Sabtu, 09 Mei 2015

Be My Baby #1

Be My Baby Chap1

By : Alya Nirmala

×××

Semua mata melentik ke arahnya. Membulat tak percaya, berkedip seolah muncul clip loves. Pandangan mereka seolah tak dapat putus dari perempuan itu. Seragam sekolah yang modis, sesuai dengan postur tubuh ideal, membentuk tubuhnya dengan  bagus. Rambutnya digerai indah, menjuntai hingga setengah dari pinggangnya. Tangannya membuka perlahan kacamata hitamnya yang digunakannya selama menaiki ferari putihnya.

Matanya menyipit dan tersenyum ketika seorang lelaki menantinya di depan pintu kelas. Diantara kumpulan orang yang melihatinya sedaritadi, yang 93% adalah kaum adam.

"Halo"ucapnya pelan kepada lelaki itu.

"Hai Darl..."sapa lelaki itu balik. Rekahan bibirnya tak kunjung menciut sejak keberadaan perempuan itu di dekatnya.

×××

"Udah punya cowok"lapor Karel, lelaki berwajah keChinesse-Chinessean pada sohibnya yang tengah asik dengan buku yang dibacanya dikelas.

"Terus? Lo patah semangat gitu?" Bagas menoleh ke arah Karel, menautkan kedua alisnya.

Karel memperdalam raut wajahnya, lalu mengangkat bahunya.

"Ntar dicap 'PHO' gimana? Lagian lo bener bener gak tertarik sama tuh cewek?"

"Gue suka sama dia, tapi gak tertarik mau jadi cowok dia. Yaudah sih kalo lo emang gak mau yah, itu terserah lo. Lo tenang aja, gue gak bakal jadi penghalang kok buat lo. Lagian apa lo mau disakiti kayak bekas bekasnya?"

×××

"Kita ke kantin yuk Chel?" Clement mendatangi meja kekasihnya, Agatha Chelsea, perempuan berating tinggi di sekolah ini.

Chelsea menggeleng, "Gak mau ah. Aku mau disini aja ko. Lagian kalau koko mau ke kantin, silahkan."

Clemet berdecak pelan, "Ayo dong. Aku mau ngenalin kamu sama temen temen aku"

Celetukan sang kekasih membuat Chelsea tertawa besar, "Udahlah, koko tenang aja, siapa sih yang nggak kenal aku disini?" Senyuman perempuan itu berubah menjadi sedikit sinis.

Clement menautkan kedua alisnya, "Kalau Erick kamu kenal? Bryan?"

Chelsea berpikir sejenak, "Kalau Bryan, aku kenal. Banget. Kalau Erick, gak tau. Tapi aku yakin, dia kenal aku. Apalagi Bryan."

Clement menautkan kedua alisnya, "Okey. Tapi, well kamu gak laper? Katanya kantin disini enak enak cemilannya kan?"

Chelsea mengangguk. Matanya melirik ke samping, Marsha.

"Sha, lo mau ke kantin gak?" Cewek sipit itu menoleh lalu berucap, "Iya nih. Laper gue"

Chelsea tersenyum, "temenin koko ya? Plis"

Clement menyergah, "kok ke Marsha? Aku kan ngajak kamu darl"

"Aku lagi badmood. Nilai ulangan aku dibawah rata rata ko. Kamu ngerti ya?"ucapan itu terdengar seperti permohonan.

Marsha menghampirinya, "jadi gak ko?"

Chelsea mengangguk cepat, "sesama mata sipit harus ke kantin barengan. Btw aku ke perpus dulu ya. Bye"

×××

Chelsea tersenyum dari kaca perpustakaan yang menghadap ke arah halaman sekolah.

"Sebentar lagi mantan gue bertambah"

Awalnya manis rekahan perempuan itu, tak lama menjadi sebuah kesinisan.

"Gue bakal bisa ngalahin Misel. Yang gak ada apa apanya
dibandingin dengan Agatha Chelsea!"

"Sebentar lagi juga tuh anak dateng. Lama banget yah calon babu gue itu, haha"

Chelsea tertawa kecil. Dengan cepat ia asal mengambil salah satu buku di rak.

Berpura pura membaca, hingga perempuan yang bernama Misel itu datang.

"Lama banget sih lo!"tukas Chelsea ketika Misel datang setelah 15 dari kedatangannya.

"Biasalah, gue ada urusan sama antek gue. Yaudah, minta tagihan nama mantan lo yang udah lo dapat dalam jangka waktu 2 bulan."

"Ada 23. Semua itu gue pacari dalam waktu dua sampai tiga hari. Yang kebuka cuma yang sekolah disini aja, temen temen gue pas SD SMP pada LDR. Nih nama namanya. Sekarang, lo!"

" 23? Yakin lo? Dua atau tiga hari? Pasti lo main dua?"terka Misel sambil mengamati kertas itu.

"Pernah main 3" Senyumnya.

Misel menggenggam ponselnya, melirik kertas tersebut, sambil menelan ludah.

"Playgirl akut kaya gue mau dilawan. Hahaha. Kalo lo berapa?"

"7. Gue putusin dalam jangka waktu seminggu lebih"

Tawa besar tergelak dari mulut Chelsea. Ketika beberapa mata mulai menatapinya, ia mengecilkan suaranya.

"Lo udah dibawah gue banget, sayang"

Misel tersenyum remeh, "Kalaupun gue jadi babu lo, gue gak bakal mau. Tapi tenang, gue sportif, udah nyiapin dua babu pengganti gue, untuk jadi babu lo. Selama satu bulan"

Chelsea menyergah, "Enak banget lo! Perjanjian itu gak ada darl. Jadi lo siap siap aja ya, jadi babu gue, atau gue bakal nyebarin foto lo yang paling cantik itu disemua sosial media. Bagaimana?"

"Eh, iya. Plis jangan. Gue mau jadi babu lo. Iya iya"

Chelsea tersenyum puas. Dia emang gak ada apa apanya dibanding Chelsea.

"Bytheway, gue punya satu tantangan lagi buat lo. Kalo lo berhasil, gue bakal beneran mau jadi babu lo selama 2 bulan"

"Apa darl? Kalo cita cita lo emang jadi babu, udah lah... Gak usah malu"

"Berisik lo!"sergahnya.

"Gue mau, lo jadian, sama anak pak Airlangga, dan dia akan jadi mantan lo ke 26. Dalam hubungan itu, lo juga harus jadian sama Karel, sahabatnya. Putuskan Karel terlebih dahulu dan jadikan dia mantan lo yang ke 25. Karel 24 jam, Bagas sejam. Bagaimana?"

Chelsea langsung menjabat tangan Misel, menyetujuinya.

"Dalam waktu?"

"3 bulan."

"Gak terlalu lama tuh?"

"Coba aja kalo lo bisa. Makin cepet juga makin bagus!"

Chelsea tersenyum ketika punggung Misel menjauh darinya.

"I wait you babe"

×××

To Be Continued.

Btw Maaf yg udah nungguin Device. Devicenya saya stop, aku lupa alur 😂 btw Thankyou for reading and waiting guys😌👌😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar