`Tittle : ‘Lovely Girl…’
Main cast:
*Bagas Rahman
*Agatha Chelsea
*Cindai Gloria
*
Chelsea
menatap sengit layar ponselnya, ‘ih!
Kenapa juga Bagas nge-uploud foto dia sama rekan kerjanya! Deket cewek lagi!
Bikin aku bête!’gumam Chelsea. Dia langsung menekan gambar ‘Callouts’ untuk
memberi komentar.
Agatha_chelsea
@bagasrds06 bagus ya… -_- ceweknya lumayan manis -_-
Ia
langsung menekan tombol klik. “Iih! Bagas…”ketusnya.
Tak lama kemudian, muncul sesuatu di layar handphonenya.
‘Bagas kunti is calling…’
“akhirnya…” Chelsea tersenyum evil. “Halo sayang!”sapa
Chelsea. Dari seberang sana, lelaki itu tertawa geli.
“ih kamu mah, cemburuan amat deh,”ledek Bagas, sang
penelpon. Chelsea memanyunkan bibirnya, “siapa juga yang cemburu. Sotoy kamu
mah…”jawab Chelsea. “duh duh, tuyulku ngambek. Cup cup”ejek Bagas. ‘ye nih
orang -_-‘batin Chelsea.
“siapa yang ngambek coba? Itu tuh, kalo gak ketemuan sama
aku satu hari aja, pasti kumat sotoynya”ledek chelsea balik. “haha, ih yul, aku
kangen kamu deh, ketemuan yuk!”ajak Bagas. “jadi nelpon Cuma pengen ketemuan
sama aku toh? Cuma karena kangen alesannya”cibir chelsea. “kan, kumat lagi
penyakit ngomel-ngomelnya”ejek Bagas. “iya deh iya. Kita dimana ketemuan Bagas
sayangku?”Tanya chelsea ala dramatis. “wkwk, kamu mah lucu banget kalo lagi
cemburuan. Kita jumpa di Sweet Coffe ya, Chelsea sayangku”Tanya Bagas balik.
“seh, ngebales dia. Okeyfiks, siapa yang duluan datang, dapat tiga permintaaan,
deal?”Tanya Chelsea. Dengan cepat gadis itu merias wajahnya dengan make-up
natural dan bersiap mengganti bajunya. “deal, dear. See and love you”Bagas pun
memutuskan sambungan telepon mereka. “wkwk, Bagas, 3 permintaan coming,
hohoho”tawa Chelsea. Dengan sigap ia mengganti pakaiannya yang cocok lalu
segera melesat ke kedai kopi tempat mereka bertemu, berdua...
*
Chelsea melirik jam lalu melangkah masuk ke dalam kedai kopi
tersebut. “Hai tuyul”sapa seseorang. Chelsea langsung menoleh kea rah sumber
suara. “iih kunti! Cepet banget kamu disini”ketus Chelsea sambil berdecak pelan
lalu duduk dihadapan Bagas, kekasihnya itu. Bagas tertawa geli melihatnya, “3
permintaan aku kan?”Tanya Bagas. Chelsea mengangguk dengan muka masam.
“pertama, kamu harus ntarktirin aku minum kopi kali ini, kedua, nanti kamu
nganterin aku pulang. Dan ketiga? Kamu gak boleh cemburuan sama aku lagi,”ucap
Bagas. “yee, itu mah berat-berat. Yang ringanlah… apalagi yang ketiga tuh,
itukan memang haknya perempuan buat cemburu. Lagian siapa sih yang gak cemburu,
kalo cowoknya foto bareng rekan kerjanya terus posisinya deket cewek
lagi”komentar Chelsea. Bagas menatapnya geli, “wkwk. Akhirnya kamu ngaku juga
kalau kamu emang cemburu. Cup cup cup”ledek Bagas sambil mengacak rambut
Chelsea.
Chelsea memandangnya sengit, “iih, cewek itu siapa sih? Kamu
mah mau aja foto-foto kayak begituan”tukas Chelsea. Bagas tersenyum, “gak usah
cemburuan juga atuh neng. Dia mah temen aku. Sebenarnya aku gak mau foto, tapi
Difa gebet banget”tutur Bagas. “gak mau foto tapi dimasukin instgram
kunti”geram chelsea. Bagas tertawa, “aku gemes banget deh sama kamu”Bagas
menarik hidungnya. “cepetan jawab”suruh Chelsea. Bagas mengangguk, “itu bukan
aku yang uploud. Yang uploud itu si Ajil. Kemarin dia minjem handphone aku lho…”jelas Bagas.
Chelsea mengernyitkan dahinya, “ngapain juga Ajil pake pinjem ponsel kamu terus
ngeShare dari instgram kamu, dia kan juga punya instgram… alesan pasti”tebak
Chelsea.
Percakapan harus terhenti sebentar karena seorang pelayan
membawakan mereka dua cangkir kopi.
“aku gak bohong. Tuyul kamu cemburuan banget sih”kata Bagas.
Chelsea meneguk kopi hangatnya. “Gim---“ucapan Chelsea terputus.
“Ingat! Kamu gak boleh CEMBURU--?”
“W-an”jawab Chelsea sambil menciutkan bibirnya. “janji?”Tanya Bagas. Chelsea mengangguk, “iya kunti kesayanganku”Chelsea tersenyum simpul.
“Ingat! Kamu gak boleh CEMBURU--?”
“W-an”jawab Chelsea sambil menciutkan bibirnya. “janji?”Tanya Bagas. Chelsea mengangguk, “iya kunti kesayanganku”Chelsea tersenyum simpul.
*
Gadis cantik itu mengecek twitternya. Tak sengaja ia
menemukan salah satu tweet dari rekan kerja Bagas yang berisi:
‘Congratulations for @bagasrds and
@ChindaiGloria. Success!’
“Iih!!”Chelsea meremas bantal
guling yang ada dihadapannya. “Bagas!”Ingin sekali ia berteriak sekeras mungkin
tepat ditelinga Bagas saat itu juga.
Dengan cepat ia membuka skypenya
lalu memilih video call dengan lelaki itu.
“Hai tuyul…”pekik Bagas. Chelsea
menatapnya datar, “mukanya kok kayak gitu sih? Ntar jelek lho”ledek Bagas.
Chelsea mengerucutkan bibirnya, “itu Ajil ngucapin apa sama kamu dan Cindai?
Cindai itu temen kamu yang pas foto disamping kamu kemarin kan?!”terka Chelsea.
Bagas menatapnya, “via?”
“ceck twitter.”tutur Chelsea. Bagas manggut-manggut. “kamu tau? Ajil itu rada lebay. Masalah karena proposal aku dan Cindai diterima client sampe segitunya dibesar-besarin”ungkap Bagas. Chelsea mengerutkan keningnya, “kamu gak bohong kan?”tebak Chelsea. “serius”yakin Bagas. “bener?”Tanya Chelsea. “iya lho sayang…”jawab Bagas. “awas!” Chelsea menunjuk Bagas dengan telunjuknya lalu seperti ingin menggorok leher musuhnya, diperankan Chelsea. “ih gemes aku, wkwk”Bagas tersenyum.
“ceck twitter.”tutur Chelsea. Bagas manggut-manggut. “kamu tau? Ajil itu rada lebay. Masalah karena proposal aku dan Cindai diterima client sampe segitunya dibesar-besarin”ungkap Bagas. Chelsea mengerutkan keningnya, “kamu gak bohong kan?”tebak Chelsea. “serius”yakin Bagas. “bener?”Tanya Chelsea. “iya lho sayang…”jawab Bagas. “awas!” Chelsea menunjuk Bagas dengan telunjuknya lalu seperti ingin menggorok leher musuhnya, diperankan Chelsea. “ih gemes aku, wkwk”Bagas tersenyum.
*
Tissa melangkah masuk ke kamar
pemilik rumah. Matanya menangkap chelsea yang sedang mengancam dilayar
ponselnya. “ih Chelsea, lo mau ngebunuh orang? Kok pake adegan gorok leher
sih?! Ih lo mag serem, ketularan anime jepang kaya kuchisake onna kali lo
ya,”ucap Tissa tiba-tiba. Chelsea tersentak lalu menoleh ke sumber suara.
“Tissa! Lo kayak hantu tau gak! Kalo masuk tuh ketuk kek, nih orang…”ketus
Chelsea. Tissa memanyunkan bibirnya. “masa muka chubby kaya Tissa Biani
dibilang hantu?! Kalo Ajil ada disini udah digorok tuh elo”canda Tissa lalu
duduk ditempat tidur sejolinya.
“kalau Ajil berani goirok gue,
Bagas siap dengan pedangnya menyentuh leher seorang pacar dari Tissa Biani.
Berani?!”tutur Chelsea. Tissa mengerucutkan bibirnya.
“Tis lo tau gak---“ucapan Chelsea
terhenti.
“Bagas dekat sama cewek ya?”potong
Tissa. Chelsea membulatkan matanya, “darimana lo tau?!”Tanya Chelsea.
“Ajil.”jawab Tissa polos. Chelsea memukul-mukul bantalnya. “dasar kunti
rese’!”tukas Chelsea. “kok kunti sih? Bagas keles”ralat Tissa. “diem lo”ucap
Chelsea. Tissa tertawa geli menatapnya.
