Tittle: ‘Truth Of
Love’
Main cast:
@AgathaChelsea18
@bagasrds
@difaryansyah
@bastiansteel
@yuni_HK
*
Seorang lelaki
tampan memasuki kamarnya dengan wajah lusuh. Ia terduduk lemas di tempat
tidurnya. Sambil menatap layar ponselnya, senyumnya memudar.
“gara-gara kalian
sih!”kesal Bagas sambil melempar bantalnya.
‘GUBRAKKK’
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka keras karena ulah dua orang lelaki yang masuk
ke kamarnya kini.
“Apalagi sih?!
Ribut banget! Pake kesini lagi -_- tukas Bagas. Kedua lelaki itu terdiam. “ya
sorry Gas. Kita berdua kan gak tau kalo jadi gini… lo jangan ngambek gitu
dong”ucap Bastian, lelaki berambut kribo khas ini. Bagas menatapnya datar. “iya
kak. Lo jangan marah dong. Kan gak seru… suer kita berdua gak nyangka kalo
akhirnya Chelsea marah sama lo…”tutur Difa, cowok gondrong itu ikut menambahi.
Bagas mendesis,
“udahlah! Pergi sana! Gue capek! Mau tidur”teriak Bagas. Mau tak mau, Difa dan
Bastian pun langsung keluar dari kamar Bagas dengan wajah bersalah.
*
Hingga pukul 20.00
WIB, Bagas tak kunjung keluar kamar. Bastian dan Difa, sejoli yang merupakan
rekan satu management Bagas mendadak khawatir. Pasalnya, pintu kamar Bagas tak
bisa dibuka. Mungkin karena lelaki itu menguncinya dari dalam.
“Gas, buka
dong”sahut Bastian. Difa ikut menyahut, “Kak! Gue udah suruh orang buat beli
pizza lho, lo gak mau nih?”tawar Difa.
“mana pizzanya
dif? Emang regup BLovers ada dateng? Gue liat dimeja makan kagak ada tuh”bisik
Bastian dengan nada pelan. “yee, lo mah. Dibohongin dikit juga gak papa
keles”pekik Difa.
Tiba-tiba
terdengar suara dari dalam kamar.
“kalian pada jago
banget ngebohongin orang. Tapi, sorry! Gue kagak bisa ditipu”teriak Bagas. Difa
dan Bastian berpandangan lalu menelan ludah.
*
“Halo, ada apa
Dif?”Tanya gadis cantik ini via-telepon. “chels, plis dong. Lo jangan marah
sama Bagas—“ belum sempat difa melanjutkan isi percakapannya, Chelsea langsung
mematikan sambungannya.
Ia membuka BBM,
lalu nge-PING Difa.
Kalo ngomongin Bagas mah,
jangan dulu deh Dif.
‘SEND’ ia mengirim
pesan tersebut. Tak lama kemudian, Difa membalasnya.
Dia gak keluar-keluar dari
kamar sejak pulang tadi Chels… plis banget! Dia ngambek ke kita berdua
Chelsea
mengerucutkan bibirnya. Lalu kembali membalas BM dari Difa.
Gak keluar kamar?! Jadi dia
belum makan dari siang tadi?!
Chelsea mendesah
pelan, “kok jadi gini sih?!”decaknya.
*
‘DRRTT’
“Liat liat! Itu BM
dari Chelsea!”sorak Bastian. Difa menatap ponselnya.
Gak keluar kamar?! Jadi dia
belum makan dari siang tadi?!
Bastian melonjak kegirangan. Mata Difa
berbinar.
“kode kode.
Wkwk”teriak Difa. Bastian tertawa lalu berlari cepat menuju kamar Bagas.
‘Tok Tok Tok’ketuk
Bastian. Difa melangkah cepat dibelakangnya sambil menggenggam ponselnya.
“Bagas!”teriak
Bastian. “Kak! Chelsea khawatirin lo…”sorak Difa. Dengan cepat Bagas keluar
dari kamarnya. “mana mana?!” ih serius?”tanyanya. Difa langsung menyodorkan
ponselnya. Mata Bagas berbinar.
Tiba-tiba
terdengar bunyi dari atas tempat tidur Bagas. Dengan sigap ia melihatnya.
‘BM dari Chelsea’
Keluar
kamar deh, makan dulu! Gak usah childish, ok!
Senyum Bagas
memudar. “Is!” Dengan cepat ia mengusir keduanya lalu menutup pintunya dengan
keras.
*
‘Pip pip’ Chelsea
menatap ponselnya.
BM dari Difa
Tadinya pas kita kasih isi BM
dari lo Chels, dia mau keluar kamar. Eh ternyata pas dia liat sendiri BM lo ke
dia, Bagas langsung banting pintunya. Ya gitu deh… L
Chelsea menatap
resah, “masa jam segini belum makan sih?”desisnya.
Chelsea membuka
twitternya, berniat untuk ngestalk twitter Bagas. Matanya berbinar ketika melihat tweet Bagas
sekitar 5 menit yang lalu.
@bagasrds
Sorry kalo aku emang salah,
Chelsea menghela
nafasnya ketika melihat balasan mention dari para BLovers.
@bagasrds kamu gaada salah
kok gas,
@bagasrds salah sm siapa gas?
@bagasrds bagas salh gara”
gakbisa ketemu kita.wkwk
@bagasrds say hallo dong Gas
@bagasrds gas miss banget sm
kamuu
@bagasrds hai gas apa kabar?
@bagasrds agas gaado salah…
Chelsea menggerutu
pelan, “gue harus gimana ya?”
*
Chelsea terbangun
dari tidurnya tadi malam. Ia menatap layar ponselnya. Dan benar saja, sudah ada
7 BM Bagas untuknnya.
Chels, jangan marah dong
Aku ngaku kalo aku emang
salah
Kemarin aku gak sengaja
Kamu masih ngambek?
Sayang…
Yaudah aku mogok apapun -_-
suer!
Chelsea menggerutu melihat itu semua. Dengan
cepat ia membalas BM dari Bagas tersebut.
kan udah aku bilang,jangan
ada yang tau kalo kita pacaran. Cuma aku, kamu, kak yuni, sama tuhan yg tau!
kamu sih, pake ngaku ke mereka berdua kalo kamu emang pacaran sama aku. Terus
kamu sok ngeles, kalo kamu itu diancam sama mereka!
*
Bagas tersenyum
melihat BM dari Chelsea. Kemudian dibalasnya,
Aku emang gak sengaja lho
Chels… lagian mereka gaakan bocor kok, ini cukup sepele lho sayang…
Ia mengirim pesan
tersebut lalu membuka pintu kamarnya. “sakit bener perut gue! Untung semalem
jurit tengah malem gue berhasil. Sekarang gue mau sarapan! Breakfast time
Bagas…”gumam Bagas pelan. Dengan cepat ia mengendap-endap, ia langsung
mengambil tiga potong roti dan susu kalengan dari dalam kulkas. Semua itu
dibawanya ke dalam kamar.
‘Pip pip’
Ponselnya berbunyi.
Udahlah gas, gak usah ngeles
–_- aku gak suka sikap kamu kayak anak-anakan kek gini, aku gak suka kalo kamu
nganggap semuanya sepele. Ini masalah serius! Dan moga aja, Bastian sm Difa gak
bocor :3 kalo sempet mami tau, ini harus diakhiri…’
Bagas mencampakkan
ponselnya ke tempat tidurnya.
Jadi aku harus gimana?!
“Gue frustasi!!”
*
Difa dan Bastian
berdiri di depan pintu kamar Bagas. Tak lama kemudian seorang manager lelaki
yang sedang mogok itu datang tergopoh-gopoh mendatangi mereka.
“seharian Bagas gak
makan?! Jangan sampe hari ini dia bakal ngulang lagi -_- “gerutu kak Yuni,
wanita cantik itu.
“makanya kak,
bantuin dong… Bagas nih kalo lagi ngambek susah banget”ucap Bastian. Kak Yuni
mengernyitkan dahinya, “okay okay” ia mengangguk.
‘Tok Tok Tok’ Ia
mengetuk pintu kamar Bagas. “gas! Buka dong!”seru Kak Yuni.
*
Bagas terbaring
lemas dikasurnya.
‘ Ini sebenarnya
masalah sepele Chels… kenapa harus dibesar-besarin kayak gini?! Dan seenaknya
kamu ngancam soal itu ke aku!’ gumam Bagas sambil menatap jarum jam yang
berdetak. Mendengar beberapa jeritan dan suara teriakan dari sang manager,
Bagas terenyuh. Ia menatap kecil cokelat panas dan tiga buah roti yang masih
nganggur belum ada disentuhnya. Semenjak melihat BM dari kekasihnya itu, Bagas
menganggap benda itu basi, dan nafsunya terkalahkan dengan emosinya. Dengan
cepat Bagas bangkit dari kasurnya lalu membuka pintu kamarnya.
“apa sih
kak?!”tukas Bagas dengan wajahnya yang sangat buruk. Kak yuni tersentak melihat
kondisi Bagas. Begitu pula dengan Bastian dan Difa.
“Gas? Ini muka
lo?! Kok lusuh banget!”teriak kak Yuni histeris. Bagas menatapnya datar, “Lo
ganggu gue banget deh!”potong Bagas. Kak yuni menelan ludahnya.
“kalo lo mau
ngomong tentang besok jadwal promosi KFTS, gue udah tau.”ujar Bagas. Kak yuni
menggeleng, “jadi mau ngomong apa?!”tukas Bagas. Perlahan Kak Yuni masuk ke
dalam kamar Bagas. Bagas sedikit kecolongan, “heh, lo mau ngapain sih
kak?!”tukas Bagas mengikuti jejak kaki managernya.
“lo pasti ada
masalah ya, sama Chelsea?”tebak kak Yuni. Bagas terdiam, “udah lo ngaku
aja”tutur kak Yuni. Bastian dan Difa menyahut, “gara-gara kita kak”ungkap Difa.
Kak Yuni mengangguk.
“tentang apa? Gue
gak percaya kalo lo ngelakuin suatu tindakan yang serius banget sampe Chelsea
ngambek ke elo”desis kak Yuni. Bagas masih diam.
“kita sengaja
mancing Bagas supaya ngaku tentang hubungannya sama Chelsea. Soalnya kita mati
kepo lihat kode yang bertebaran diantara mereka berdua.”tutur Difa lagi. Kak
Yuni tertawa kecil, “ dengan cara?”
“Difa bilang, kalo
Chelsea itu juga lumayan dekat sama Karel, ex-Super seven dan hampir cinlok
sama dia pas syuting film layar ‘Habis Gelap Menuju Terang’ sama Bagas juga,
dan katanya Karel itu juga hampir punya ‘Feel’ ke Chelsea. Yaudah kita ancam
itu, Cuma niat tau doang kok kak. Lagian itu kan masalah sepele”jawab Bastian.
Tawa kak Yuni kian melebar. “Karel? Wkwk gue ngaku kalo itu emang tindakan
Childish, Tap—”komentar kak Yuni. Dengan cepat Bagas memotongnya, “gue
tau!”jawabnya pelan.
Mereka terdiam.
“gue tau! kalo gue emang childish seperti yang cewek pikirin. Gue sadar,
kelakuan gue emang kekanak-kanakan, tapi gue Cuma pengen, ngerahasiain hubungan
gue! Gue gak pengen kalo Chelsea direbut sama orang lain termasuk Karel! Karel
itu soulmate gue juga! Gue itu sayang sama Chelsea, tapi apa? Setelah gue ngaku
ke kalian berdua, kalian malah bocor ke Chelsea. Sampe akhirnya Chelsea
marah-marah ke gue, diamin gue sampe dia juga bakal ngancam gue! Kalian tau
gak, hubungan kami memang masih puppy love, cinta monyet, tapi gue gak mau
seperti yang dilakuin anak lain. Gue pengen pertahanin rasa sayang gue! Kalian
gak tau gimana posisi gue! Ancaman kalian berdua itu memang kelewatan, sok
sokan bilang kalo gue gak ngaku, Karel bakal nembak Chelsea dan macarin dia!
Gue benci!!!”teriak Bagas pasrah. Difa dan Bastian terdiam.
“lo kira Chelsea
bakal seperti yang lo pikirin gas?”imbuh kak Yuni.
“dia sama gue beda
agama kak! Kalo sama Karel?! Gue takut!”
Kak Yuni tersenyum
kecil, “terserah deh. Tapi gue ngaku, kalo lo emang childish”
“gue gak
perduli”tukas Bagas.
*
Chelsea duduk
dikursinya. Matanya menatap manager dari kekasihnya itu.
“ada apa
kak?”Tanya Chelsea pelan. “gue mau ngomongin soal Bagas”bisik kak Yuni. Chelsea
menghela nafasnya, “kenapa lagi dia?”Tanya Chelsea. “gue sepemikiran sama lo,
kalo dia emang Childish”tutur kak Yuni tiba-tiba. Chelsea tersentak, “dia
curhat sama elo kak?”
Kak Yuni
menganguk, “dia pikir, kalo elo segampang itu suka sama cowok lain”ungkap nya.
Chelsea membulatkan matanya. “kelewatan tuh anak!”geram Chelsea. Kak Yuni tertawa,
“dia penakut banget! Sumpah! Ancaman Difa sama Bastian itu emang buat dia ngaku
gitu… gila kan”tutur kak Yuni. Chelsea mendesis, “emang apa ancamannya kak?”
“mereka ngancam,
kalo Bagas gak segera ngaku kalo dia emang punya hubungan sama elo, elo bakal ditembak
terus dipacarin Karel.”ujar kak Yuni. Chelsea melotot, “Karel? Karel mana?
Karel susanteo?”Tanya Chelsea. Kak Yuni mengangguk, Chelsea menepuk jidadnya.
“iss
emang ya! Luarnya aja cool, kece, tapi dalemnya? Kayak es yang ditekan dikit
langsung meleleh”desis Chelsea. Kak Yuni tertawa, “tapi kan sayangnya- Cuma
buat kamu Chels”ledek kak Yuni. Chelsea tertawa, “terus gimana? Kamu masih
marah sama dia? Mukanya lusuh banget tadi sumpah! Mogok makan lagi”tutur kak
Yuni. Chelsea mengangkat bahunya,
“aku takut aja kak. Kalo sampe Bastian Difa bocor, dan soal kami pacaran itu sampe ke Mami, kayaknya kita harus akhiri aja deh”ucap Chelsea. Kak Yuni menggeleng, “gak bakal Chels. Percaya sama gue, Bastian Difa Cuma niat kepo aja kali. Keep calm… lagian kalian kan masih puppy love”ujar kak Yuni. Chelsea terdiam, “ntahlah kak. Ntar aku pikir-pikir lagi…”
“aku takut aja kak. Kalo sampe Bastian Difa bocor, dan soal kami pacaran itu sampe ke Mami, kayaknya kita harus akhiri aja deh”ucap Chelsea. Kak Yuni menggeleng, “gak bakal Chels. Percaya sama gue, Bastian Difa Cuma niat kepo aja kali. Keep calm… lagian kalian kan masih puppy love”ujar kak Yuni. Chelsea terdiam, “ntahlah kak. Ntar aku pikir-pikir lagi…”
*
Chelsea
mengangkat ponselnya. Sambungan dari Bagas—
“halo?
Chelsea?”Tanya Bagas pelan. Chelsea menghela nafasnya. “ada apa?!”tukas Chelsea
dengan dingin. “kamu masih marah?”Tanya Bagas. Chelsea mendesis, “aku lagi
sibuk. Lagi make-up, nanti aja di KFC kalo ketemu.”ujar Chelsea. Bagas
mematikan sambungannya.
*
Chelsea
menatap mobil yang parkir disamping mobil miliknya. Mobil Bagas…
“Chels,
masuk yuk”ajak kak Yuni. Chelsea mengangguk. Ia melangkah masuk ke dalam KFC.
Matanya menangkap sosok lelaki yang sedang duduk lusuh disalah satu kursi KFC.
Sorot mata lelaki itu mamandang keluar ruangan. Padahal, semua para fansnya
telah mengerumuninya.
Chelsea
mendekati kerumunan tersebut. “idola kalian lagi gak mood tuh”ledeknya. Bagas
tersentak, matanya melotot kearah Chelsea.
