Jumat, 03 April 2015

Oneshoot : Lovely Girl

`Tittle : ‘Lovely Girl…’


Main cast:
*Bagas Rahman
*Agatha Chelsea
*Cindai Gloria


*
               Chelsea menatap sengit layar ponselnya, ‘ih! Kenapa juga Bagas nge-uploud foto dia sama rekan kerjanya! Deket cewek lagi! Bikin aku bête!’gumam Chelsea. Dia langsung menekan gambar ‘Callouts’ untuk memberi komentar.
Agatha_chelsea
@bagasrds06 bagus ya… -_- ceweknya lumayan manis -_-
               Ia langsung menekan tombol klik. “Iih! Bagas…”ketusnya.
Tak lama kemudian, muncul sesuatu di layar handphonenya.
‘Bagas kunti is calling…’
“akhirnya…” Chelsea tersenyum evil. “Halo sayang!”sapa Chelsea. Dari seberang sana, lelaki itu tertawa geli.
“ih kamu mah, cemburuan amat deh,”ledek Bagas, sang penelpon. Chelsea memanyunkan bibirnya, “siapa juga yang cemburu. Sotoy kamu mah…”jawab Chelsea. “duh duh, tuyulku ngambek. Cup cup”ejek Bagas. ‘ye nih orang -_-‘batin Chelsea.
“siapa yang ngambek coba? Itu tuh, kalo gak ketemuan sama aku satu hari aja, pasti kumat sotoynya”ledek chelsea balik. “haha, ih yul, aku kangen kamu deh, ketemuan yuk!”ajak Bagas. “jadi nelpon Cuma pengen ketemuan sama aku toh? Cuma karena kangen alesannya”cibir chelsea. “kan, kumat lagi penyakit ngomel-ngomelnya”ejek Bagas. “iya deh iya. Kita dimana ketemuan Bagas sayangku?”Tanya chelsea ala dramatis. “wkwk, kamu mah lucu banget kalo lagi cemburuan. Kita jumpa di Sweet Coffe ya, Chelsea sayangku”Tanya Bagas balik. “seh, ngebales dia. Okeyfiks, siapa yang duluan datang, dapat tiga permintaaan, deal?”Tanya Chelsea. Dengan cepat gadis itu merias wajahnya dengan make-up natural dan bersiap mengganti bajunya. “deal, dear. See and love you”Bagas pun memutuskan sambungan telepon mereka. “wkwk, Bagas, 3 permintaan coming, hohoho”tawa Chelsea. Dengan sigap ia mengganti pakaiannya yang cocok lalu segera melesat ke kedai kopi tempat mereka bertemu, berdua...
*
Chelsea melirik jam lalu melangkah masuk ke dalam kedai kopi tersebut. “Hai tuyul”sapa seseorang. Chelsea langsung menoleh kea rah sumber suara. “iih kunti! Cepet banget kamu disini”ketus Chelsea sambil berdecak pelan lalu duduk dihadapan Bagas, kekasihnya itu. Bagas tertawa geli melihatnya, “3 permintaan aku kan?”Tanya Bagas. Chelsea mengangguk dengan muka masam. “pertama, kamu harus ntarktirin aku minum kopi kali ini, kedua, nanti kamu nganterin aku pulang. Dan ketiga? Kamu gak boleh cemburuan sama aku lagi,”ucap Bagas. “yee, itu mah berat-berat. Yang ringanlah… apalagi yang ketiga tuh, itukan memang haknya perempuan buat cemburu. Lagian siapa sih yang gak cemburu, kalo cowoknya foto bareng rekan kerjanya terus posisinya deket cewek lagi”komentar Chelsea. Bagas menatapnya geli, “wkwk. Akhirnya kamu ngaku juga kalau kamu emang cemburu. Cup cup cup”ledek Bagas sambil mengacak rambut Chelsea.
Chelsea memandangnya sengit, “iih, cewek itu siapa sih? Kamu mah mau aja foto-foto kayak begituan”tukas Chelsea. Bagas tersenyum, “gak usah cemburuan juga atuh neng. Dia mah temen aku. Sebenarnya aku gak mau foto, tapi Difa gebet banget”tutur Bagas. “gak mau foto tapi dimasukin instgram kunti”geram chelsea. Bagas tertawa, “aku gemes banget deh sama kamu”Bagas menarik hidungnya. “cepetan jawab”suruh Chelsea. Bagas mengangguk, “itu bukan aku yang uploud. Yang uploud itu si Ajil. Kemarin dia  minjem handphone aku lho…”jelas Bagas. Chelsea mengernyitkan dahinya, “ngapain juga Ajil pake pinjem ponsel kamu terus ngeShare dari instgram kamu, dia kan juga punya instgram… alesan pasti”tebak Chelsea.
Percakapan harus terhenti sebentar karena seorang pelayan membawakan mereka dua cangkir kopi.
“aku gak bohong. Tuyul kamu cemburuan banget sih”kata Bagas. Chelsea meneguk kopi hangatnya. “Gim---“ucapan Chelsea terputus.
“Ingat! Kamu gak boleh CEMBURU--?”
“W-an”jawab Chelsea sambil menciutkan bibirnya. “janji?”Tanya Bagas. Chelsea mengangguk, “iya kunti kesayanganku”Chelsea tersenyum simpul.
*
Gadis cantik itu mengecek twitternya. Tak sengaja ia menemukan salah satu tweet dari rekan kerja Bagas yang berisi:
Congratulations for @bagasrds and  @ChindaiGloria. Success!’                      
“Iih!!”Chelsea meremas bantal guling yang ada dihadapannya. “Bagas!”Ingin sekali ia berteriak sekeras mungkin tepat ditelinga Bagas saat itu juga.
Dengan cepat ia membuka skypenya lalu memilih video call dengan lelaki itu.
“Hai tuyul…”pekik Bagas. Chelsea menatapnya datar, “mukanya kok kayak gitu sih? Ntar jelek lho”ledek Bagas. Chelsea mengerucutkan bibirnya, “itu Ajil ngucapin apa sama kamu dan Cindai? Cindai itu temen kamu yang pas foto disamping kamu kemarin kan?!”terka Chelsea. Bagas menatapnya, “via?”
“ceck twitter.”tutur Chelsea. Bagas manggut-manggut. “kamu tau? Ajil itu rada lebay. Masalah karena proposal aku dan Cindai diterima client sampe segitunya dibesar-besarin”ungkap Bagas. Chelsea mengerutkan keningnya, “kamu gak bohong kan?”tebak Chelsea. “serius”yakin Bagas. “bener?”Tanya Chelsea. “iya lho sayang…”jawab Bagas. “awas!” Chelsea menunjuk Bagas dengan telunjuknya lalu seperti ingin menggorok leher musuhnya, diperankan Chelsea. “ih gemes aku, wkwk”Bagas tersenyum.
*
Tissa melangkah masuk ke kamar pemilik rumah. Matanya menangkap chelsea yang sedang mengancam dilayar ponselnya. “ih Chelsea, lo mau ngebunuh orang? Kok pake adegan gorok leher sih?! Ih lo mag serem, ketularan anime jepang kaya kuchisake onna kali lo ya,”ucap Tissa tiba-tiba. Chelsea tersentak lalu menoleh ke sumber suara. “Tissa! Lo kayak hantu tau gak! Kalo masuk tuh ketuk kek, nih orang…”ketus Chelsea. Tissa memanyunkan bibirnya. “masa muka chubby kaya Tissa Biani dibilang hantu?! Kalo Ajil ada disini udah digorok tuh elo”canda Tissa lalu duduk ditempat tidur sejolinya.
“kalau Ajil berani goirok gue, Bagas siap dengan pedangnya menyentuh leher seorang pacar dari Tissa Biani. Berani?!”tutur Chelsea. Tissa mengerucutkan bibirnya.
“Tis lo tau gak---“ucapan Chelsea terhenti.
“Bagas dekat sama cewek ya?”potong Tissa. Chelsea membulatkan matanya, “darimana lo tau?!”Tanya Chelsea. “Ajil.”jawab Tissa polos. Chelsea memukul-mukul bantalnya. “dasar kunti rese’!”tukas Chelsea. “kok kunti sih? Bagas keles”ralat Tissa. “diem lo”ucap Chelsea. Tissa tertawa geli menatapnya.
*
Chelsea sekarang berada di Sweet Coffe bersama Tissa. “ngapain kita kesini? Lo mau ntraktirin gue Chels?”ledek Tissa. Chelsea mengernyitkan dahinya, “gue lagi sreg kesini aja. Gak tau kenapa…”ungkap Chelsea. Tissa manggut-manggut. Tak lama kemudian, seorang pelayan memberi mereka menu pesanan.
“gue pilih---“Tissa mulai berpikir.
Tiba-tiba mata Chelsea menangkap seorang lelaki masuk bersama seorang perempuan. Matanya membulat pasi. Ia langsung merogoh ponselnya, lalu menelpon lelaki tersebut.
“kamu lagi dimana?”Tanya Chelsea  pelan via-telepon. Ia agak menundukkan dirinya agar tidak diketahui lelaki itu. Bagas menjawab, “dikafe biasa. Emang kenapa?”Tanya Bagas. Chelsea menahan emosinya, “sama siapa?”Tanya Chelsea lagi. “bertiga kok---“ chelsea langsung meletakkan ponselnya dengan kasar. Lalu berdiri dari duduknya mendatangi sosok lelaki dan perempuan itu.
“ini yang namanya bertiga?”cibir Chelsea. Bagas tersentak, “Chelsea kamu kok ada disini?”Tanya Bagas. “eh, lo siapa sih?! Plis lo jangan ganjen! Dia itu cowok gue”teriak Chelsea. Bagas menggigit bibir bawahnya. “aduh Chelsea…”ujar Bagas. Perempuan itu menatapnya aneh. “lo siapa? Siapa juga yang ganjen”tuturnya. Chelsea menatap Bagas gusar, “aku udah tau belakangnya kamu gas!”teriak Chelsea muak. “chelsea jangan teriak-teriak! Ini tempat umum!”pekik Bagas.
“terserah kamu deh!” Bagas menghela nafasnya lalu menarik tangan Chelsea ke luar kafe.
“gak usah tarik tanganku!”tepis Chelsea.
“aku mau jelas---“
“jelasin apalagi!? Udah tiga kali lho gas”tukas Chelsea. Bagas berusaha menenangkannya, tapi tetap juga keras kepalanya Chelsea tidak bisa dilawan. “kalau kamu gak mau ngerti juga gak papa!” Bagas menatapnya datar lalu pergi meninggalkannya diluar. “OH!”
*
Chelsea berbaring sambil menatap layar ponselnya. “tuh anak rese emang!”cibir Chelsea. Dia mengecek SMS, BBM, twitter? Tetapi satupun tidak ada pemberitahuan dari Bagas. Chelsea terdiam, dengan segera ia mengecek twitter Bagas. Kekesalannya bertambah ketika ia melihat tweet Bagas yang berisi:
@bagasrds
Berantem Cuma karena salah paham. Kalo tuyulku marah, aku ikutan juga  yaaa  -_-

Chelsea mendecih, “Ih Sue lo”tukas Chelsea.
*
Chelsea menepuk jidadnya, semenjak kejadian dikafe itu, Bagas tidak ada lagi menghubunginya, “aku kangen kamu kunti rese…”gumam Chelsea. Sudah berulang kali ia memention lelaki itu dan nge-PING dia, tapi tidak ada satupun yang dibalas. “Gas, kamu ini gimana sih sebenernya!?”
*
Chelsea terbangun dari tidurnya, dengan cepat ia membuka skype dan memilih video call dengan Bagas.
“apa?”Tanya Bagas datar. Chelsea mengernyitkan dahinya. “kok kamu ikutan marah sih?!”tukas Chelsea. Bagas menatapnya datar, “kamu sih, keras kepala banget”tutur Bagas.  “gimana gak keras kepala coba?! Aku liat kamu sama cewek itu dengan mata kepala aku sendiri…”ketus Chelsea. “kamu mah keterlaluan banget cemburunya. Cindai itu sepupu aku lho sayang…”jelas Bagas. “kok langsung ke sepupu? Kemarin kamu bilang Cindai itu temen kamu. Ngeles tuh…”cibir Chelsea. “kan mulai lagi bawelnya”ledek Bagas. Chelsea menatapnya datar, “kamu Tanya aja sama mama”suruh Bagas. “okey fine”
*
Gadis cantik ini tersenyum pada wanita setengah paruh baya dihadapannya. Hai tante calon mertua. Apa kabar tan?”Tanya Chelsea halus. Tante Ira tersenyum, “Baik sayang. Duh calon menantu tante dateng. Kok gak bilang-bilang sih?”Tanya tente Ira balik.
