Jumat, 03 April 2015

Oneshoot : Truth Of Love

Tittle: ‘Truth Of Love’

Main cast:
@AgathaChelsea18
@bagasrds
@difaryansyah
@bastiansteel
@yuni_HK

*

Seorang lelaki tampan memasuki kamarnya dengan wajah lusuh. Ia terduduk lemas di tempat tidurnya. Sambil menatap layar ponselnya, senyumnya memudar.
“gara-gara kalian sih!”kesal Bagas sambil melempar bantalnya.
‘GUBRAKKK’ Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka keras karena ulah dua orang lelaki yang masuk ke kamarnya kini.
“Apalagi sih?! Ribut banget! Pake kesini lagi -_- tukas Bagas. Kedua lelaki itu terdiam. “ya sorry Gas. Kita berdua kan gak tau kalo jadi gini… lo jangan ngambek gitu dong”ucap Bastian, lelaki berambut kribo khas ini. Bagas menatapnya datar. “iya kak. Lo jangan marah dong. Kan gak seru… suer kita berdua gak nyangka kalo akhirnya Chelsea marah sama lo…”tutur Difa, cowok gondrong itu ikut menambahi.
Bagas mendesis, “udahlah! Pergi sana! Gue capek! Mau tidur”teriak Bagas. Mau tak mau, Difa dan Bastian pun langsung keluar dari kamar Bagas dengan wajah bersalah.
*
Hingga pukul 20.00 WIB, Bagas tak kunjung keluar kamar. Bastian dan Difa, sejoli yang merupakan rekan satu management Bagas mendadak khawatir. Pasalnya, pintu kamar Bagas tak bisa dibuka. Mungkin karena lelaki itu menguncinya dari dalam.
“Gas, buka dong”sahut Bastian. Difa ikut menyahut, “Kak! Gue udah suruh orang buat beli pizza lho, lo gak mau nih?”tawar Difa.
“mana pizzanya dif? Emang regup BLovers ada dateng? Gue liat dimeja makan kagak ada tuh”bisik Bastian dengan nada pelan. “yee, lo mah. Dibohongin dikit juga gak papa keles”pekik Difa.
Tiba-tiba terdengar suara dari dalam kamar.
“kalian pada jago banget ngebohongin orang. Tapi, sorry! Gue kagak bisa ditipu”teriak Bagas. Difa dan Bastian berpandangan lalu menelan ludah.
*
“Halo, ada apa Dif?”Tanya gadis cantik ini via-telepon. “chels, plis dong. Lo jangan marah sama Bagas—“ belum sempat difa melanjutkan isi percakapannya, Chelsea langsung mematikan sambungannya.
Ia membuka BBM, lalu nge-PING Difa.
Kalo ngomongin Bagas mah, jangan dulu deh Dif.
‘SEND’ ia mengirim pesan tersebut. Tak lama kemudian, Difa membalasnya.
Dia gak keluar-keluar dari kamar sejak pulang tadi Chels… plis banget! Dia ngambek ke kita berdua
Chelsea mengerucutkan bibirnya. Lalu kembali membalas BM dari Difa.
Gak keluar kamar?! Jadi dia belum makan dari siang tadi?!
Chelsea mendesah pelan, “kok jadi gini sih?!”decaknya.
*
‘DRRTT’
“Liat liat! Itu BM dari Chelsea!”sorak Bastian. Difa menatap ponselnya.
Gak keluar kamar?! Jadi dia belum makan dari siang tadi?!
 Bastian melonjak kegirangan. Mata Difa berbinar.
“kode kode. Wkwk”teriak Difa. Bastian tertawa lalu berlari cepat menuju kamar Bagas.
‘Tok Tok Tok’ketuk Bastian. Difa melangkah cepat dibelakangnya sambil menggenggam ponselnya.
“Bagas!”teriak Bastian. “Kak! Chelsea khawatirin lo…”sorak Difa. Dengan cepat Bagas keluar dari kamarnya. “mana mana?!” ih serius?”tanyanya. Difa langsung menyodorkan ponselnya. Mata Bagas berbinar.
Tiba-tiba terdengar bunyi dari atas tempat tidur Bagas. Dengan sigap ia melihatnya.
‘BM dari Chelsea’
Keluar kamar deh, makan dulu! Gak usah childish, ok!
Senyum Bagas memudar. “Is!” Dengan cepat ia mengusir keduanya lalu menutup pintunya dengan keras.
*
‘Pip pip’ Chelsea menatap ponselnya.
BM dari Difa
Tadinya pas kita kasih isi BM dari lo Chels, dia mau keluar kamar. Eh ternyata pas dia liat sendiri BM lo ke dia, Bagas langsung banting pintunya. Ya gitu deh… L
Chelsea menatap resah, “masa jam segini belum makan sih?”desisnya.
Chelsea membuka twitternya, berniat untuk ngestalk twitter Bagas.  Matanya berbinar ketika melihat tweet Bagas sekitar 5 menit yang lalu.