*
Chelsea sekarang berada di Sweet
Coffe bersama Tissa. “ngapain kita kesini? Lo mau ntraktirin gue Chels?”ledek
Tissa. Chelsea mengernyitkan dahinya, “gue lagi sreg kesini aja. Gak tau
kenapa…”ungkap Chelsea. Tissa manggut-manggut. Tak lama kemudian, seorang
pelayan memberi mereka menu pesanan.
“gue pilih---“Tissa mulai
berpikir.
Tiba-tiba mata Chelsea menangkap
seorang lelaki masuk bersama seorang perempuan. Matanya membulat pasi. Ia
langsung merogoh ponselnya, lalu menelpon lelaki tersebut.
“kamu lagi dimana?”Tanya
Chelsea pelan via-telepon. Ia agak
menundukkan dirinya agar tidak diketahui lelaki itu. Bagas menjawab, “dikafe
biasa. Emang kenapa?”Tanya Bagas. Chelsea menahan emosinya, “sama siapa?”Tanya
Chelsea lagi. “bertiga kok---“ chelsea langsung meletakkan ponselnya dengan
kasar. Lalu berdiri dari duduknya mendatangi sosok lelaki dan perempuan itu.
“ini yang namanya bertiga?”cibir
Chelsea. Bagas tersentak, “Chelsea kamu kok ada disini?”Tanya Bagas. “eh, lo
siapa sih?! Plis lo jangan ganjen! Dia itu cowok gue”teriak Chelsea. Bagas
menggigit bibir bawahnya. “aduh Chelsea…”ujar Bagas. Perempuan itu menatapnya
aneh. “lo siapa? Siapa juga yang ganjen”tuturnya. Chelsea menatap Bagas gusar,
“aku udah tau belakangnya kamu gas!”teriak Chelsea muak. “chelsea jangan
teriak-teriak! Ini tempat umum!”pekik Bagas.
“terserah kamu deh!” Bagas menghela nafasnya lalu menarik tangan Chelsea ke luar kafe.
“terserah kamu deh!” Bagas menghela nafasnya lalu menarik tangan Chelsea ke luar kafe.
“gak usah tarik tanganku!”tepis
Chelsea.
“aku mau jelas---“
“jelasin apalagi!? Udah tiga kali
lho gas”tukas Chelsea. Bagas berusaha menenangkannya, tapi tetap juga keras
kepalanya Chelsea tidak bisa dilawan. “kalau kamu gak mau ngerti juga gak
papa!” Bagas menatapnya datar lalu pergi meninggalkannya diluar. “OH!”
*
Chelsea berbaring sambil menatap
layar ponselnya. “tuh anak rese emang!”cibir Chelsea. Dia mengecek SMS, BBM,
twitter? Tetapi satupun tidak ada pemberitahuan dari Bagas. Chelsea terdiam,
dengan segera ia mengecek twitter Bagas. Kekesalannya bertambah ketika ia
melihat tweet Bagas yang berisi:
@bagasrds
Berantem Cuma karena salah paham.
Kalo tuyulku marah, aku ikutan juga yaaa -_-
Chelsea mendecih, “Ih Sue lo”tukas
Chelsea.
*
Chelsea menepuk jidadnya, semenjak
kejadian dikafe itu, Bagas tidak ada lagi menghubunginya, “aku kangen kamu
kunti rese…”gumam Chelsea. Sudah berulang kali ia memention lelaki itu dan
nge-PING dia, tapi tidak ada satupun yang dibalas. “Gas, kamu ini gimana sih
sebenernya!?”
*
Chelsea terbangun dari tidurnya,
dengan cepat ia membuka skype dan memilih video call dengan Bagas.
“apa?”Tanya Bagas datar. Chelsea
mengernyitkan dahinya. “kok kamu ikutan marah sih?!”tukas Chelsea. Bagas
menatapnya datar, “kamu sih, keras kepala banget”tutur Bagas. “gimana gak keras kepala coba?! Aku liat kamu
sama cewek itu dengan mata kepala aku sendiri…”ketus Chelsea. “kamu mah keterlaluan
banget cemburunya. Cindai itu sepupu aku lho sayang…”jelas Bagas. “kok langsung
ke sepupu? Kemarin kamu bilang Cindai itu temen kamu. Ngeles tuh…”cibir
Chelsea. “kan mulai lagi bawelnya”ledek Bagas. Chelsea menatapnya datar, “kamu
Tanya aja sama mama”suruh Bagas. “okey fine”
*
Gadis cantik ini tersenyum pada
wanita setengah paruh baya dihadapannya. Hai tante calon mertua. Apa kabar
tan?”Tanya Chelsea halus. Tante Ira tersenyum, “Baik sayang. Duh calon menantu
tante dateng. Kok gak bilang-bilang sih?”Tanya tente Ira balik.
“wkwk, lupa tante. Oh ya, ada
Bagas gak tan?”Tanya Chelsea. “ada, tunggu ya, tante panggilin dulu”
Chelsea mengangguk, “makasih tan”
“Bagas! Calon menantu mama
datang”teriak Tante Ira. Chelsea nyengir.
Bagas turun dari lantai dua dengan wajah geli, “ooh calon istriku dateng
toh”ledek Bagas. Chelsea cengengesan. “oh ya, mari kita makan siang juga ayo!”
mereka bertiga pun duduk dikursi meja makan. Tiba-tiba terdengar suara pencetan
bel, “permisi tan… Cindainya ada?”Tanya seorang lelaki. Tante Ira mengangguk,
“masuk Lang. ayo makan!”ajak tante Ira. Gilang tersenyum, lalu duduk di sebelah Bagas.
“Cindai kok tinggal disini
tan?”Tanya Chelsea bingung. “Cindai itu sepupu Bagas Chel, dia datang dari
Manado buat kerja disini. Dan ini Gilang, calon tunangannya”tutur tante Ira.
“Hah?”Chelsea menelan ludahnya. Gilang tersenyum, “Ooh”Chelsea nyengir ketika Bagas
menatapnya geli.
“Gas, panggilin Cindai dong”ucap
tante Ira. “gak usah tan. Chelsea aja” Chelsea langsung melesat ke kamar
samping kamar Bagas.
‘tok tok tok’
Chelsea mengetuk pintu kamar
tersebut. Cindai pun keluar dari balik pintu.
“Eh elo?”Cindai mengernyitkan dahinya. “Eh Cindai. Gue mau minta maaf sama lo, atas kejadian seminggu lalu di—“
“udahlah, gak papa. Gue ngerti kok, gue kan juga cewek”tutur Cindai. Chelsea tersenyum, “thanks ya ndai. Oh ya, dipanggil tante Ira tuh disuruh makan siang, calon tunangan lo juga datang”ujar Chelsea. “okay”
“Eh elo?”Cindai mengernyitkan dahinya. “Eh Cindai. Gue mau minta maaf sama lo, atas kejadian seminggu lalu di—“
“udahlah, gak papa. Gue ngerti kok, gue kan juga cewek”tutur Cindai. Chelsea tersenyum, “thanks ya ndai. Oh ya, dipanggil tante Ira tuh disuruh makan siang, calon tunangan lo juga datang”ujar Chelsea. “okay”
*
Saat suasana lagi makan, Cindai
membuka topic. “oh ya, lo pasti Chelsea kan?”tebak Cindai. Chelsea mengangguk,
“calon Bagas?”Tanya Cindai lagi. Chelsea nyengir. “lo kok tau?”Tanya Chelsea
balik. “dan calon lo sering curhat ke gue tentang lo tuh”ungkap Cindai. Bagas
melotot, “masa sih?”tawa Chelsea. Cindai mengangguk, “dia cerita apa aja ke elo
ndai?”Tanya Chelsea. “katanya lo itu Bawel, Cerewet, Suka Ngomel, cemburuan—“
Bagas menginjak kaki Cindai, “ih
biarin Gas, lanjutin Ndai”suruh Chelsea.
“katanya lo itu emang bawel kalo dia angkat telfon lo lama, lo cerewet kalo lo nunggu dia dikafe gak on time, lo itu suka ngomel kalo dia ngeles, dan lo itu cemburuan kalo lo liat dia deket cewek, termasuk foto di instgram itu. Tappi—“
“katanya lo itu emang bawel kalo dia angkat telfon lo lama, lo cerewet kalo lo nunggu dia dikafe gak on time, lo itu suka ngomel kalo dia ngeles, dan lo itu cemburuan kalo lo liat dia deket cewek, termasuk foto di instgram itu. Tappi—“
“tapi?”
Cindai tersenyum, “tapi Cuma lo
yang ada dihati dia. Cuma lo yang bisa bikin Bagas gak makan gara-gara mikirin
lo, gak tidur gara-gara marahan sama elo, dan jadi dingin gitu kalo kalian lagi
diem-dieman. Aacocuwit”ungkap Cindai. Tante Ira tersenyum diikuti Gilang.
Sedangkan Chelsea tertawa dan Bagas nyengir. “aciyeh ciyeh” Chelsea menyenggol
pelan lengan Bagas. “udah kan? Jangan berantem gara-gara gue lagi ya. Gue udah
punya tunangan kok. Jagain tuh si Bagas, oke!” Cindai dan Chelsea bercas-an.
“thankyou”
*
“udah puas denger ungkapan Cindai
terang-terangan itu?!”Tanya Bagas sambil menyeruput kopinya di kafe biasa
tempat mereka berdua itu. Chelsea mengangkat bahu, “kurang sih gas. Ahaha”tawa
Chelsea. Bagas tertawa geli melihatnya.
*
TBC--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar