Pentas seni tahun ini lumayan ramai. Lamborgini putih yang datang seolah membelah kerumunan. Sepertinya Bagas telat.
Di dalam mobil Bagas bersiap-siap keluar langsung dari mobil. Ia segera mengambil buku tebal tempat check in peserta undangan.
"Buku tebel tadi mana ya? Pak Yono ada lihat kaga?"tanya Bagas. Geraknya lumayan cepat karena para tamu sudah menunggu di luar lokasi gedung.
"Ini" Chelsea menyodorkan buku tebal di sampingnya. Karena posisi mereka berbeda, Chelsea duduk di jok tengah sedang Bagas di depan samping pak Yono dan atmosfer mobil sedaritadi juga sunyi. Sejak mereka bertengkar tadi, keduanya sama sama diam dan pak Yono fokus menyetir.
Bagas sedikit menoleh dan diam sebentar kemudian mengambil buku tebal tersebut dari tangan Chelsea.
Dengan cepat Bagas keluar langsung bak seorang raja yang tengah blusukan dengan rakyatnya. Jasnya sedikit terlipat karena posisi duduknya tadi kurang baik.
"Mas Bagas walaupun terlambat tetap disegani ya non,"tutur pak Yono.
"Namanya dia ketua osis yang bisa memikat hati cewek, yang bisa bikin orang patuh sama dia, yah bisalah pak. Care lagian orangnya,"
'Btw mas Bagas? MAS? Maz?'
"Pantes non sayang banget sama dia ya? Hehe. Ngomong ngomong mungkin non pasti nanya kenapa tadi bapak manggil dia mas Bagas. Tadi sebelum jemput non di rumah, dia mau bikin mbak geli terus nggak bete lagi sama dia dengan cara mas Bagas lebih banyak ngobrol sama bapak dan bapak banyak manggil dia pake 'mas'. Kalo bapak manggil mas otomatis non protes, yah lumayan nenangin hati mas Bagas karena belakangan ini dia sibuk sama acara ini jadi nggak bisa terlalu banyak waktu buat non. Eh gak taunya dimobil muka non sama mas Bagas sama sama lagi nggak enak. Berantem ya?"
Chelsea tertegun, kemudian menyesal.
'Gue childish banget deh kayaknya . Tapi intinya kan tadi gue minta supaya dia kuliah bareng gue, bukan --- aish!'
'Tok tok tok'
Kaca jendela yang diketuk Bagas membuyarkan lamunan Chelsea.
"Eh? Udah pada masuk?"gumam Chelsea ketika melihat pemandangan di depannya yang sudah sunyi dan tengah berbaris tertib.
"Lo udah bisa masuk"teriaknya samar dari balik jendela.
Chelsea mengangguk tersenyum simpul.
"Pak Yono Chelsea masuk dulu ya. Ntar kalo Chelsea telepon baru jemput okey?"
Pak Yono mengangguk.
***
Chelsea dan Bagas berjalan sejajar menuju ruang penerima tamu. Jarak mereka masih sedikit berjauhan. Tas kecil Chelsea yang menjadi penengah antara keduanya.
Walaupun berjalan sejajar masih belum ada suara yang terdengar di antara mereka. Sampai ketika Chelsea menandatangi dan memberikan surat masuknya pada penerima tamu dua orang adik kelas 10.
"Udah hadir semua Sil?"tanya Bagas. Chelsea bergumam, 'sokap banget loh!'
"Sekitar 90% lah bang" Sisil tersenyum manis.
WHAT.
Bang?
BANG?
BA-NG?
"Sejak kapan lo manggil dia abang? Jijay!" Chelsea melangkah masuk sambil berdecak sinis.
Bagas tertawa kecil menatap Sisil yang kebingungan.
"Dia lagi pms. Biasa, hehe. Info terus ke gue ya Sil!"
***
Chelsea berdecak kagum melihat gedung yang mereka (re : orang terngeselin dkk) tata. Dia speechless.
'Gila keren banget'
Seakan tau isi pikiran Chelsea, Bagas berbisik, "yaiyalah keren. Namanya juga calon imam lo yang ngatur"
Chelsea tersentak.
"Heh maksud lo apa? Sotoy sama pikiran gue lo,"
Bagas tertawa kecil lalu menghela nafas tenang. Kini perempuan itu tidak terlalu dingin padanya.
Dia berjalan lebih cepat lalu menghadang Chelsea.
"Eh dasi gue gimana? Udah bagus kaga? Jas gue? Eh rambut gue kayanya berantakan ya? Rapiin dong,"tutur Bagas percaya diri. Suaranya sedikit keras sehingga orang yang berlalu lalang tersenyum mereka sepertinya yang sudah baikan. Couple sekolah gitu lochhh asdfghjkl
Chelsea hanya diam menatap Bagas yang dengan cara ini memulai percakapan mereka lagi agar tidak dingin dan mengisyaratkan bahwa -lupakan-masalah-tadi-. Bagas menggigit bibirnya menunggu reaksi Chelsea.
Chelsea bisa merasakan gelisahan Bagas. Toh dia kaga peduli. Bodo amat mazzz
Tapi lain dengan di hatinya. Awalnya ia berniat menyoraki laki laki itu 'sokap lo sama gue. Siapa lo siapa gue?!' But,
Chelsea merapikan rambut Bagas dengan tenang.
Jangan gugup dear, biasa aja. Maybe ini kali pertama lo sedeket ini sama posisi Bagas.
Jantung Chelsea nyot nyotan. Jablay emang.
Tiba tiba rombongan cicak tak berekor datang dan siul-siulin mereka.
Chelsea dan Bagas menjadi objek ter da best malam ini.
"Jadi trending topic nih lo berdua, songong emang," Karel nyeletuk.
Chelsea menurunkan tangannya lalu menghela nafas. Keduanya sama sama salah tingkah.
Kampred moment nih.
Dress selurut Chelsea yang berwarna merah berkilau dengan payet hidup itu seperti penerang mereka berdua selama berjalan duduk di kursi.
Rambut Chelsea disanggul setengah ala Chinnesse itu menambah kecantikannya saat ini. Olesan makeupnya natural. Tas kecilnya berwarna hitam pekat. Serasi dengan warna jas Bagas.
Tiba-tiba Bagas melingkarkan tangannya dipundak Chelsea. Merangkul perempuan itu.
"Lo cantik banget"bisik Bagas pelan.
Daggggg
Pegangin adek banggg. Amvonn
"Cie masuk nomine best couple SMAN 12 nih Chel," Marsha bertutur pada Chelsea ketika mereka sudah duduk dikursi.
Bagas berbincang pada Karel sedangkan Chelsea bercakap cakal dengan Marsha.
"Siapa Sha?"
"Ya Elu. Nomine pertama. Gue aja kaget kok ada nomine berderet di acara malam ini. Dipampang di bagian pameran lukisan sebelah sono,"Marsha menunjuk.
"Lah? Gue masuk? Serius lo? Sama siapa?"
"Sama Rafli.
Ya sama Bagas lah. Jangan ngejek yang lagi LDR Chels"jawab Marsha datar.
Chelsea tersentak. Kocag nih hahaha
"Lo kaga masuk?"
"Yang LDR mana bisa ikut goblog elah lu"
"Aduh kacian maca cayang" Chelsea tertawa sambil mengelus rambut Marsha.
"Lo masuk queen of the night SMAN 12 Chels. Bagas lo masuk king of the night SMAN 12,"ucap Jesslyn tiba tiba. Ia datang dengan Sheryl dan Audrey memegang sirup masing masing.
"WHAT. heheheeheh" Chelsea nyengir.
"lo saingan gue Chels," Sheryl nyembul.
Chelsea ngangguk. Key.
"Di vote ntar?"
"Iya. Semuanya netral,"
'drrtt'
Ponsel Chelsea bergetar.
[Line]
Bagas : Sayang, kita (re :gue elo) disuruh duet sebagai opening acara. Lo yang nyanyi gue main piano, lagunya My Everything-Ariana Grande. Lo tau kan? Disuruh cepetan ke atas. Gausah ngambek karena ini aja. Mau yah? Aline sama Aldi kejebak macet jadi kita disuruh gantiin. Help me babe. Cause u're my everything Chelsea :)
Chelsea tersenyum manis. Bagas lebih menawan dan tampak lebih romantis hari ini. Tanpa pikir panjang, ia berjalan cepat menuju ruang atas backstage. Seakan lupa kalau mereka seharusnya masih perang dingin.
"Mau kemana Chels?"
"Ke toilet. Ntar ya"
***
Lampu-lampu gedung tiba tiba redup lalu mati. Sebuah alunan piano terdengar tiba tiba dari pentas gedung. Lantunan intro lagu My Everything. Semuanya langsung menoleh ke pentas mewah itu disambut cahaya yang hanya terdapat di pentas menerangi tokoh dibalik perayaan ini.
Bagas Rahman Dwi Saputra memainkan piano dengan mengagumkan.
Setelah intro piano, lampu berganti menyorot ke arah seorang perempuan yang memegang mic tak jauh dengan posisi Bagas memainkan piano.
Dress merahnya yang mengkilat bercahaya membantu penerangan. Menghubungkan suaranya dengan alunan piano Bagas.
"GILA! BEST COUPLE DA BEST!" Rombongan Difa, Josia, Gilang dan senior lainnya bergemuruh. Dibantu tepuk tangan para tamu yang datang.
Semua tamu berdecak kagum. Pasangan yang serasi dan lagu yang dibawakan keduanya cocok.
Sesekali ketika Chelsea bernyanyi melirik Bagas. Seolah olah yang dilantunkan lagu My Everything itu untuknya.
"You are
You are
You are...
My everything" Tangannya menunjuk ke arah Bagas.
[ Bunuh Hayati bangg bunuhh! Hahahaha]
Tepuk tangan bergemuruh. Kalo kaga ada orang disini udah gue peluk nih anak. Vhak
***
"Suara lo ternyata keren juga ya Chels. Kaga nyesel duet sama lo yang" Bagas memuji penampilan Chelsea tadi sambil mengusap rambutnya pelan.
"Yaiyalah. Btw lo buat event the best couple SMAN 12 juga? Kok gak ngasih tau sih idie lo mah"
"Iya. Gue sengaja bikin mendadak. Biar kaga ada kampanye tersendiri buat vote nominenya"
"Umh okey gue ngarti. Itu yang kepilih masuk yang milih siapa? Jangan jangan lo ya,"
"Ya kaga lah. Anak koordinir juga yang ngatur kali. Orang karel. Iseng banget gue aja kaga tau siapa yang masuk. Kaga ada yang ngasih tau juga,"
"Jadi kita masuk couple ter da best bukan lo yang ngusulin?"
"Bukan dodong,"
"Eek beud,"
"Tapi lo pengen menang juga kan? Eleh"
"Menang tanpa campur tangan atau nyogok,"
"Tenang elah. Gue aja kaga tau sama sekali. Calm babe,"
"Lo masuk king gue queen"bisik Chelsea tiba tiba.
Bagas menaikkan alisnya. Lalu tersenyum kecil.
"Kalo semua jatohnya ke tangan kita begimane?"
"Lo sih terlalu baper. Ngarep amat maz,"
***
Kepala sekolah tengah memberikan kata sambutannya kepada seluruh murid dan orangtua yang hadir. Karena kebetulan papi Chelsea dan maminya sedang dirumah Oma di Bandung, mereka tidak bisa datang. Sedangkan papa dan mama Bagas sedang menjenguk tantenya yang tengah sakit.
"Kembali lagi dengan kita. Lucky dan Gilang. Masih melek kaga mata lu pada bray? Masih jam delapan nih," MC ngoceh.
"Pada mau pulang ye? Kaga seru,"tutur Gilang.
"Mau makan tong!!" Anak band somplak yang duduknya belakang pada nyaut. Ahzig diwakilin cuy.
"Karena jam makan malam udah tiba. Noh boleh makan kok. Pake piring ya jangan lupa. Hohoho" Lucky kaga garing tenang ae.
"Yuhuuu,"
"Sambil makan, nih ada nyanyian band dari naks gawl 11 IPA 2. Laki lakinya tjakep!"
Cewe cewe pada tereak. Setelah mengambil porsi masing masing, semuanya duduk manis. Kaga sabar.
"Itu orang Robin bukan? Wadoooh" Cewe cewe jones pada nyaut lagi.
"ROBINN!!!!!!" Gedung begetar nih. Gile
"Lah daritadi perasaan lo liatin mulu makanannya yang,"
Chelsea menoleh. Dia pengen kaya cewe cewe jones di onoh. Tereak ntar;(
"Gue kesana boleh kaga? Mau ikut teriak...." Chelsea bermuka melas.
"EH GOBLOG GUE DISINI COWO LO KAMPRED. TEREAKIN AJA SONO BERONDONG SAMA LO BIAR PUAS," Bagas mukanya serem dihh
"Kan. Lu mah. Kaga asik. Dah ah," Bagas cuma diem.
"ROBINNNN!!!!" Chelsea teriak sendiri sambil nepuk tangan.
"Gue mau bilang sesuatu woii!!" Teriakan Chelsea makin deres.
Bagas acuh. Kaga peduli bodo amat mampus.
"BINNNN MINTA NOPE WOII!! HUUU KERENNN"
Tiba-tiba saja pandangan Robin jatuh ke Chelsea lalu senyum. Chelsea sempet histeris awww. Namun melihat abang kelas yang sangat dihormatinya, Bagas, langsung fokus balik nyanyi.
"BIN!! YAELAH. SOMBONG AMAT LU,"
"GARA GARA LIAT MUKA LU SIH GAS KAN AHHH" Chelsea ngoceh cuy. Kaga tau kalo Bagas udah naik tensi ngett.
"BINN! LIAT GUE WOI!! GUE MAU BILANG SESUATU NIHH!! AWAS KALO KAGA LIAT GUE BEGAL NTAR. KAGA BISA PULANG LO MAMPUS"
Barisan belakang pada ketawa cekikikan. Marsha, Cindai, Angel, Difa, Josia anak songong 12 IPA 1.
"Kalo gue jadi lu gas udah gue matiin luan. Gue gosongin si Chelsea," Josia provokator.
Bagas cuma diam.
Akhirnya Robin noleh ke arah Chelsea.
"BIN GUE SAYANG BANGET SAMA SAMPING GUE LO TAU KAGA"
Tjep.
Tjep.
Chelsea teriak di depan umum. Gila.
"EAAAA" Barisan belakang pada cie-ciein sambil goyangin kursi Bagas. CIE AHAY
Bagas tertawa. Somplak ni anak.
"Kita doain ka Chelsea sama bang Bagas jadi couple ter DA BEST yaah!!!" Robin teriak dari mic.
"Huuuuuuuuuuuu"
Chelsea menoleh ke arah Bagas. "Abang udah ngefly kaga? Baper ya baper?" Chelsea nyubit pipi Bagas. Gemyesss deee
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Hiburan yang telah ditampilkan cukup menghibur. Tiba tiba Aldi dan Aline masuk ke atas pentas. Semua cukup tegang. Mencapai acara inti.
"Kepada seluruh siswa dan seluruh guru maupun orangtua murid yang terhormat sudah boleh meng-vote pilihan kalian malam ini. Semuanya wajib memilih. Queen of the night, King of the night, The best couple SMAN12, penampilan favorite, dan deretan murid berprestasi. Nominenya sudah ditampilkan di big screen. Dan vote akan kita mulai tiga menit lagi. Dan ditutup pada jam 23.20 WIB. Pilih yang memang kalian rasa wajib untuk dapat Trophy SMAN 12 Okay,"
"Karena tinggal 12 detik lagi, mari kita mulai hitung mundur. Siapkan vote-an anda,"
***
Voter/class : Chelsea/12ipa2
The best couple :
Agatha Chelsea & Bagas RDS
Penampilan ter favorite :
Opening by Agatha Chelsea & Bagas RDS
Murid berprestasi :
Bagas RDS
King of the night :
Bagas RDS
Queen of the night :
----
"Kaga tau mau siapa yang gue vote, nama lo kaga ada lagi gas," Chelsea sibuk sendiri sama vote-annya.
"Yang lo vote siapa?" Bagas berbisik.
"Masa QOTN nya kaga ada nama lo. Sebel gue,"balas Chelsea.
"Nih anak goblog bet sumpah. Lo kira gue banci kaleng-_ Vote lo aja ngapa,"
"Gue maunya ngevote lo semua. Males mijit mijit tombol yang lain. Pertama itu nama lo yaudah fix lo semua yang gue vote," Chelsea polos beud.
"Kampred. Sini sini ah elu-_"
***
"HAE BROOO BRAYY SISTA ADE SAYANKK!!"
Sekarang Marsha, Jesslyn, dan Dinda yang menjadi MC. Bakal gablek nih kayanya.
"udah jam berapa nih gais?" Marsha sokap ewh.
"Jam berapa ya" Dinda goblog banget masa. Mana jam dia kaga ada sok pake cek tangan pula. Dress masa pake jam tangan. Lawww
"Mampos. Kaga ada jam lo. Malu maluin ewh turun lo dind. Hehehe canda mak"
Seisi gedung nyengir.
"Udah jam 23.28 nih. Nunggu dua menit lagi. Duh kaga sabar gua" Jesslyn bertutur.
"Vote-an udah ditutup kan yah? Menurut lo siapa yang bakal dapat trophy Jess?"
"Siapa ya?---"
"Huuuuuuu"
"Cindaiiiiui"
"Robinnnnn!!!"
"Sheryl woi!!!"
"Gleen"
"Chelseaaaaa"
"Difffaaaaaa"
"BAGAS. B A G A S!!!"
Semuanya koor fix.
"Adduhhh. Siapa ya? Menurut gue sih sii...."
Seisi gedung kian heboh.
Tiba tiba saja sebuah kotak manis dari atas stage terlempar ke arah panggung. Disertai seikat bunga mawar. Ketiganya langsung menangkap.
"Waduhhh. Ini nomine KOTN dan QOTN dulu yak. Kaga nyangka sih, uhuk. Kita hitung mundur aja yo dari sekarang mulai dari 12. Sama sama yaaaa!!"
"12, 11, 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4---"
"3,2,1!!!!!"
"King of the night SMAN 12,----"
***
"Wish we luck babe" Bagas berbisik. Tangannya menggenggam Chelsea.
Chelsea menoleh lalu tersenyum simpul.
"Ah elo. Kaga penting sih bagi gue,"
"King of the night SMAN 12 is....
Bagas Rahman Dwi Saputra dari 12 IPA 1. Congratulations for Bagas!"
Bagas berdiri tak percaya. Chelsea menatapnya sambil tersenyum.
"Congratulations malove,"bisik Chelsea.
Bagas tersenyum lega. Ia mengecup dahi Chelsea.
Chelsea kaget. Sumpah. Sumpah dia kaga pernah diginiin sama Bagas. Suer. Bener. Aseli dah. Chelsea jujur banget. Woi. Chelseamimpi. Woi. Woi. Bagas nyium Chelsea. Bener. Aseli!!!
"Jir. Tai. Cium cium depan umum lo kampret!!" Difa tereak dibelakang.
Bagas ketawa lalu memeluk (paksa) saingan nominenya. Difa, Gleen, Karel, Aldi, Robin, dll dah.
"Queen of the night kita. Selamat kepada---,"
"Wish you luck,"Bagas berbisik.
Chelsea tertawa kecil.
"Selamat kepada Yoriko Angeline, 12 IPA 4!!!"
"QOTN dan KOTN dipersilahkan naik ke atas. Dan diperbolehkan untuk dansa bersama,"
Chelsea diam. Diam aja malah. Dia mau buat apa lagi coba? QOTN mah bodo amat. Masalahnya Bagas dansa sama adek kelasnya yang model itu? Apa kata dunia? Njis.
Bagas dan Yoriko naik ke atas panggung. Bagas menerima trophy, selempang, dan mahkota kecil kecilan buatan perak. Yoriko too.
Yoriko bersalaman dengan Bagas. Ketika Yoriko meletakkan tangannya di bahu Bagas bersiap untuk berdansa, Bagas menolak dan menurunkan tangannya.
"Terimakasih sebelumnya. Tapi maaf banget. Gue kaga bisa dansa selain sama cewe gue sendiri. Lo pada tau kan semenjak gue terpilih jadi ketua panitia, dia sering gaje ke gue. Baru aja kita baikan, kaga mungkin gue dansa sama Yoriko yang jelas jelas gebetan Robin. Sure? Bin suara lo mana? Nah Yoriko gebetan tuh anak. Njis gue setia sama Chelsea woi haha. Kalo gue terima dansa sama Yoriko bukannya apa apa. Lo pasti bisa jadi Chelsea kan? Bisa aja gue dimaki abis abisan terus diputusin. Tiga tahun kaga cepat brai. Sip. Thankyou! Eit satu lagi deng, mau bilang, gue sayang lo Chels, haha. Bhay dah," Bagas ngoceh panjang × lebar. Lalu turun dari panggung. Semuanya bertepuk tangan meriah.
"Njis. Bagas sweet amat. Tai. Dip kaya gitu kek lo," Angel beragumen.
Chelsea hanya diem. Tidak tahu apa yang dilakukannya. Malam ini dia olahraga jantung. Asip. Mancay. Gila banget. Pede. Songong lagi. Sok nolak dansa. Belagu.
"Sok sok nolak lo tai. Jijay hahaha" Chelsea terkekeh. Dia menarik jas Bagas lalu mendekapnya. Tak lama kemudian Bagas merasa ada air di jasnya. Kampret. Si Chelsea nangis. Cengeng banget nih anak. Hahahaha
"Gila deh lo malam ini. Sumpah," Chelsea sempat sempatnya ketawa di sela ia mengusap air matanya.
"Adohh Chels lo nangis? Mampos lo gas mpuz," Bangke dibelakang nyorakin.
***
"Hela eperibadeh!! Ketemu lagi sama Robin ketjeh. Cowo ngehitz kelas 11hehehe" Robin berganti menjadi MC. Disebelahnya ada Yoriko. Cie.
"Huuuuuuu"disorakin bhak.
"Btw congrats ya Yor. Moga makin cantik," tutur Robin.
"EAAAAKKKK!!" Semua koor.
"Thanks ya Bin hehehe. Bisa aja,"
"Oh iya btw besok ada kegiatan kaga?"
"WOI INI BUKAN PC LINE LO SAMA YORI WOII" Anak belakang pada tereak. Sue
"Emang bang Bagas kaga bisa dansa tadi sama lu, tapi gue bisa kok hehehheeh,"
"POTEK DEDEQ MAZZ" Alayers belakang muncul.
"Oke sip kembali ke topic. Kita bakal bacain deretan murid berprestasi nih. Siap siap ya!"
"Gue yang bacain ya Yor. Nih ada 7 orang. Berprestasi banget nih. Bawa nama sekolah,"
"Iya langsung bacain yuk,"
"Di nomor 7 ada siapa nih? Ternyata ada kak Adinda Galuh Hapsari. Nomor 6 ko Gleen Evangel. Dan di nomor 5 ada kak Cindai Gloria!!"
"Nih dia. Di nomor 4 ada kak Agatha Chelsea lho! Nomor 3 kak Sheryl Samantha. Nomor 2 ada kak Bagas Rahman Dwi Saputra, dan di nomor satu adalah kak MARSHA PRABASWARA!!!"
Chelsea bertos ria dengan Marsha. Masuk tjoy!
Ketujuh-tujuhnya mendapat trophy dan bingkisan. Mayan.
"Sekarang kita bakal bacain penampilan terfavorite ya! Kamu yang bacain Yor!"
Yori mengangguk.
"Siapa yah? Aduh. Pasangan favorite gue lewat ternyata. Congratulations for sista Salsha Adriani dan bro Alvaro Maldini. Alumni SMAN 12 YEYYY!!"
Bagas menatap Aldi yang berjalan dibelakangnya. "Selamat ya bro. Sukses terus, balikan aja sono haha"ujarnya. Aldi tertawa lalu mengangguk dan berterimakasih padanya.
Aldi dan Salsha naik ke atas panggung. Mendapat bingkisan dan selempang couple ahzig.
***
Lampu tiba tiba mati. Dan kaya hantu gablek, Josia dan Gilang muncul seketika lampu hidup lagi.
"CILUK BAA HAHAH" njis. Ngakak w.
"Jos, jam berapa sih ini? Kayanya dansa kaga jadi jadi dah. Gue kan pengen dansa...." Gilang jablay.
"Jones aja songong lo. Hahaha. Sebelum kita dansa, kita mau bacain the last nomine nih. Lo tau kaga? Wey temen temen sebangsa setanah air, tau nggak the last nomine apaan?"
"couple ter the best!!!" Semuanya serentak.
Lampu hanya menerangi kedua MC itu ternyata. Mereka terlihat sibuk dengan surat berpita dan seikat bunga. Ribet amatz.
"Waw. Sudah ku duga bhakakaa" Josia teriak ketika membaca hasil vote.
"Liat dong liat. Ooow dia ngehitz yah,"
"Iya. Kalo menurut gue sih mereka bukan couple soalnya berantem mulu. Sama sama songong nih dua hahaha"
"Siapa sih?"
"Bagas RDS sama Agatha Chelsea cuy!" Masih kelihatan berbisik, tapi tepuk tangan meriah menyambut mereka. Pake acara nebar ampas kertas gitu lagi.
Chelsea berdiri lalu memeluk Bagas. Kaga caya. Aduh. Duh duh. Aseli. Aseli. Indah banget nih malem.
Kemudian Chelsea mengangkat dressnya untuk berjalan dan melingkarkan tangannya di tangan Bagas.
Keduanya berjalan menuju atas panggung.
Chelsea menerima lima bucket bunga, mahkota couple, dan selempang serasi dengan Bagas.
"Kata sambutan dulu lu Chels. Daritasi diem aja perasaan. Curahin dong. Cowo lu aja udah buka bukaan hihihi"
Chelsea nyengir lalu memegang gagang mic.
"Huft" Suaranya menarik nafas pun terdengar. Memecah keheningan.
"Sebelumnya gue mengucapkan terima kasih buat siapa aja yang udah nge vote Bagas sebagai KOTN,"
"Gue mengucapkan terima kasih sama ketua panitia acara penyelenggaraan ini terlebih anggota koordinir. Good job gbu guys,"
"Maafin gue udah gaje minjem Bagas pas latihan. Malu maluin kalo ngingetnya hehe"
"Dan gue minta maaf sebesar besarnya sama Yori. Yor? Helo? Bukannya gue cemburu, kaga enak aja sih dilihat. Lo kan gebetan Robin. Lagian gue kaga rela juga sih hahaha"
"Dan terimakasih yang udah ngevote gue sama Bagas jadi the best couple SMAN 12 of the night. Kayanya kalo gue ga divote gue kaga bakal megang 5 bucket mawar nih dah,"
"And big thanks to god. Thanks to this night. I'm very love it. And - Bagas. Gue cinta juga sama lo. Sumpah deh. Walaupun ngeselin, songong, gablek, tapi cuma lo yang bisa buat gue falling in love terus. Hahaha thanks semua. Have a good day. Semoga kita lulus dengan nilai memuaskan. Dan jangan jadikan perpisahan ini akhir untuk segalanya. GBU dear!"
Chelsea turun dan kembali bersanding dengan Bagas. Disertai tepuk tangan meriah.
And this time to dansa.
Chelsea menatap Bagas. Lalu tangan kanannya memegang pundak kiri Bagas. Bagas melingkarkan tangannya di pinggang Chelsea.
Jam menunjukkan pukul 00.00.
"Gue gak mau kehilangan lo,"
***
