bisa masuk"teriaknya samar dari balik jendela.

Chelsea mengangguk tersenyum simpul.

"Pak Yono Chelsea masuk dulu ya. Ntar kalo Chelsea telepon baru jemput okey?"

Pak Yono mengangguk.

***

Chelsea dan Bagas berjalan sejajar menuju ruang penerima tamu. Jarak mereka masih sedikit berjauhan. Tas kecil Chelsea yang menjadi penengah antara keduanya.

Walaupun berjalan sejajar masih belum ada suara yang terdengar di antara mereka. Sampai ketika Chelsea menandatangi dan memberikan surat masuknya pada penerima tamu dua orang adik kelas 10.

"Udah hadir semua Sil?"tanya Bagas. Chelsea bergumam, 'sokap banget loh!'

"Sekitar 90% lah bang" Sisil tersenyum manis.

WHAT.

Bang?

BANG?

BA-NG?

"Sejak kapan lo manggil dia abang? Jijay!" Chelsea melangkah masuk sambil berdecak sinis.

Bagas tertawa kecil menatap Sisil yang kebingungan.

"Dia lagi pms. Biasa, hehe. Info terus ke gue ya Sil!"

***

Chelsea berdecak kagum melihat gedung yang mereka (re : orang terngeselin dkk) tata. Dia speechless.

'Gila keren banget'

Seakan tau isi pikiran Chelsea, Bagas berbisik, "yaiyalah keren. Namanya juga calon imam lo yang ngatur"

Chelsea tersentak.

"Heh maksud lo apa? Sotoy sama pikiran gue lo,"

Bagas tertawa kecil lalu menghela nafas tenang. Kini perempuan itu tidak terlalu dingin padanya.

Dia berjalan lebih cepat lalu menghadang Chelsea.

"Eh dasi gue gimana? Udah bagus kaga? Jas gue? Eh rambut gue kayanya berantakan ya? Rapiin dong,"tutur Bagas percaya diri. Suaranya sedikit keras sehingga orang yang berlalu lalang tersenyum mereka sepertinya yang sudah baikan. Couple sekolah gitu lochhh asdfghjkl

Chelsea hanya diam menatap Bagas yang dengan cara ini memulai percakapan mereka lagi agar tidak dingin dan mengisyaratkan bahwa -lupakan-masalah-tadi-. Bagas menggigit bibirnya menunggu reaksi Chelsea.

Chelsea bisa merasakan gelisahan Bagas. Toh dia kaga peduli. Bodo amat mazzz

Tapi lain dengan di hatinya. Awalnya ia berniat menyoraki laki laki itu 'sokap lo sama gue. Siapa lo siapa gue?!' But,

Chelsea merapikan rambut Bagas dengan tenang.

Jangan gugup dear, biasa aja. Maybe ini kali pertama lo sedeket ini sama posisi Bagas.

Jantung Chelsea nyot nyotan. Jablay emang.

Tiba tiba rombongan cicak tak berekor datang dan siul-siulin mereka.

Chelsea dan Bagas menjadi objek ter da best malam ini.

"Jadi trending topic nih lo berdua, songong emang," Karel nyeletuk.

Chelsea menurunkan tangannya lalu menghela nafas. Keduanya sama sama salah tingkah.

Kampred moment nih.

Dress selurut Chelsea yang berwarna merah berkilau dengan payet hidup itu seperti penerang mereka berdua selama berjalan duduk di kursi.

Rambut Chelsea disanggul setengah ala Chinnesse itu menambah kecantikannya saat ini. Olesan makeupnya natural. Tas kecilnya berwarna hitam pekat. Serasi dengan warna jas Bagas.

Tiba-tiba Bagas melingkarkan tangannya dipundak Chelsea. Merangkul perempuan itu.

"Lo cantik banget"bisik Bagas pelan.

Daggggg

Pegangin adek banggg. Amvonn

"Cie masuk nomine best couple SMAN 12 nih Chel," Marsha bertutur pada Chelsea ketika mereka sudah duduk dikursi.

Bagas berbincang pada Karel sedangkan Chelsea bercakap cakal dengan Marsha.

"Siapa Sha?"

"Ya Elu. Nomine pertama. Gue aja kaget kok ada nomine berderet di acara malam ini. Dipampang di bagian pameran lukisan sebelah sono,"Marsha menunjuk.

"Lah? Gue masuk? Serius lo? Sama siapa?"

"Sama Rafli.

Ya sama Bagas lah. Jangan ngejek yang lagi LDR Chels"jawab Marsha datar.

Chelsea tersentak. Kocag nih hahaha

"Lo kaga masuk?"

"Yang LDR mana bisa ikut goblog elah lu"

"Aduh kacian maca cayang" Chelsea tertawa sambil mengelus rambut Marsha.

"Lo masuk queen of the night SMAN 12 Chels. Bagas lo masuk king of the night SMAN 12,"ucap Jesslyn tiba tiba. Ia datang dengan Sheryl dan Audrey memegang sirup masing masing.

"WHAT. heheheeheh" Chelsea nyengir.

"lo saingan gue Chels," Sheryl nyembul.

Chelsea ngangguk. Key.

"Di vote ntar?"

"Iya. Semuanya netral,"

'drrtt'

Ponsel Chelsea bergetar.

[Line]

Bagas : Sayang, kita (re :gue elo) disuruh duet sebagai opening acara. Lo yang nyanyi gue main piano, lagunya My Everything-Ariana Grande. Lo tau kan? Disuruh cepetan ke atas. Gausah ngambek karena ini aja. Mau yah? Aline sama Aldi kejebak macet jadi kita disuruh gantiin. Help me babe. Cause u're my everything Chelsea :)


Chelsea tersenyum manis.  Bagas lebih menawan dan tampak lebih romantis hari ini. Tanpa pikir panjang, ia berjalan cepat menuju ruang atas backstage. Seakan lupa kalau mereka seharusnya masih perang dingin.

"Mau kemana Chels?"

"Ke toilet. Ntar ya"

***

Lampu-lampu gedung tiba tiba redup lalu mati.  Sebuah alunan piano terdengar tiba tiba dari pentas gedung. Lantunan intro lagu My Everything. Semuanya langsung menoleh ke pentas mewah itu disambut cahaya yang hanya terdapat di pentas menerangi tokoh dibalik perayaan ini.

Bagas Rahman Dwi Saputra memainkan piano dengan mengagumkan.

Setelah intro piano, lampu berganti menyorot ke arah seorang perempuan yang memegang mic tak jauh dengan posisi Bagas memainkan piano.

Dress merahnya yang mengkilat bercahaya membantu penerangan. Menghubungkan suaranya dengan alunan piano Bagas.

"GILA! BEST COUPLE DA BEST!" Rombongan Difa, Josia, Gilang dan senior lainnya bergemuruh. Dibantu tepuk tangan para tamu yang datang.

Semua tamu berdecak kagum. Pasangan yang serasi dan lagu yang dibawakan keduanya cocok.

Sesekali ketika Chelsea bernyanyi melirik Bagas. Seolah olah yang dilantunkan lagu My Everything itu untuknya.

"You are
 You are
 You are...

My everything" Tangannya menunjuk ke arah Bagas.

[ Bunuh Hayati bangg bunuhh! Hahahaha]

Tepuk tangan bergemuruh. Kalo kaga ada orang disini udah gue peluk nih anak. Vhak

***

"Suara lo ternyata keren juga ya Chels. Kaga nyesel duet sama lo yang" Bagas memuji penampilan Chelsea tadi sambil mengusap rambutnya pelan.

"Yaiyalah. Btw lo buat event the best couple SMAN 12 juga? Kok gak ngasih tau sih idie lo mah"

"Iya. Gue sengaja bikin mendadak. Biar kaga ada kampanye tersendiri buat vote nominenya"

"Umh okey gue ngarti. Itu yang kepilih masuk yang milih siapa? Jangan jangan lo ya,"

"Ya kaga lah. Anak koordinir juga yang ngatur kali. Orang karel. Iseng banget gue aja kaga tau siapa yang masuk. Kaga ada yang ngasih tau juga,"

"Jadi kita masuk couple ter da best bukan lo yang ngusulin?"

"Bukan dodong,"

"Eek beud,"

"Tapi lo pengen menang juga kan? Eleh"

"Menang tanpa campur tangan atau nyogok,"

"Tenang elah. Gue aja kaga tau sama sekali. Calm babe,"

"Lo masuk king gue queen"bisik Chelsea tiba tiba.

Bagas menaikkan alisnya. Lalu tersenyum kecil.

"Kalo semua jatohnya ke tangan kita begimane?"

"Lo sih terlalu baper. Ngarep amat maz,"

***

Kepala sekolah tengah memberikan kata sambutannya kepada seluruh murid dan orangtua yang hadir. Karena kebetulan papi Chelsea dan maminya sedang dirumah Oma di Bandung, mereka tidak bisa datang. Sedangkan papa dan mama Bagas sedang menjenguk tantenya yang tengah sakit.

"Kembali lagi dengan kita. Lucky dan Gilang. Masih melek kaga mata lu pada bray? Masih jam delapan nih," MC ngoceh.

"Pada mau pulang ye? Kaga seru,"tutur Gilang.

"Mau makan tong!!" Anak band somplak yang duduknya belakang pada nyaut. Ahzig diwakilin cuy.

"Karena jam makan malam udah tiba. Noh boleh makan kok. Pake piring ya jangan lupa. Hohoho" Lucky kaga garing tenang ae.

"Yuhuuu,"

"Sambil makan, nih ada nyanyian band dari naks gawl 11 IPA 2. Laki lakinya tjakep!"

Cewe cewe pada tereak. Setelah mengambil porsi masing masing, semuanya duduk manis. Kaga sabar.

"Itu orang Robin bukan? Wadoooh" Cewe cewe jones pada nyaut lagi.

"ROBINN!!!!!!" Gedung begetar nih. Gile

"Lah daritadi perasaan lo liatin mulu makanannya yang,"

Chelsea menoleh. Dia pengen kaya cewe cewe jones di onoh. Tereak ntar;(

"Gue kesana boleh kaga? Mau ikut teriak...." Chelsea bermuka melas.

"EH GOBLOG GUE DISINI COWO LO KAMPRED. TEREAKIN AJA SONO BERONDONG SAMA LO BIAR PUAS," Bagas mukanya serem dihh

"Kan. Lu mah. Kaga asik. Dah ah," Bagas cuma diem.

"ROBINNNN!!!!" Chelsea teriak sendiri sambil nepuk tangan.

"Gue mau bilang sesuatu woii!!" Teriakan Chelsea makin deres.

Bagas acuh. Kaga peduli bodo amat mampus.

"BINNNN MINTA NOPE WOII!! HUUU KERENNN"

Tiba-tiba saja pandangan Robin jatuh ke Chelsea lalu senyum. Chelsea sempet histeris awww. Namun melihat abang kelas yang sangat dihormatinya, Bagas, langsung fokus balik nyanyi.

"BIN!! YAELAH. SOMBONG AMAT LU,"

"GARA GARA LIAT MUKA LU SIH GAS KAN AHHH" Chelsea ngoceh cuy. Kaga tau kalo Bagas udah naik tensi ngett.

"BINN! LIAT GUE WOI!! GUE MAU BILANG SESUATU NIHH!! AWAS KALO KAGA LIAT GUE BEGAL NTAR. KAGA BISA PULANG LO MAMPUS"

Barisan belakang pada ketawa cekikikan. Marsha, Cindai, Angel, Difa, Josia anak songong 12 IPA 1.

"Kalo gue jadi lu gas udah gue matiin luan. Gue gosongin si Chelsea," Josia provokator.

Bagas cuma diam.

Akhirnya Robin noleh ke arah Chelsea.

"BIN GUE SAYANG BANGET SAMA SAMPING GUE LO TAU KAGA"

Tjep.

Tjep.

Chelsea teriak di depan umum. Gila.

"EAAAA" Barisan belakang pada cie-ciein sambil goyangin kursi Bagas. CIE AHAY

Bagas tertawa. Somplak ni anak.

"Kita doain ka Chelsea sama bang Bagas jadi couple ter DA BEST yaah!!!" Robin teriak dari mic.

"Huuuuuuuuuuuu"

Chelsea menoleh ke arah Bagas. "Abang udah ngefly kaga? Baper ya baper?" Chelsea nyubit pipi Bagas. Gemyesss deee

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Hiburan yang telah ditampilkan cukup menghibur. Tiba tiba Aldi dan Aline masuk ke atas pentas. Semua cukup tegang. Mencapai acara inti.