@bagasrds
Sorry kalo aku emang salah,
Chelsea menghela nafasnya ketika melihat balasan mention dari para BLovers.
@bagasrds kamu gaada salah kok gas,
@bagasrds salah sm siapa gas?
@bagasrds bagas salh gara” gakbisa ketemu kita.wkwk
@bagasrds say hallo dong Gas
@bagasrds gas miss banget sm kamuu
@bagasrds hai gas apa kabar?
@bagasrds agas gaado salah…
Chelsea menggerutu pelan, “gue harus gimana ya?”
*
Chelsea terbangun dari tidurnya tadi malam. Ia menatap layar ponselnya. Dan benar saja, sudah ada 7 BM Bagas untuknnya.
Chels, jangan marah dong
Aku ngaku kalo aku emang salah
Kemarin aku gak sengaja
Kamu masih ngambek?
Sayang…
Yaudah aku mogok apapun -_-
suer!
 Chelsea menggerutu melihat itu semua. Dengan cepat ia membalas BM dari Bagas tersebut.
kan udah aku bilang,jangan ada yang tau kalo kita pacaran. Cuma aku, kamu, kak yuni, sama tuhan yg tau! kamu sih, pake ngaku ke mereka berdua kalo kamu emang pacaran sama aku. Terus kamu sok ngeles, kalo kamu itu diancam sama mereka!
*
Bagas tersenyum melihat BM dari Chelsea. Kemudian dibalasnya,
Aku emang gak sengaja lho Chels… lagian mereka gaakan bocor kok, ini cukup sepele lho sayang…
Ia mengirim pesan tersebut lalu membuka pintu kamarnya. “sakit bener perut gue! Untung semalem jurit tengah malem gue berhasil. Sekarang gue mau sarapan! Breakfast time Bagas…”gumam Bagas pelan. Dengan cepat ia mengendap-endap, ia langsung mengambil tiga potong roti dan susu kalengan dari dalam kulkas. Semua itu dibawanya ke dalam kamar.
‘Pip pip’ Ponselnya berbunyi.
Udahlah gas, gak usah ngeles –_- aku gak suka sikap kamu kayak anak-anakan kek gini, aku gak suka kalo kamu nganggap semuanya sepele. Ini masalah serius! Dan moga aja, Bastian sm Difa gak bocor :3 kalo sempet mami tau, ini harus diakhiri…’
Bagas mencampakkan ponselnya ke tempat tidurnya.
Jadi aku harus gimana?!
“Gue frustasi!!”
*
Difa dan Bastian berdiri di depan pintu kamar Bagas. Tak lama kemudian seorang manager lelaki yang sedang mogok itu datang tergopoh-gopoh mendatangi mereka.
“seharian Bagas gak makan?! Jangan sampe hari ini dia bakal ngulang lagi -_- “gerutu kak Yuni, wanita cantik itu.
“makanya kak, bantuin dong… Bagas nih kalo lagi ngambek susah banget”ucap Bastian. Kak Yuni mengernyitkan dahinya, “okay okay” ia mengangguk.
‘Tok Tok Tok’ Ia mengetuk pintu kamar Bagas. “gas! Buka dong!”seru Kak Yuni.
*
Bagas terbaring lemas dikasurnya.
‘ Ini sebenarnya masalah sepele Chels… kenapa harus dibesar-besarin kayak gini?! Dan seenaknya kamu ngancam soal itu ke aku!’ gumam Bagas sambil menatap jarum jam yang berdetak. Mendengar beberapa jeritan dan suara teriakan dari sang manager, Bagas terenyuh. Ia menatap kecil cokelat panas dan tiga buah roti yang masih nganggur belum ada disentuhnya. Semenjak melihat BM dari kekasihnya itu, Bagas menganggap benda itu basi, dan nafsunya terkalahkan dengan emosinya. Dengan cepat Bagas bangkit dari kasurnya lalu membuka pintu kamarnya.
“apa sih kak?!”tukas Bagas dengan wajahnya yang sangat buruk. Kak yuni tersentak melihat kondisi Bagas. Begitu pula dengan Bastian dan Difa.
“Gas? Ini muka lo?! Kok lusuh banget!”teriak kak Yuni histeris. Bagas menatapnya datar, “Lo ganggu gue banget deh!”potong Bagas. Kak yuni menelan ludahnya.
“kalo lo mau ngomong tentang besok jadwal promosi KFTS, gue udah tau.”ujar Bagas. Kak yuni menggeleng, “jadi mau ngomong apa?!”tukas Bagas. Perlahan Kak Yuni masuk ke dalam kamar Bagas. Bagas sedikit kecolongan, “heh, lo mau ngapain sih kak?!”tukas Bagas mengikuti jejak kaki managernya.
“lo pasti ada masalah ya, sama Chelsea?”tebak kak Yuni. Bagas terdiam, “udah lo ngaku aja”tutur kak Yuni. Bastian dan Difa menyahut, “gara-gara kita kak”ungkap Difa. Kak Yuni mengangguk.
“tentang apa? Gue gak percaya kalo lo ngelakuin suatu tindakan yang serius banget sampe Chelsea ngambek ke elo”desis kak Yuni. Bagas masih diam.
“kita sengaja mancing Bagas supaya ngaku tentang hubungannya sama Chelsea. Soalnya kita mati kepo lihat kode yang bertebaran diantara mereka berdua.”tutur Difa lagi. Kak Yuni tertawa kecil, “ dengan cara?”
“Difa bilang, kalo Chelsea itu juga lumayan dekat sama Karel, ex-Super seven dan hampir cinlok sama dia pas syuting film layar ‘Habis Gelap Menuju Terang’ sama Bagas juga, dan katanya Karel itu juga hampir punya ‘Feel’ ke Chelsea. Yaudah kita ancam itu, Cuma niat tau doang kok kak. Lagian itu kan masalah sepele”jawab Bastian. Tawa kak Yuni kian melebar. “Karel? Wkwk gue ngaku kalo itu emang tindakan Childish, Tap—”komentar kak Yuni. Dengan cepat Bagas memotongnya, “gue tau!”jawabnya pelan.
Mereka terdiam. “gue tau! kalo gue emang childish seperti yang cewek pikirin. Gue sadar, kelakuan gue emang kekanak-kanakan, tapi gue Cuma pengen, ngerahasiain hubungan gue! Gue gak pengen kalo Chelsea direbut sama orang lain termasuk Karel! Karel itu soulmate gue juga! Gue itu sayang sama Chelsea, tapi apa? Setelah gue ngaku ke kalian berdua, kalian malah bocor ke Chelsea. Sampe akhirnya Chelsea marah-marah ke gue, diamin gue sampe dia juga bakal ngancam gue! Kalian tau gak, hubungan kami memang masih puppy love, cinta monyet, tapi gue gak mau seperti yang dilakuin anak lain. Gue pengen pertahanin rasa sayang gue! Kalian gak tau gimana posisi gue! Ancaman kalian berdua itu memang kelewatan, sok sokan bilang kalo gue gak ngaku, Karel bakal nembak Chelsea dan macarin dia! Gue benci!!!”teriak Bagas pasrah. Difa dan Bastian terdiam.
“lo kira Chelsea bakal seperti yang lo pikirin gas?”imbuh kak Yuni.
“dia sama gue beda agama kak! Kalo sama Karel?! Gue takut!”
Kak Yuni tersenyum kecil, “terserah deh. Tapi gue ngaku, kalo lo emang childish”
“gue gak perduli”tukas Bagas.
*
Chelsea duduk dikursinya. Matanya menatap manager dari kekasihnya itu.
“ada apa kak?”Tanya Chelsea pelan. “gue mau ngomongin soal Bagas”bisik kak Yuni. Chelsea menghela nafasnya, “kenapa lagi dia?”Tanya Chelsea. “gue sepemikiran sama lo, kalo dia emang Childish”tutur kak Yuni tiba-tiba. Chelsea tersentak, “dia curhat sama elo kak?”
Kak Yuni menganguk, “dia pikir, kalo elo segampang itu suka sama cowok lain”ungkap nya. Chelsea membulatkan matanya. “kelewatan tuh anak!”geram Chelsea. Kak Yuni tertawa, “dia penakut banget! Sumpah! Ancaman Difa sama Bastian itu emang buat dia ngaku gitu… gila kan”tutur kak Yuni. Chelsea mendesis, “emang apa ancamannya kak?”
“mereka ngancam, kalo Bagas gak segera ngaku kalo dia emang punya hubungan sama elo, elo bakal ditembak terus dipacarin Karel.”ujar kak Yuni. Chelsea melotot, “Karel? Karel mana? Karel susanteo?”Tanya Chelsea. Kak Yuni mengangguk, Chelsea menepuk jidadnya.
“iss emang ya! Luarnya aja cool, kece, tapi dalemnya? Kayak es yang ditekan dikit langsung meleleh”desis Chelsea. Kak Yuni tertawa, “tapi kan sayangnya- Cuma buat kamu Chels”ledek kak Yuni. Chelsea tertawa, “terus gimana? Kamu masih marah sama dia? Mukanya lusuh banget tadi sumpah! Mogok makan lagi”tutur kak Yuni. Chelsea mengangkat bahunya,
“aku takut aja kak. Kalo sampe Bastian Difa bocor, dan soal kami pacaran itu sampe ke Mami, kayaknya kita harus akhiri aja deh”ucap Chelsea. Kak Yuni menggeleng, “gak bakal Chels. Percaya sama gue, Bastian Difa Cuma niat kepo aja kali. Keep calm… lagian kalian kan masih puppy love”ujar kak Yuni. Chelsea terdiam, “ntahlah kak. Ntar aku pikir-pikir lagi…”
*