“eh
hai Chelsea! Kamu makin cantik aja! Kayak Barbie sumpah!”tutur salah seorang
BLovers. Chelsea tersenyum manis, “makasih kak” langkahnya meninggalkan
kerumunan tersebut.
*
Chelsea
berdiri melayani pembeli. Disampingnya ada Difa, lalu disampingnya lagi ada
Bagas. “terima kasih ibu.”ujar Chelsea. Pembeli tersebut mengangguk, Difa melirik
kecil keduanya. Pasangan yang berada diantara dirinya. “ngerasa jadi love
gue”desis Difa lalu meninggalkan tempat memesan itu. Chelsea tersentak lalu
menatap lelaki yang tak jauh disampingnya kini. “Chels..”sapa Bagas pelan.
Chelsea menoleh sedikit, lalu kembali mengalihkan pandangannya. “ini bu.
Bayarnya disana ya”arah Chelsea pada sang pembeli. Bagas menatap kesal karena
ucapannya dikacangin terus.
*
“ayo
dong kalian berdua Chel, Gas. Biar aku
yang fotoin!”seru seorang BLovers pada Bagas dan Chelsea. Bagas mengangguk,
sedangkan Chelsea lumayan risih. ‘Kenapa mesti foto berdua gini?!’pikirnya. “oh
itu ada Difa. Biar kita bertiga aja… kalo gak sama kamu”tutur Chelsea. “difa
lagi sibuk”argument Bagas pelan. BLove tersebut mengangguk, “kalo sama aku,
nanti yang jadi setannya siapa? Masa aku lagi, makanya kalian berdua aja”usul
Blove tersebut. Chelsea menelan ludahnya, “itu kan Cuma mitos. Ayo dong”ajak Chelsea.
“kawan aku pernah nyoba kok Chels… udah cepat dong! Nanti baru aku sama kamu,
aku sama Bagas. Biar pisah gitu”cetus perempuan tersebut. Chelsea memanyunkan
bibirnya. Tiba-tiba, Bagas menarik tangan Chelsea untuk berada di dekatnya.
“ciss”
‘Jeprett’
“dua
kali lagi dong!”seru BLove tersebut. Chelsea mendengus kesal lalu tersenyum
kecil.
‘Jepret’
‘jepret’
“Makasih
yaaa! Kalian itu emang idola terbaik deh!”ucap Blove tersebut lalu memeluk
keduanya. Chelsea ikut tersentak atas tindakan tersebut, pasalnya tubuhnya
dengan Bagas juga ikut berpelukan.
Chelsea
mengangguk lalu tersenyum. “iya. Sama sama”tutur Chelsea. Perempuan tersebut
lalu pergi meninggalkan keduanya. Chelsea melirik Bagas yang berada
disampingnya. Lelaki itu sedang menahan tawanya, “kalo mau ketawa gak usah
ditahan-tahan kali!”ketus Chelsea. Di hadapan mereka, kak Yuni, Difa dan
Bastian tertawa. “iss!”
*
Chelsea
membuka pintu mobilnya. “ehh! Tunggu dulu Chels. Cepet banget sih,
pulangnya”tukas kak Yuni. “gue gak mood disini kak,”ucap Chelsea. “eh tapi,
mobil kita udah dibawa pulang tuh sama om Angga. Jadi—“ucapan kak Yuni
terputus. “lho? Jadi kalian naik apa?”Tanya Chelsea. Kak Yuni melirik mobil
Chelsea.”pliss”pinta kak Yuni. “tapi aku tuh mau ke—“
“kita
ikutan! Pliss yaaa”ujar kak Yuni. Mata Chelsea menangkap tiga orang lelaki yang
berjalan mendekati mereka.
“mobil
Babas?”terka Chelsea. “dibawa duluan sama Roma, pengen ke studio Hompimpa
tuh”ujar Bastian. “mobil Difa?”Tanya Chelsea.
“Chelsea
gak mau kita numpang. Jadi yaudah…”tutur Bagas pelan. Chelsea mendesis “bukan
gitu—“
“okefiks”
Bagas masuk ke dalam mobil Chelsea.
*
Chelsea
menatap lelaki yang berada disampingnya kini.
“hari ini gak mogok makan lagi?”Tanya Chelsea pelan.
Bagas diam, “rencananya sih, pengen lagi.”jawab Bagas polos. “iss”Chelsea mencubit perut Bagas. Bagas tersenyum, “kamu masih marah sama aku Chels?”Tanya Bagas. Chelsea terdiam, “ntahlah. lagi mikir”tutur Chelsea.
Bagas menghela nafasnya. “yaudah, PAK BERENTI DISINI”teriak Bagas pada supir Chelsea. “mau kemana? Mau pulang sendiri?”Tanya Chelsea. Bagas mengangguk. “makasih atas tumpangannya. Kamu bilang aku Childish, kamu juga bakal childish” Dengan Cepat Bagas menarik ponsel Chelsea lalu turun dari mobil kekasihnya itu.
“hari ini gak mogok makan lagi?”Tanya Chelsea pelan.
Bagas diam, “rencananya sih, pengen lagi.”jawab Bagas polos. “iss”Chelsea mencubit perut Bagas. Bagas tersenyum, “kamu masih marah sama aku Chels?”Tanya Bagas. Chelsea terdiam, “ntahlah. lagi mikir”tutur Chelsea.
Bagas menghela nafasnya. “yaudah, PAK BERENTI DISINI”teriak Bagas pada supir Chelsea. “mau kemana? Mau pulang sendiri?”Tanya Chelsea. Bagas mengangguk. “makasih atas tumpangannya. Kamu bilang aku Childish, kamu juga bakal childish” Dengan Cepat Bagas menarik ponsel Chelsea lalu turun dari mobil kekasihnya itu.
“Ehh!
Pulang sendiri yah silahkan, tapi itu ponsel aku!”tukas Chelsea. Mau tak mau ia
mengejar lelaki tersebut yang hendak menaiki taxi.
“mau
ngapain ikut-ikut aku?! Childish banget sih”argument Bagas. Chelsea memanyunkan
bibirnya. “mana ponsel aku?!”tukas Chelsea. “ntah aku gak tau” Bagas naik ke
mobil tersebut. “jalan pak!”ujar Bagas. “eh!”Chelsea mengetuk pintu kaca taxi
tersebut. Bagas segera membuka kaca mobilnya.
“jangan
gitu dong sayang! Iss! Jangan ambil ponsel aku! Kalo sampe ketahuan mami
gimana?!”pinta Chelsea. Bagas membuka pintu taxi tersebut. “masuk ayo! Kita
have fun dulu”tutur Bagas. Dengan geram Chelsea masuk ke dalam taxi tersebut
lalu duduk disamping kekasihnya itu.
“Dadahhh”teriak
Kak yuni, Bastian dan Difa dari mobil Chelsea. Chelsea menatap mereka datar.
“minta hapenya!”tukasnya. Bagas menggeleng, “telpon tante There ah”ujar Bagas
sambil mengetik sesuatu diponsel Chelsea. “eh! Minta! Jangan!”tukas Chelsea.
Bagas mengernyitkan dahinya, “apa? Gak denger”ucap Bagas. Chelsea mendekatkan
bibirnya ke telinga Bagas. “Min—“
‘Cup’
Bagas
mencium pipi Chelsea. Chelsea terdiam diposisinya.
“dasar
cowok rese”tukas Chelsea. Bagas tertawa, “ahaha..” Bagas merangkul Chelsea lalu
mengembalikan ponselnya.
“jangan
ngambek lagi ya sayang…”tutur Bagas.
Chelsea diam, “gak jawab aku cium lagi nih -_- “desis Bagas. “iya iya! Aku gak ngambek lagi”ucap Chelsea. “ahaha. Kamu masih sayang kan sama aku?”Tanya Bagas. Chelsea tersenyum, “masih lah.” “ahahaha” Bagas memeluk Chelsea dengan erat.
Chelsea diam, “gak jawab aku cium lagi nih -_- “desis Bagas. “iya iya! Aku gak ngambek lagi”ucap Chelsea. “ahaha. Kamu masih sayang kan sama aku?”Tanya Bagas. Chelsea tersenyum, “masih lah.” “ahahaha” Bagas memeluk Chelsea dengan erat.
“eh
neng mas! Masih ada orang”ingat supir taxi.
XOXO.__.
TBC—
Tidak ada komentar:
Posting Komentar