"Kepada seluruh siswa dan seluruh guru maupun orangtua murid yang terhormat sudah boleh meng-vote pilihan kalian malam ini. Semuanya wajib memilih. Queen of the night, King of the night, The best couple SMAN12, penampilan favorite, dan deretan murid berprestasi. Nominenya sudah ditampilkan di big screen. Dan vote akan kita mulai tiga menit lagi. Dan ditutup pada jam 23.20 WIB. Pilih yang memang kalian rasa wajib untuk dapat Trophy SMAN 12 Okay,"

"Karena tinggal 12 detik lagi, mari kita mulai hitung mundur. Siapkan vote-an anda,"

***

Voter/class : Chelsea/12ipa2

The best couple :
Agatha Chelsea & Bagas RDS

Penampilan ter favorite :
Opening by Agatha Chelsea & Bagas RDS

Murid berprestasi :
Bagas RDS

King of the night :
Bagas RDS

Queen of the night :
----

"Kaga tau mau siapa yang gue vote, nama lo kaga ada lagi gas," Chelsea sibuk sendiri sama vote-annya.

"Yang lo vote siapa?" Bagas berbisik.

"Masa QOTN nya kaga ada nama lo. Sebel gue,"balas Chelsea.

"Nih anak goblog bet sumpah. Lo kira gue banci kaleng-_ Vote lo aja ngapa,"

"Gue maunya ngevote lo semua. Males mijit mijit tombol yang lain. Pertama itu nama lo yaudah fix lo semua yang gue vote," Chelsea polos beud.

"Kampred. Sini sini ah elu-_"

***

"HAE BROOO BRAYY SISTA ADE SAYANKK!!"

Sekarang Marsha, Jesslyn, dan Dinda yang menjadi MC. Bakal gablek nih kayanya.

"udah jam berapa nih gais?" Marsha sokap ewh.

"Jam berapa ya" Dinda goblog banget masa. Mana jam dia kaga ada sok pake cek tangan pula. Dress masa pake jam tangan. Lawww

"Mampos. Kaga ada jam lo. Malu maluin ewh turun lo dind. Hehehe canda mak"

Seisi gedung nyengir.

"Udah jam 23.28 nih. Nunggu dua menit lagi. Duh kaga sabar gua" Jesslyn bertutur.

"Vote-an udah ditutup kan yah? Menurut lo siapa yang bakal dapat trophy Jess?"

"Siapa ya?---"

"Huuuuuuu"

"Cindaiiiiui"

"Robinnnnn!!!"

"Sheryl woi!!!"

"Gleen"

"Chelseaaaaa"

"Difffaaaaaa"

"BAGAS. B A G A S!!!"

Semuanya koor fix.

"Adduhhh. Siapa ya? Menurut gue sih sii...."

Seisi gedung kian heboh.

Tiba tiba saja sebuah kotak manis dari atas stage terlempar ke arah panggung. Disertai seikat bunga mawar. Ketiganya langsung menangkap.

"Waduhhh. Ini nomine KOTN dan QOTN dulu yak. Kaga nyangka sih, uhuk. Kita hitung mundur aja yo dari sekarang mulai dari 12. Sama sama yaaaa!!"

"12, 11, 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4---"

"3,2,1!!!!!"

"King of the night SMAN 12,----"

***

"Wish we luck babe" Bagas berbisik. Tangannya menggenggam Chelsea.

Chelsea menoleh lalu tersenyum simpul.

"Ah elo. Kaga penting sih bagi gue,"

"King of the night SMAN 12 is....

Bagas Rahman Dwi Saputra dari 12 IPA 1. Congratulations for Bagas!"

Bagas berdiri tak percaya. Chelsea menatapnya sambil tersenyum.

"Congratulations malove,"bisik Chelsea.

Bagas tersenyum lega. Ia mengecup dahi Chelsea.

Chelsea kaget. Sumpah. Sumpah dia kaga pernah diginiin sama Bagas. Suer. Bener. Aseli dah. Chelsea jujur banget. Woi. Chelseamimpi. Woi. Woi. Bagas nyium Chelsea. Bener. Aseli!!!

"Jir. Tai. Cium cium depan umum lo kampret!!" Difa tereak dibelakang.

Bagas ketawa lalu memeluk (paksa) saingan nominenya. Difa, Gleen, Karel, Aldi, Robin, dll dah.

"Queen of the night kita. Selamat kepada---,"

"Wish you luck,"Bagas berbisik.
Chelsea tertawa kecil.

"Selamat kepada Yoriko Angeline, 12 IPA 4!!!"

"QOTN dan KOTN dipersilahkan naik ke atas. Dan diperbolehkan untuk dansa bersama,"

Chelsea diam. Diam aja malah. Dia mau buat apa lagi coba? QOTN mah bodo amat. Masalahnya Bagas dansa sama adek kelasnya yang model itu? Apa kata dunia? Njis.

Bagas dan Yoriko naik ke atas panggung. Bagas menerima trophy, selempang, dan mahkota kecil kecilan buatan perak. Yoriko too.

Yoriko bersalaman dengan Bagas. Ketika Yoriko meletakkan tangannya di bahu Bagas bersiap untuk berdansa, Bagas menolak dan menurunkan tangannya.

"Terimakasih sebelumnya. Tapi maaf banget. Gue kaga bisa dansa selain sama cewe gue sendiri. Lo pada tau kan semenjak gue terpilih jadi ketua panitia, dia sering gaje ke gue. Baru aja kita baikan, kaga mungkin gue dansa sama Yoriko yang jelas jelas gebetan Robin. Sure? Bin suara lo mana? Nah Yoriko gebetan tuh anak. Njis gue setia sama Chelsea woi haha. Kalo gue terima dansa sama Yoriko bukannya apa apa. Lo pasti bisa jadi Chelsea kan? Bisa aja gue dimaki abis abisan terus diputusin. Tiga tahun kaga cepat brai. Sip. Thankyou! Eit satu lagi deng, mau bilang, gue sayang lo Chels, haha. Bhay dah," Bagas ngoceh panjang × lebar. Lalu turun dari panggung. Semuanya bertepuk tangan meriah.

"Njis. Bagas sweet amat. Tai. Dip kaya gitu kek lo," Angel beragumen.

Chelsea hanya diem. Tidak tahu apa yang dilakukannya. Malam ini dia olahraga jantung. Asip. Mancay. Gila banget. Pede. Songong lagi. Sok nolak dansa. Belagu.

"Sok sok nolak lo tai. Jijay hahaha" Chelsea terkekeh. Dia menarik jas Bagas lalu mendekapnya. Tak lama kemudian Bagas merasa ada air di jasnya. Kampret. Si Chelsea nangis. Cengeng banget nih anak. Hahahaha

"Gila deh lo malam ini. Sumpah," Chelsea sempat sempatnya ketawa di sela ia mengusap air matanya.

"Adohh Chels lo nangis? Mampos lo gas mpuz," Bangke dibelakang nyorakin.

***

"Hela eperibadeh!! Ketemu lagi sama Robin ketjeh. Cowo ngehitz kelas 11hehehe" Robin berganti menjadi MC. Disebelahnya ada Yoriko. Cie.

"Huuuuuuu"disorakin bhak.

"Btw congrats ya Yor. Moga makin cantik," tutur Robin.

"EAAAAKKKK!!" Semua koor.

"Thanks ya Bin hehehe. Bisa aja,"

"Oh iya btw besok ada kegiatan kaga?"

"WOI INI BUKAN PC LINE LO SAMA YORI WOII" Anak belakang pada tereak. Sue

"Emang bang Bagas kaga bisa dansa tadi sama lu, tapi gue bisa kok hehehheeh,"

"POTEK DEDEQ MAZZ" Alayers belakang muncul.

"Oke sip kembali ke topic. Kita bakal bacain deretan murid berprestasi nih. Siap siap ya!"

"Gue yang bacain ya Yor. Nih ada 7 orang. Berprestasi banget nih. Bawa nama sekolah,"

"Iya langsung bacain yuk,"

"Di nomor 7 ada siapa nih? Ternyata ada kak Adinda Galuh Hapsari. Nomor 6  ko Gleen Evangel. Dan di nomor 5 ada kak Cindai Gloria!!"

"Nih dia. Di nomor 4  ada kak Agatha Chelsea lho! Nomor 3 kak Sheryl Samantha. Nomor 2 ada kak Bagas Rahman Dwi Saputra, dan di nomor satu adalah kak MARSHA PRABASWARA!!!"

Chelsea bertos ria dengan Marsha. Masuk tjoy!

Ketujuh-tujuhnya mendapat trophy dan bingkisan. Mayan.

"Sekarang kita bakal bacain penampilan terfavorite ya! Kamu yang bacain Yor!"

Yori mengangguk.

"Siapa yah? Aduh. Pasangan favorite gue lewat ternyata. Congratulations for sista Salsha Adriani dan bro Alvaro Maldini. Alumni SMAN 12 YEYYY!!"

Bagas menatap Aldi yang berjalan dibelakangnya. "Selamat ya bro. Sukses terus, balikan aja sono haha"ujarnya. Aldi tertawa lalu mengangguk dan berterimakasih padanya.

Aldi dan Salsha naik ke atas panggung. Mendapat bingkisan dan selempang couple ahzig.

***

Lampu tiba tiba mati. Dan kaya hantu gablek, Josia dan Gilang muncul seketika lampu hidup lagi.

"CILUK BAA HAHAH" njis. Ngakak w.

"Jos, jam berapa sih ini? Kayanya dansa kaga jadi jadi dah. Gue kan pengen dansa...." Gilang jablay.

"Jones aja songong lo. Hahaha. Sebelum kita dansa, kita mau bacain the last nomine nih. Lo tau kaga? Wey temen temen sebangsa setanah air, tau nggak the last nomine apaan?"

"couple ter the best!!!" Semuanya serentak.

Lampu hanya menerangi kedua MC itu ternyata. Mereka terlihat sibuk dengan surat berpita dan seikat bunga. Ribet amatz.

"Waw. Sudah ku duga bhakakaa" Josia teriak ketika membaca hasil vote.

"Liat dong liat. Ooow dia ngehitz yah,"

"Iya. Kalo menurut gue sih mereka bukan couple soalnya berantem mulu. Sama sama songong nih dua hahaha"

"Siapa sih?"

"Bagas RDS sama Agatha Chelsea cuy!" Masih kelihatan berbisik, tapi tepuk tangan meriah menyambut mereka. Pake acara nebar ampas kertas gitu lagi.

Chelsea berdiri lalu memeluk Bagas. Kaga caya. Aduh. Duh duh. Aseli. Aseli. Indah banget nih malem.

Kemudian Chelsea mengangkat dressnya untuk berjalan dan melingkarkan tangannya di tangan Bagas.

Keduanya berjalan menuju atas panggung.

Chelsea menerima lima bucket bunga, mahkota couple, dan selempang serasi dengan Bagas.

"Kata sambutan dulu lu Chels. Daritasi diem aja perasaan. Curahin dong. Cowo lu aja udah buka bukaan hihihi"

Chelsea nyengir lalu memegang gagang mic.

"Huft" Suaranya menarik nafas pun terdengar. Memecah keheningan.

"Sebelumnya gue mengucapkan terima kasih buat siapa aja yang udah nge vote Bagas sebagai KOTN,"

"Gue mengucapkan terima kasih sama ketua panitia acara penyelenggaraan ini terlebih anggota koordinir. Good job gbu guys,"

"Maafin gue udah gaje minjem Bagas pas latihan. Malu maluin kalo ngingetnya hehe"

"Dan gue minta maaf sebesar besarnya sama Yori. Yor? Helo? Bukannya gue cemburu, kaga enak aja sih dilihat. Lo kan gebetan Robin. Lagian gue kaga rela juga sih hahaha"

"Dan terimakasih yang udah ngevote gue sama Bagas jadi the best couple SMAN 12 of the night. Kayanya kalo gue ga divote gue kaga bakal megang 5 bucket mawar nih dah,"

"And big thanks to god. Thanks to this night. I'm very love it. And - Bagas. Gue cinta juga sama lo. Sumpah deh. Walaupun ngeselin, songong, gablek, tapi cuma lo yang bisa buat gue falling in love terus. Hahaha thanks semua. Have a good day. Semoga kita lulus dengan nilai memuaskan. Dan jangan jadikan perpisahan ini akhir untuk segalanya. GBU dear!"

Chelsea turun dan kembali bersanding dengan Bagas. Disertai tepuk tangan meriah.

And this time to dansa.

Chelsea menatap Bagas. Lalu tangan kanannya memegang pundak kiri Bagas. Bagas melingkarkan tangannya di pinggang Chelsea.

Jam menunjukkan pukul 00.00.

"Gue gak mau kehilangan lo,"

***

Rabu, 05 Agustus 2015

See You Again #1



Lets share your story, ^^



Author By :
Alya Nirmala Jambak

Daftar Pemain :    

Michelle
“ Pada satu orang, yang dengan mudahnya datang dan pergi begitu saja”

Clara
“Tidak kah kau rasa, bagaimana relung ini tertahan. Akan tetapi sesuatu melarangku. Mengucapkannya dengan mudah tetapi berusaha untuk itu perlu waktu seribu tahun”

Calista
“Merelakan apa yang seharusnya bukan untuk diraih. Sulit dan isi hati kita yang sama”

Diandra
“Siapkah ku untuk jatuh lagi?”

Ashilla
“Dia adalah dia. Tanpa alasan yang memihak, dan dia memang dia”

Alza
“Sesakit apapun itu, tak akan berarti mengigat pengorbanan terlalu berarti. Namun maksud awal yang sudah merayapi isi, akan tertawa juga. Bodoh itu pelajaran mulanya. Tunggu saja dia hati kecilmu berkata”
DSYERA : ‘Love is hurt and need full heart’


Need prays from you, big love from me. From us, D’SYERA. That’s our story. Lets share your story!
Delima, Sherin, Yemima. Elizabeth, Ruth, Alya.



Thursday, 23 Juli 2015
Alya Nirmala Jambak


-----

Bagian pertama

“Cla, kalau kita suka sama cowok. Itu salah nggak sih?”

Clara mendelik mendengar pertanyaan yang dilontarkan kembarannya. Yang tidak ada hujan, tidak ada terik, tiba-tiba ia bertanya begitu. Tertebak sudah mengapa perempuan yang dianggapnya adik itu akhir akhir ini memang suka bertingkah aneh. Sadarkah, mereka adalah dua orang muslimah?

“kenapa kamu nanya begitu?”

Bukannya menjawab, Clara memberi penegasan dengan lirikan tajam dan kedua alisnya ikut naik. Tidak layak seorang muslimah begitu. Apalagi mereka adalah senior organisasi ROHIS disekolahnya.
“ya nggak papa. Cuma pengen nanya aja” Sesumringah apapun senyum Alza tak menyurutkan introgasi tajam dari Clara.

“kamu yang dulu ngajak aku ikut ROHIS. Kamu dulu yang ngajak aku supaya berjilbab kemana aja. Kamu dulu yang nyemangatin aku supaya nggak terlalu larut dalam urusan cowo. Sekarang, aku udah berubah. Aku udah ikutin kamu. Kenapa kamu balik nanya begitu sama aku. Secara usia memang aku yang lebih tua dibanding kamu, tetapi menurut aku, kamu yang lebih mencolok ilmu agama daripada aku. Kamu ini kenapa? Jatuh cinta?”penuturan Clara seolah olah menyudutkan ketika mensodori pertanyaan tadi.  Alza merasa salah ketika mulutnya menanyakan hal itu. Dan haruskah ia dicurigai oleh kembaran sendiri?

“aku khilaf Cla”

Fokus Clara seketika buyar ketika dua orang perempuan mendatangi mereka yang tengah duduk dibangku sekolahan yang sudah sepi.

“Di sama Calista mana?”tanya Alza. Sengaja megalihkan pertanyaan dan pemikiran lebih lanjut Clara.

“Diandra masih disuruh bantuin ma’am Hilda. Calista lagi nyatet roster terus adaain kebersihan sama teman sekelasnya. So kita cabut duluan katanya. Ye capcus!”tutur Ashilla. Wajahnya riang menyambut kepulangan sekolah. Dengan ini dia bisa bebas bermain laptopnya. Suatu kebiasaan baru bagi seorang Shisil.

“ Yaudah, yok capcus!”

Mereka berempat berjalan keluar sekolah. Sedikit hati terganjal dibenak Clara, masih belum puasnya ia bertanya langsung pada Alza. Di dalam hati Alza, ia berharap Clara melupakan pertanyaannya tadi.
Setiba digerbang sekolah, mereka berhenti. Seorang pemuda sebaya keempatnya menghampiri dengan helm yang terpampang menutupi wajah dan kepalanya.

“Chelle, pulang bareng yuk?”

Alza, Clara, Shisil melirik keduanya. Boy dan Michelle. Apa maksud gerangan mendatangi keempatnya?

“Em-“ Yang diajak terlihat gugup tak tau mau menjawab apa. Yang lain menatap datar lelaki itu.
Seolah meminta pendapat ketiga sahabatnya, Michelle mencondongkan dagunya. Tentu saja langsung mendapat respon balik dari Shisil.

“Btw sorry banget. Kita berempat mau pulang bareng. Ada sesuatu yang harus dikerjain, dan itu penting”jawab Shisil datar.

Michelle ikut mengiyakan. Mengikut pula Alza dan Clara. Menolak secara halus.
Boy terlihat menunduk. Lalu mengangguk tersenyum, “kapan kapan boleh dong?”tanyanya tak menyerah.

“Maybe”balas Chelle singkat.

Lelaki itu tersenyum simpul lalu meninggalkan keempatnya. Ia menaiki motor yang terparkir tak jauh dari lokasi mereka. Kemudian pergi dengan menganggukkan kepala.
“Kok tumben lo jawab halus gitu Shil? Biasanya lo kompakan sama Di ngasarin tuh cowok. Gak kalah mental kan?”canda Alza.

Shisil menggeleng cepat. Menangkis penuturan Alza, “nggaklah. Malaikat baru turun dekat gue. Tilutiliu”

Ketiganya tertawa kecil. Sampai tiba sebuah taksi, Clara menyetop.
“gue sama Alza duluan ya? Dah!”imbuhnya.  Alza melambaikan tangan kanannya memberi pamit pada kedua temannya.

Michelle dan Ashilla membalas senyum lalu mengangguk. Tak lama kemudian jemputan Ashilla datang. Dan selang lima detik, sebuah taksi kosong menjemput Michelle.

***

‘Tlengneng’

Line

Jsnrn : Selamat tidur, mimpi  yang indah buat adders sy. Mimpiin saya yah:D Gdnght! ^^

Ashilla teriak meloncat ketika OA itu memberi kata-kata hangat untuk addersnya.

JSNRN. Id linenya itu, dan display namenya juga. Yang iya tau, mengikut trend line saat ini. OA itu punya salah satu kakak kelas disekolahnya yang kini sebagai gitaris band terkenal. Dia sebenarnya tidak tau, dan ‘jsnrn’ itu memang sosok misterius bagi addersnya.

JSNRN itu jago main gitar. Suka memberi kalimat baper. Walau bukan Cuma untuknya. Shisil sengaja masih merahasiakan tentang OfficialAccount ini dari sahabat sahabatnya, ia takut, saingannya nambah.

‘Tlengneng’

Line

Jsnrn : Happy10K adders. Yah pasti sy seneng. Buat gift malam ini, sy bakal ngeshare chord gitar lagu ‘Bruno Mars – Just the way you’re’ cek TL yuk:) selamat menikmati

 Shisil langsung bergerak cepat membuka timeline ‘JSNRN’ itu. Lalu menemukan video chord gitar indah darinya. Meski hitam semua, hanya lagu yang berbunyi, tak menyurutkan semangatnya.         
Senyum tak bisa  digambarkan lagi bagi seorang Ashilla Jenata. Bantal bantal dan guling sudah berserakan dibawah lantai. Ponselnya terbawa ombang loncatan kerasnya.

Dengan cepat ia membuka chat group ‘Bukan Anak Baper’ lalu ngesharenya to chatt.

***

< chatt group ‘Bukan Anak Baper’ >

Diandrahub : keren njuy! Siapa tuh?

Michellee : mancay yah

Alzsya : cakep cakep., btw siapa shil?

Calistah : lumayan shil

Shillashil : cowo gue. Aww makasih makasih!

Michellee : just the way u’re buat *blankblank*

Diandrahub : jgn bilang buat boy chele, eoh

Michellee : selaw di haha

Alzsya : siapa sih itu, kepoo

Calistah : pp gue hahah

Shillashil : masa pp lo -.-

Diandrahub : Clara mana? Tumben gak nongol tuh anak

Calistah : tanya sama twinsnya #nyekekalz

Alzsya : lagi ngerjain tugas. Tugas dia numpuk kasian bgt wkwk #baruliatcla #givecalistmouseracun #digorokemaknya

Shillasil : give me ‘c’ give me ‘l’ give me ‘a’ give me ‘r’ give me ‘a’ gogo clara!!! #minumjuscabeijo

Michellee : cemangad clara#nyipitinmata #tahannapas #buang #tahanlagi #tahan!

Diandrahub : kami mendukung mu clara, atas segenap bangsa Indonesia #bunuhAlz #twinsgakbae #jahad #bantuinsono #barbiemautidur #sleepingbeauty hahahk

Shillasil : dd kecil cie dii.  Kita siapa? Anak baper. Tidur jam berapa? Jam 3 malem!! #deklamasi

Alzsya : sorry gue ga jam 3 malem

Calistah : jam 5 subuh ye ciee alz bhk

Clasy : hai teman teman #ciumatuatu #pelukduadua #seretigaiga #cekekempatempat

Alzsya : hi twins, bb lu!

Shillasil : hi cla, kerjain tugas gue dong jg

Diandrahub : akkhirnya dtg juga lu

Calistah : cie rajin

Michellee : tidur sanah kamo

Clasy : apa salah aku sih teman #hayati #lelah

Alzsya : gentian, dd Barbie mau bobo. Bye #cip #ok

Michellee : najis anakRohis begitu eoh

Alzsya : jgn negative kamu, itu mau nulis sip ok. Jauhkan suudzon kamu nak

Shillasil : bhakkaka

Calistah : cini mami peyuk kamu chelle

Diandrahub : Barbie juga ah, mwah. #sleepingbeauty #cip #ok

Clasy : bhk-,- tidur aja semua

Alzsya : gjd

Diandrahub : gjd

Clasy : mau tidur juga, papay:D!

Alzsya : jg

Diandrahub : jg

Calistah : jg

Michellee : jg

Shillasil : jg


MWAH!

***

“Geng baper mau lewat. Kasih jalan! Huehehe”teriak Diandra dengan keras. Orang orang dikantin bersorak meledek. Cewe yang gemar mengikat rambut dan doyan bergurau itu tersenyum simpul.

“Kak Di, minta pin dong!”sahut seorang adik kelas. Laki laki pastinya, lumayan mukanya.

“sorry gak ada. Adanya PINdahin hati kamu ke aku!”balas Diandra. Satu kantin bersorak. Bisabisanya kakak kelas godain adik kelas disituasi begini. bhakaka.

Perhatian Alza jatuh ke arah senior 3 disudut kantin yang tengah berkumpul membahas suatu masalah programana ROHIS. Mereka memang biasa meminjam lokasi sudut kantin untuk mengemukakan laporan pimpinan dibawah ustadz Usman.

“lo berdua gak ikutan musyawarah ROHIS?”

Lamunan Alza berkilah ketika Calista berbisik ke arahnya dan Clara.
“sebenarnya itu buat anak kelas 3 atas, sama pimpinan dan struktur atas.”tuturnya.

“tapi kalau kita ikutan juga gak papa. Malu deng”balas Clara. Mereka berempat menatap keduanya.
“yang gue perhatiin, kak Haikal itu kelihatan berwibawa banget ya”bisik Michelle.

Tanpa sadar, Clara dan Alza tersenyum. Mengundang banyak tanya dipikiran keempatnya. “uy, gak boleh katanya”

“Astagfirullah” keduanya meringis.

“yaudah duduk yuk!”

Mereka mencari tempat strategis. Lalu memesan secukupnya.
“JSNRN itu siapa sih shil? Keren banget permainan gitarnya!” Diandra buka suara. Menatap Shisil yang masih fokus dengan  ponselnya.

“secret”jawabnya singkat.

“main rahasia rahasian nih. Males!”tukas Calista. Clara menatap bingung, “JSNRN yang mana? Idie gue gak dikasih tau!!”

“makanya kalo buka chat group scroll dari atas atuh. Semalem sibuk ngerjain tugas sih sok rajin bhakaka”sindir Alza lalu memeletkan lidahnya.

“iya lupa”

‘DRRRTTTT’

Ponsel Calista bergetar.

“iya lah, yang nggak jones. Males dah” kelimanya berdecak sebal diikuti cengiran Calista.

“Stevan bilang, gue mau diajakin jalan!! Yeyyy!”Calista tersenyum kemenangan.

“enak yah kalo pacaran. Kita? Jones semua eoh”ketus Michelle.

“nasiban kita dua. Nunggu apa yang gak tau ditunggu. “Alza Clara berpelukan dramatis.


‘ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH, KEPADA ANAK ROHIS DIHARAPKAN BERKUMPUL DILAPANGAN SEKARANG. KARENA AKAN DIADAKAN PEMILIHAN STRUKTUR BAWAH’ teriakan dari microphone sekolah secara  mengejutkan terdengar.

Clara langsung menatap sudut kanan kantin. Ternyata mereka sudah pergi.  

“kalian dua calon kan? Udah sono! Nanti kita empat nyusul”tutur Shisil. Keduanya langsung beranjak ke lapangan.

Lapangan sudah hampir terpenuhi banyak anak yang pastinya anak Rohis. Beberapa anak nonIs juga ikut melihat dipinggiran. Setelah keduanya berbaris, keempat lainnya ikut menyusul dipinggiran.
Haikal selaku ketua ROHIS berjalan pelan melewati barisan anak ROHIS.

“assalamualaikum ikhwan”sapa sebagian anak perempuan. Haikal membalas sapa dan tersenyum, 

“waalaikumsalam”

Alza dan Clara bertatapan. Ketua ROHIS itu selalu memberi ingatan manis pada anggotanya.

“permisi ukhti, boleh maju ke depan?”sapa Haikal halus. Si kembar menyunggingkan senyum.

“kita berdua masih calon kan ikhwan?”balas Clara disusul anggukan Alza.

“iya. Usul ustadz kalian maju aja dulu” senyuman itu tak pudar menghias bibirnya.

Keduanya mengikuti suruhan ustadz yang menyuruh mereka maju ke depan lebih dekat lagi.
Ustadz Usman membuka pembukaan pengumuman pemilihan struktur bawah kali ini dengan gaya bahasanya yang tegas dan kadang diselipkan kalimat guyonan dengan kalimat gaul.

“Bismillahirrahmannirrahim, saya akan membacakan tiga orang yang terpilih untuk menduduki struktur bawah kelas 2 ROHIS SMA ini. Syukron kepada Ananda Ayu dari kelas Ipa2, Alzaisya dari kelas ipa1, Muhammad Fadlan dari Ipa35.  Selamat untuk yang terpilih, kalian terpilih karna kalian yang dipercaya”

Clara tertunduk. Jadi sebagai apakah ia disuruh di depan ini?

“Oh ya maaf. Ustadz lupa, untuk menggantikan posisi Anta Ilya dari ketua akhwat, kami telah memilih Clarasya sebagai penggantinya. Selamat! Kita doakan mereka dapat melakukan tugas dengan baik. Alhamdulillah terimakasih Wassalamualaikum”

Ketika ustadz turun drai podium, seluruh anak bertepuk tangan.

“selamat kembaran gue. Lo jadi ketua akhwat”tutur Alza pelan. Ia menepuk pundak Clara dengan pelan.

Tampak dari sana Haikal, ketua ROHIS sekaligus ketua ikhwan, berjalan mendatangi mereka.
Jantung yang manakah berdetak lebih cepat? Siapakah yang menggigit bibir bawah, menunggu apa yang terjadi?

“Syukron ukhti. Selamat bergabung. Kita bisa menjalin kerjasama yang lebih baik lagi”
Clara tersenyum simpul lalu mengangguk.

“terimakasih kak”

Di, Calista, Shisil, dan Chelle mendatangi mereka dengan penuh riang.

“CIIEEEEEEEEEEEEEE!!! SELAMAT YAAAA”teriak keempatnya.

***

“awas kalo lo pulang lama! Gue cekek gue campakin ke rawarawa”gurau Alza pada Calista yang tengah menunggu jemputan nebeng sang cowok, Steven.

“pengen cepet cepet pulang nih, mau buka Line pake wifi gratis rumah. Terus kerasa jones disini, bolehkah ratu putri bidadari dari kayangan pulang duluan?”Shisil bertanya ketus.

“ntar kalo lo pulang, temen CS gue kalo Boy dateng mau ngajak Michelle pulang bareng siapa?!” Diandra tertawa kecil.

“Oiya Barbie lupa”

“UUUUUUU”

“yang kembaran tumben mau nunggu biasanya duluan?”

“tanya sama ketua akhwat kita lah”tutur Alza. Mereka melirik Clara.

“uy!”

“eh iya astagfirullah apa?”

“ngebayangin kerja sama yang dijalin sama kak Haikal nanti ya?”tuding Michelle. Clara langsung menggeleng.

Sebuah senyum melencos tiba tiba. Memudar tanpa sepengatahuan.

“nggak ah. Kita dua pulang duluan nih?”

“iya silahkan ibu hajjah”

“amin, duluan ya!”

Alza langsung menyetop taksi lalu naik cepat diikuti Clara tanpa basa basi

“kaya aneh gitu gue liat berdua”ucap Di. Yang lain mengangguk setuju.

“apa iya, dua duanya suka sama satu orang yang sama?”

“ah nggaklah. Gak boleh buruk sangka dulu. Lagian anak rohis toh mereka”

Tudingan Shisil berusaha mereka yakinkan.
“gue luan ya. Babayy!”Shisil berseru jemputannya sudah tiba.

‘TINNNN’

Calista berseru riang. “gue luan juga?” kepalanya menoleh. Steven telah tiba. Lelaki yang sudah dua bulan ini jadi pacarnya. Yang bersekolah di SMA nomor satu dikota ini.

Michelle dan Diandra mengangguk.

Calista berlari riang menuju mobil Steven.
Setelah berbicara sebentar, Calista berteriak pada keduanya.

“AYO IKUTAN!!”
Michelle Diandra bertos ria. Uang pulang bisa disimpan buahahahha

***


Dear my dream,
How are u?



Clara langsung menutup diarinya ketika pintu kamar diketuk dari luar. ‘Pasti Alza,’ tebaknya. Secepat kilat ia menyimpan buku itu di dalam tas.

“Masuk ya gue ketua akhwat!”teriak kembarannya itu.
Clara bersahut mengiyakan.

Pintu terbuka. Alza menatap Clara.
“Cie yang besok sering sama kak Haikal cie cie..”godanya.

Clara mendesis sebal, “sok tau ah. Yang gue tau kak Ilya dulu gak pernah tuh sering sama kak Haikal”sanggahnya.

“ups ketua akhwat lo gue ngomongnya. Jadi hotnews lah”ledek Alza.

“Tidak mungkin seperti itu. Kan akhwat dan ikhwan dilarang keras untuk bersama” Clara mengganti gaya ucapan dan bahasanya.

Alza nyengir lalu melempar bantal ke arahnya.
“Tapi kalo sering ditugasin sama, enak kan? Kesempatan buat deket lah jadi calon huhaha”pasti Alza.
Pipi Clara memerah. Ia melempar bantalnya pada Alza. Alza tersenyum tiada arti.  Ia lenyap dibawah selimut tebal miliknya setelah mencium pipi Clara dan mengucapkan assalamualaikum, semoga mimpi indah.

‘if I say yes, there is the broken heart like you’batinnya. Ia meringis melihat adiknya yang tidur lelap.

‘Tlengneng’

Ponselnya berbunyi. Notifikation from Line. Pastinya itu bersumber dari group ‘Bukan Anak Baper’ yang insomnia.

Michellee : guys, gue diajak Boy balikan, huhaaaaaaaaa

Diandrahub : terserah lo sih, tp gue males, putus nyambung mulu

Shillasil : cie jones yg jalanin aja ga capek buakak

Diandrahub : -,- emak pun bisa merasakan nak!

Clasy : weissss
Calistah : menurut gue gak usah dulu deh chelle, harusnya tuh anak dikerjain dulu

Michellee : kerjain gmn?-,

Diandrahub : ihh calista benerr:*

Shillasil : setujuuuuuuu

Clasy : ngikut aeh

Calistah : ntar dulu, gue mau nanya, lo masih suka nggak?

Michellee : rasa gue ini gak pernah ilangg huft

Clasy : -----------------

Shillasil : eak-,-

Diandrahub : ah lo mah kebal bgt-,-

Michellee : Michelle seterong

Shillashil : alza mana?


Clasy : tdr udah

Shillasil : aih
Michellee : gue pasrahin ke kalian aja deh besok. Mau tidur bhay


Shillasil : okehh. Di kita beraksi:D

Diandrahub : wokeh bhakak
Calistah : ikut wkwk


Clasy : ngikut dah

Shillasil : ngestalk doi gue nihhh iiiii,

Sampe 999+ bahasin cogan [gaya DSYERA bgt :D ]
***
Shillasil liked you post [213]

Shillasil commented on your post [98]

“Oh my god.  Sampai ngestlak saya banget?” seorang lelaki tampan tertawa kecil melihat notification OA linenya.

Ia membuka akun tersebut. Tertawa melihat salah satu postnya, yang sharing videonya. Matanya sedikit menajam ketika melihat captionnya.
‘<video> calon gue aw aw banget. Kelihatan gak jones dah begini HUAAHAHH, CALISTA GUE NYUSUL!!’
Senyumnya memgembang.
Aneh. Adik kelasnya yang tidak menyadari kehadirannya kini yang berada diantara mereka.

***
“Udah pamit pulang lama kan kalian?”
Bukannya menyapa, Diandra langsung to the point ketika sepasang kembaran menyambangi pintu kelas.

“Selamat pagi Diandra Suharja”sapa Clara keras.

Diandra tersenyum semanismanisnya. “Selamat pagi juga ketua akhwat!”

Clara tersenyum tipis. Tanpa aba-aba Alza mengambil tangan Di lalu mencium punggung tangannya dengan tidak ikhlas.

“kenapa kamu terlambat nak?! Ngesot keliling lapangan 17 kali cepat!!”Dramatis Diandra mulai kambuh.

“kata Clara kalian mau ngerjain Boy? Ow”tutur Alza.
“ssstt diam ah. Masuk kelas sana lo berdua. Bye Barbie mau balik mwah”Diandra berbalik.
Clara mendesis.

“Assalamualaikum ukhti”
Sekumpulan anggota ROHIS tiba-tiba menyapanya.
Clara langsung menoleh, “Waalaikumsalam ukhti, ikhwan. Pada mau kemana nih? Hehe” sedikit tersentak pada yang mengingati statusnya kini. Alza ikut menyapa pelan, “waalaikumsalam”
“mau ke depan. Dipanggil ustadz Usman tadi. Duluan ya ukhti. Wassalamualaikum”
“iya silahkan. Waalaikumsalam...”tuturnya lembut.
Alza masuk terlebih dahulu. Sedikit kesal dengan kejadian barusan. Apakah ia tidak dilihatkah?
“aku mau ke forum dulu kayaknya dipanggil abi deh. Assalamualaikum za” Clara mendahuluinya dengan cepat lalu meletakkan tasnya dikursi.
Alza mengangguk, “waalaikumsalam”
Ia menatap punggung Clara, menatap miris lalu menggelengkan kepala.
“Ukhti Clara!!!” sebuah teriakan di dengarnya tadi luar. Suara serak basah itu tidak asing lagi baginya. Alza langsung mendelik ke luar kelas.
Haikal.
Kakak kelasnya itu memanggil Clara yang hampir sudah memasuki forum ruangan diujung koridor dan pastinya sudah tidak terdengar lagi olehnya. Alza berbalik, senyum dibibirnya turun perlahan. Kerudungnya terbawa angin melambai berlalu, namun sepasang mata melihatnya.
“Ukhti! Ukhti! Ukhti Alza!!”
Alza terdiam, lalu kembali berbalik. Senyum itu sebagai pemalsu dirinya saat ini.
“Assalamualaikum ukhti, boleh saya bertanya?” Haikal menghampirinya. Jaket hitam yang dipakainya selama menaiki ninja, belum sempat terlepas.
“waalaikumsalam. Boleh. Ada apa ya kak?”
“em, bukannya ada maksud tertentu. Untuk –“ Haikal menghentikan ucapannya. Apakah pria tampan muslim itu kehabisan kata? Karnanya?
Haikal mengigit bibir bawahnya menunduk, kata apa lagi yang harus dilontarkannya? Pipi Alza malah sedikit memerah.
“ada apa ya kak? Coba diinget dulu”sarannya.

“itu—anu ukhti. Anu—oh ya saya baru ingat. Boleh tidak saya meminta nomor telefon kembaran kamu?”
Alza masih pada posisinya, menelan ludah.

“kembaran saya kak? Hm,Clara? Untuk apa ya kak?”tanyanya. Sepek a apapun Haikal tapi ia belum tau apakah senyum perempuan yang di hadapannya ini benar apa tidak.

“em anu. Supaya lebih sering kerjasama. Antara-“

“antara ketua sama ketua? Baik. Ini ya, 08xxxxxxxxxx”

Kata yang diucapkan Alza terlalu cepat dan ia belum sempat untuk mencatatnya.

“boleh diulang ukhti?” Haikal baru mengeluarkan ponsel dari saku. Alza langsung menekan ponsel secara sembunyi diroknya, membuka dering ponsel agar berbunyi.

“Ya Assalamualaikum umi, ada apa? Sebentar ya kak” Alza berdoa agar Allah memaafkan kebohongannya untuk sekarang. Ia masuk ke dalam kelas lalu berpura pura sebentar.

Haikal melirik jam yang ada ditangannya.

07.29. sebentar lagi bel masuk berbunyi.

Alza bersabar untuk melengketkan ponsel ditelinganya. Menunggu bel masuk berbunyi sekarang juga.

‘Teetttt’

“Lain kali aja ya ukhti. Terimakasih wassalamualaikum!”

Alza berbalik lalu mengangguk membas salamnya.

 ToBeContinue


Thankyou for Reading,xoxo
@AlyaBRDS