Chelsea mengangkat ponselnya. Sambungan dari Bagas—
“halo? Chelsea?”Tanya Bagas pelan. Chelsea menghela nafasnya. “ada apa?!”tukas Chelsea dengan dingin. “kamu masih marah?”Tanya Bagas. Chelsea mendesis, “aku lagi sibuk. Lagi make-up, nanti aja di KFC kalo ketemu.”ujar Chelsea. Bagas mematikan sambungannya.
*
Chelsea menatap mobil yang parkir disamping mobil miliknya. Mobil Bagas…
“Chels, masuk yuk”ajak kak Yuni. Chelsea mengangguk. Ia melangkah masuk ke dalam KFC. Matanya menangkap sosok lelaki yang sedang duduk lusuh disalah satu kursi KFC. Sorot mata lelaki itu mamandang keluar ruangan. Padahal, semua para fansnya telah mengerumuninya.
Chelsea mendekati kerumunan tersebut. “idola kalian lagi gak mood tuh”ledeknya. Bagas tersentak, matanya melotot kearah Chelsea.
“eh hai Chelsea! Kamu makin cantik aja! Kayak Barbie sumpah!”tutur salah seorang BLovers. Chelsea tersenyum manis, “makasih kak” langkahnya meninggalkan kerumunan tersebut.
*
Chelsea berdiri melayani pembeli. Disampingnya ada Difa, lalu disampingnya lagi ada Bagas. “terima kasih ibu.”ujar Chelsea. Pembeli tersebut mengangguk, Difa melirik kecil keduanya. Pasangan yang berada diantara dirinya. “ngerasa jadi love gue”desis Difa lalu meninggalkan tempat memesan itu. Chelsea tersentak lalu menatap lelaki yang tak jauh disampingnya kini. “Chels..”sapa Bagas pelan. Chelsea menoleh sedikit, lalu kembali mengalihkan pandangannya. “ini bu. Bayarnya disana ya”arah Chelsea pada sang pembeli. Bagas menatap kesal karena ucapannya dikacangin terus.
*
“ayo dong kalian berdua  Chel, Gas. Biar aku yang fotoin!”seru seorang BLovers pada Bagas dan Chelsea. Bagas mengangguk, sedangkan Chelsea lumayan risih. ‘Kenapa mesti foto berdua gini?!’pikirnya. “oh itu ada Difa. Biar kita bertiga aja… kalo gak sama kamu”tutur Chelsea. “difa lagi sibuk”argument Bagas pelan. BLove tersebut mengangguk, “kalo sama aku, nanti yang jadi setannya siapa? Masa aku lagi, makanya kalian berdua aja”usul Blove tersebut. Chelsea menelan ludahnya, “itu kan Cuma mitos. Ayo dong”ajak Chelsea. “kawan aku pernah nyoba kok Chels… udah cepat dong! Nanti baru aku sama kamu, aku sama Bagas. Biar pisah gitu”cetus perempuan tersebut. Chelsea memanyunkan bibirnya. Tiba-tiba, Bagas menarik tangan Chelsea untuk berada di dekatnya.
“ciss”
‘Jeprett’
“dua kali lagi dong!”seru BLove tersebut. Chelsea mendengus kesal lalu tersenyum kecil.
‘Jepret’
‘jepret’
“Makasih yaaa! Kalian itu emang idola terbaik deh!”ucap Blove tersebut lalu memeluk keduanya. Chelsea ikut tersentak atas tindakan tersebut, pasalnya tubuhnya dengan Bagas juga ikut berpelukan.
Chelsea mengangguk lalu tersenyum. “iya. Sama sama”tutur Chelsea. Perempuan tersebut lalu pergi meninggalkan keduanya. Chelsea melirik Bagas yang berada disampingnya. Lelaki itu sedang menahan tawanya, “kalo mau ketawa gak usah ditahan-tahan kali!”ketus Chelsea. Di hadapan mereka, kak Yuni, Difa dan Bastian tertawa. “iss!”
*
Chelsea membuka pintu mobilnya. “ehh! Tunggu dulu Chels. Cepet banget sih, pulangnya”tukas kak Yuni. “gue gak mood disini kak,”ucap Chelsea. “eh tapi, mobil kita udah dibawa pulang tuh sama om Angga. Jadi—“ucapan kak Yuni terputus. “lho? Jadi kalian naik apa?”Tanya Chelsea. Kak Yuni melirik mobil Chelsea.”pliss”pinta kak Yuni. “tapi aku tuh mau ke—“
“kita ikutan! Pliss yaaa”ujar kak Yuni. Mata Chelsea menangkap tiga orang lelaki yang berjalan mendekati mereka.
“mobil Babas?”terka Chelsea. “dibawa duluan sama Roma, pengen ke studio Hompimpa tuh”ujar Bastian. “mobil Difa?”Tanya Chelsea.
“Chelsea gak mau kita numpang. Jadi yaudah…”tutur Bagas pelan. Chelsea mendesis “bukan gitu—“
“okefiks” Bagas masuk ke dalam mobil Chelsea.

*

Chelsea menatap lelaki yang berada disampingnya kini. 
“hari ini gak mogok makan lagi?”Tanya Chelsea pelan. 

Bagas diam, “rencananya sih, pengen lagi.”jawab Bagas polos. “iss”Chelsea mencubit perut Bagas. Bagas tersenyum, “kamu masih marah sama aku Chels?”Tanya Bagas. Chelsea terdiam, “ntahlah. lagi mikir”tutur Chelsea.


 Bagas menghela nafasnya. “yaudah, PAK BERENTI DISINI”teriak Bagas pada supir Chelsea. “mau kemana? Mau pulang sendiri?”Tanya Chelsea. Bagas mengangguk. “makasih atas tumpangannya. Kamu bilang aku Childish, kamu juga bakal childish” Dengan Cepat Bagas menarik ponsel Chelsea lalu turun dari mobil kekasihnya itu.
“Ehh! Pulang sendiri yah silahkan, tapi itu ponsel aku!”tukas Chelsea. Mau tak mau ia mengejar lelaki tersebut yang hendak menaiki taxi.
“mau ngapain ikut-ikut aku?! Childish banget sih”argument Bagas. Chelsea memanyunkan bibirnya. “mana ponsel aku?!”tukas Chelsea. “ntah aku gak tau” Bagas naik ke mobil tersebut. “jalan pak!”ujar Bagas. “eh!”Chelsea mengetuk pintu kaca taxi tersebut. Bagas segera membuka kaca mobilnya.
“jangan gitu dong sayang! Iss! Jangan ambil ponsel aku! Kalo sampe ketahuan mami gimana?!”pinta Chelsea. Bagas membuka pintu taxi tersebut. “masuk ayo! Kita have fun dulu”tutur Bagas. Dengan geram Chelsea masuk ke dalam taxi tersebut lalu duduk disamping kekasihnya itu.
“Dadahhh”teriak Kak yuni, Bastian dan Difa dari mobil Chelsea. Chelsea menatap mereka datar. “minta hapenya!”tukasnya. Bagas menggeleng, “telpon tante There ah”ujar Bagas sambil mengetik sesuatu diponsel Chelsea. “eh! Minta! Jangan!”tukas Chelsea. Bagas mengernyitkan dahinya, “apa? Gak denger”ucap Bagas. Chelsea mendekatkan bibirnya ke telinga  Bagas. “Min—“
‘Cup’
Bagas mencium pipi Chelsea. Chelsea terdiam diposisinya.
“dasar cowok rese”tukas Chelsea. Bagas tertawa, “ahaha..” Bagas merangkul Chelsea lalu mengembalikan ponselnya.

“jangan ngambek lagi ya sayang…”tutur Bagas. 

Chelsea diam, “gak jawab aku cium lagi nih -_- “desis Bagas. “iya iya! Aku gak ngambek lagi”ucap Chelsea. “ahaha. Kamu masih sayang kan sama aku?”Tanya Bagas. Chelsea tersenyum, “masih lah.” “ahahaha” Bagas memeluk Chelsea dengan erat.


“eh neng mas! Masih ada orang”ingat supir taxi.


XOXO.__.
TBC—



Tidak ada komentar:

Posting Komentar