“wkwk, lupa tante. Oh ya, ada Bagas gak tan?”Tanya Chelsea. “ada, tunggu ya, tante panggilin dulu”
Chelsea mengangguk, “makasih tan”
“Bagas! Calon menantu mama datang”teriak Tante Ira. Chelsea nyengir.  Bagas turun dari lantai dua dengan wajah geli, “ooh calon istriku dateng toh”ledek Bagas. Chelsea cengengesan. “oh ya, mari kita makan siang juga ayo!” mereka bertiga pun duduk dikursi meja makan. Tiba-tiba terdengar suara pencetan bel, “permisi tan… Cindainya ada?”Tanya seorang lelaki. Tante Ira mengangguk, “masuk Lang. ayo makan!”ajak tante Ira. Gilang tersenyum,  lalu duduk di sebelah Bagas.
“Cindai kok tinggal disini tan?”Tanya Chelsea bingung. “Cindai itu sepupu Bagas Chel, dia datang dari Manado buat kerja disini. Dan ini Gilang, calon tunangannya”tutur tante Ira. “Hah?”Chelsea menelan ludahnya. Gilang tersenyum, “Ooh”Chelsea nyengir ketika Bagas menatapnya geli.
“Gas, panggilin Cindai dong”ucap tante Ira. “gak usah tan. Chelsea aja” Chelsea langsung melesat ke kamar samping kamar Bagas.
‘tok tok tok’
Chelsea mengetuk pintu kamar tersebut. Cindai pun keluar dari balik pintu.
“Eh elo?”Cindai mengernyitkan dahinya. “Eh Cindai. Gue mau minta maaf sama lo, atas kejadian seminggu lalu di—“
“udahlah, gak papa. Gue ngerti kok, gue kan juga cewek”tutur Cindai. Chelsea tersenyum, “thanks ya ndai. Oh ya, dipanggil tante Ira tuh disuruh makan siang, calon tunangan lo juga datang”ujar Chelsea. “okay”
*
Saat suasana lagi makan, Cindai membuka topic. “oh ya, lo pasti Chelsea kan?”tebak Cindai. Chelsea mengangguk, “calon Bagas?”Tanya Cindai lagi. Chelsea nyengir. “lo kok tau?”Tanya Chelsea balik. “dan calon lo sering curhat ke gue tentang lo tuh”ungkap Cindai. Bagas melotot, “masa sih?”tawa Chelsea. Cindai mengangguk, “dia cerita apa aja ke elo ndai?”Tanya Chelsea. “katanya lo itu Bawel, Cerewet, Suka Ngomel, cemburuan—“
Bagas menginjak kaki Cindai, “ih biarin Gas, lanjutin Ndai”suruh Chelsea.
“katanya lo itu emang bawel kalo dia angkat telfon lo lama, lo cerewet kalo lo nunggu dia dikafe gak on time, lo itu suka ngomel kalo dia ngeles, dan lo itu cemburuan kalo lo liat  dia deket cewek, termasuk foto di instgram itu. Tappi—“
“tapi?”
Cindai tersenyum, “tapi Cuma lo yang ada dihati dia. Cuma lo yang bisa bikin Bagas gak makan gara-gara mikirin lo, gak tidur gara-gara marahan sama elo, dan jadi dingin gitu kalo kalian lagi diem-dieman. Aacocuwit”ungkap Cindai. Tante Ira tersenyum diikuti Gilang. Sedangkan Chelsea tertawa dan Bagas nyengir. “aciyeh ciyeh” Chelsea menyenggol pelan lengan Bagas. “udah kan? Jangan berantem gara-gara gue lagi ya. Gue udah punya tunangan kok. Jagain tuh si Bagas, oke!” Cindai dan Chelsea bercas-an. “thankyou”
*
“udah puas denger ungkapan Cindai terang-terangan itu?!”Tanya Bagas sambil menyeruput kopinya di kafe biasa tempat mereka berdua itu. Chelsea mengangkat bahu, “kurang sih gas. Ahaha”tawa Chelsea. Bagas tertawa geli melihatnya.
*
TBC--

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar