Selasa, 12 Mei 2015

Be My Baby #2

Be My Baby Chap2

Author By : Alya N. Jambak

×××

Langit masih cerah. Seolah rembulan belum mau berganti tugas dengan si mentari. Chelsea melirik ke arah luar dari balik kaca pembatas sebuah kedai kopi. Tatapannya kosong, namun otaknya sedang berjalan.

Dihadapannya duduk manis seorang lelaki usia sedikit diatasnya, pelataran berbeda dua tahunan.

Menyadari keheningan yang terjadi pada mereka, lelaki yang dipanggilnya 'Koko' itu mulai membuka mulut.

"Ekhem"
Mungkin sekedar basa basi saja.

Chelsea tersentak dari lamunannya. Dengan cepat ia meneguk kopi hangat di depannya.

"Chel,"

Seusai meneguk minuman  yang sebenarnya sebagai jawaban dari 'basi basi' Clement, Chelsea menyondongkan dagunya.

"Hemh?"

"Aku mau nanya sesuatu sama kamu Chel"

Chelsea menaikkan kedua alisnya. Saatnya ia beraksi. Tak mau menerima pembalasan nantinya.

"Tapi sebelumnya, aku mau bilang sesuatu sama kamu, ko"

"Ap-pa?"

Clement tersenyum kecut.

Chelsea tetap tenang dalam keadaanya. Ia menatap manik mata Clement. Siapkah dia untuk

"Eh Bro!!"

Chelsea menoleh ketika mendengar seruan dari belakangnya.

"Eh Gas! Tumben lo kesini!" Clement bangkit lalu menyapa seorang lelaki yang dipanggil 'Bagas' oleh Clement.

Mata Chelsea memicing, "Gas? Bagas? Anaknya pak Angga itu ya?"gumamnya pelan.

Chelsea bangkit dan ikut memberi sapaan pada Bagas.

"Halo" Chelsea siap memulai rencana yang baru muncul dari otaknya.

Bagas tersenyum acuh, "Halo"

Tangan Chelsea menjalar di hadapannya, "Chelsea"

Bagas semakin memperlebar senyum acuhnya tanpa membalas juluran tangan Chelsea, "Bagas"

Chelsea menelan ludahnya. Clement tau bagaimana malunya Chelsea tepat dihadapannya. Sebelum Chelsea memundurkan tangannya, Clement meraih tangan Bagas, lalu menyalamkannya pada Chelsea.

"Bagas memang begitu orangnya sayang"

Chelsea tersenyum kecut, "It's okay"

"Kenalin Gas, ini cewek gue. Cantik kan?"

"Cantik yah. Sayangnya..."

"Sayangnya udah gue dapetin. Hehe"

Chelsea membuang mukanya.

×××

Tidak seperti dugaan Chelsea. Cowok yang menjadi tantangan Misel itu membuat Chelsea tak bisa tidur.

Memikirkan bagaimana bisa mendapatkannya. Bersalaman saja sudah cukup membuatnya malu!

Bagaimana jika mengejarnya nanti?

Ah. Yang ditantang Misel itu dua orang. Satu dulu kan bisa..

Karel! Yap

Tangan Chelsea mulai menari diatas keypad ponselnya. Mencari username Karel dari twitter.

"Bagus deh, dia udah follow gue. Tingga follback"

Chelsea menekan kata 'Follow' di screen ponselnya.

Okey, started!

×××

' Agatha Chelsea followed you '

Mata jebe membelalak seketika. Karel mengucek matanya ketika mendapat notification dari akun twitternya.

Basa basi sekarang juga boleh!

Senyumnya melebar sepanjang jalan tol amplas Medan.

Dengan cepat Karel membuka direct messagenya. Mengetik username Chelsea.

@KarelJB

Thanku udah followback😊

Lelaki berwajah sedikit babyface itu membaringkan tubuhnya, menunggu balasan dari pujaan hatinya.

Tak sampai lima menit, ponselnya bergetar.

@AgathaChelsea

Urwell,  maaf baru ngefollback ya 😊

Karel hampir jatuh dari tempat tidurnya.

@KarelJB

Iya nevermind cantik 😊 kamu lagi apa nih?

Eaaaaaaaaaaaa

×××

@KarelJB

Iya nevermind cantik 😊 kamu lagi apa nih?

Chelsea tertawa kecil,

@AgathaChelsea

Lho aku gak cantik😩. Lagi mikirin seseorang nih. Kalo kamu? Btw kamu anak Basket kan?

Baru tiga puluh detik dikirim, Karel sudah membalasnya.

@KarelJB

Kamu cantik lho👌makanya banyak yg mau jadi cowo kamu. Siapa tuh seseorangnya?😁 Aku lagi ngefly nih🐥 iya aku anak basket.

@AgathaChelsea

Gak kok 😊 ada deh. Ngefly kenapa? Okey

@KarelJB

Bagiku kamu cantik👌 ngfly gatau kenapa hehe. Btw Clement itu pacar kamu ya?

@AgathaChelsea

Thanku❤ Tp udah mau putus. Emangnya kenapa?

@KarelJB

Ok. What? Kok bisa? Gapapasih 😂

@AgathaChelsea

Aku sedikit gak nyaman pacaran sama orang yang lebih tua dr aku gitu. Terus aku udah gak ada rasa apa apa lagi sama dia

×××

@KarelJB

Demi apah god?

-2 Secon ago.

Bagas menautkan kedua alisnya. Melihat tweet Karel di akun twitternya.

Dengan cepat ia mengutip tweet tersebut.

"Lo kenapa bro? RT" @KarelJB : Demi apah god? " "

@KarelJB

@bagasrds gak papa. Lo dtg kerumah gue gih, ada yg mau gue kasihtau sama lo. Penting bro

×××

Bagas membuka pintu kamar Karel, yang sebelumnya sudah diperbolehkan oleh maminya, yang tak asing lagi bagi Bagas.

"Chelsea nerima PDKT gue!"teriak Karel begitu Bagas masuk ke kamarnya.

Bagas terdiam melihat tingkah anak itu. Berlompat lompat diatas kasurnya. Dasar childish

"Lo cowok apa cewek sih?"

Melihat picingan mata Bagas, Karel tersenyum sesekali nyengir.

"Namanya gue lagi seneng"

"Jadi tweet lo itu buat Chelsea? Kalo buat Chelsea, kenapa gak lo tag aja usernamenya?"

Entah kenapa lelaki itu menjadi sentimen padanya. Perkataannya tadi terdengar begitu  serius.

"Lo kok kayak sinis gitu bro? Lo gak iri kan sama gue?"

Bagas makin memicingkan matanya, "gue balik ya"

×××

"Kelas berapa?" Chelsea menyondongkan dagunya.

"Kelas XI Ipa 1. Mereka berdua sekelas"

Chelsea terdiam sejenak, "gue kok baru tau ya, wkawka. Btw thankyou infonya ya Sha. Lo mau nemenin gue ke kelas itu gak?"

"Kelas mana? Kelas Bagas sama Karel?" Mata Marsha membulat.

"Iya. Eh setau gue juga, Rafli disitu kan? Nah sekalian ngapel lo. Gue cuma basa basi doang kok."

"Ah gue malu. Nyapa dia aja gue takut"

"Lo gak ada romantis-romantisanya ya. Sekali kali pulang bareng kek. Ini enggak. Taunya main sayang sayangan cuma di sosmed doang."

"Seengaknya gue pernah video-call"balas Marsha kesal

"Taudeh ah. Ayo yuk, cepetan!" Chelsea menarik lengan sahabatnya itu.

×××

Pintu kelas XI- Ipa 1 tertutup. Pasti pada ribut dikelas.

Chelsea mengetuk pintunya.

Seorang lelaki menyembul, "eh ada Chelsea. Ngapain nih? Tumben..."

Chelsea malas mendengar basa basi Corl, mantannya dulu.

"Ada Rafli gak?"

"Rafli? Ada kok."

"Sebelumnya kita berdua boleh masuk gak?"

"Boleh boleh" Corl membuka lebar pinty kelasnya, lalu mempersilahkan Chelsea dan Marsha masuk.

Sepasang mata memicing, "ngapain lo disini?"

Chelsea menoleh, "Misel?" sejak kapan tuh anak curut anak 11 A?

"Lo sendiri ngapain?"

"Gue anak XI-Ipa 1 Chelsea sayang😌"

"Bukannya lo anak XI-Ipa 12?" Mata Chelsea memicing.

"Gue pindah. Emangnya kenapa? Lo gak suka?"

Chelsea tersenyum ketika dua orang lelaki baru masuk ke dalam kelasnya tepat di belakang Misel.

"Eh Hai!!"

Chelsea melambaikan tangannya membalas sapaan Karel. Sedangkan lelaki disampingnya bersikap acuh.

"Tumben kesini..."

"Oiya. Nih Marsha nyari Rafli nih"

Marsha melotot, "Kok gue lagi?"

"Rafli!!" Karel menyahut.

Lelaki itu tengah mendengarkan lagu melalui earphonennya.

"Raf lo dicariin Marsha. Mau ngajak lo pulang bareng. Mau gak?"imbuh Chelsea.

Marsha yang tak tau apa apa langsung melotot pada Chelsea. Dia kan jadi salting♉

Rafli tersenyum diposisi duduknya. "Boleh"teriaknya.

Chelsea tertawa kecil ketika Marsha menariknya keluar dari kelas. "Kampret!!"

"Thankyou yah" Pintu tertutup keras setelah kepergian mereka berdua.

×××

Marsha pasrah mengikuti apa kata Chelsea. "Kita tunggu disini aja. Bentar lagi doi lo juga bakal dateng"

Chelsea menatap jejeran motor maupun mobil diparkiran sekolahnya.

"Hampir semua tuh kendaraan pernah gue naiki wkawka"

"Yaiyalah, playgirl akut kaya lo"

Chelsea nyengir, "tenang aja sha. Rafli gak bakal gue rebut kok👌"

Lima lelaki  berlari mendatangi parkiran. Baju mereka basah, 100% pasti karena dihukum pak Ubay.

"Raf, lo kena hukum?"tanya Chelsea.

Rafli menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Malulah pasti. Kenapa Chelsea mesti nanya di depan Marsha.

Ia cuma nyengir pelan.

"Lo juga Rel? Kok bisa? Wkawka"ledek Chelsea.

Karel menelan ludahnya. RT Rafli lah. 'Malu harus ngejawabnya'

Tiga selain Rafli dan Karel telah pulang duluan meninggalkan mereka.

"Jadi Sha?" pertama kalinya Chelsea mendengar Rafli ngomong secara langsung sama Marsha sejak mereka jadian lima bulan yang lalu.

Marsha menatap Chelsea.

"jadi dong sha. Masa iya lo gak jadi pulang bareng sama doi lo?"tambah Karel.

Chelsea mengangguk menyetujui.

Marsha terdiam sebentar lalu mengangguk malu.

"Ntar ya. Aku ngambil motor dulu"

Yeshh

Ini Karel Time⏰

Tak lama kemudian, pasangan kekasih itu meninggalkan Chelsea dan Karel yang masih diparkiran.

"Nah, Marsha udah pulang. Gue duluan ya Rel"

Karel menahan tangan Chelsea, "mau ikut gue gak?"

Perempuan itu menatap tangan Karel yang menahannya.

"Lo belum pulang juga Rel?" Sebuah suara memecah hening, membuat Karel melepas tahanan tangannya pada Chelsea.

"Iya ini gue mau pulang."

"Sendiri?" Bagas menautkan kedua alisnya.

"Nganter Chelsea dulu"

"Tadi gue minta nebeng lo, katanya bensin mobil lo habis. Kata lo, lo takut gue bakal ngedorong. Gimana tuh?"

"Oiya!!!" Karel menepuk dahinya kuat.

"Tenang aja. Gue udah nelpon mang oji buat dateng bawain bensin. Dan alhamdulillah, motor gue dah bisa dinyalain. Gue duluan apa enggak?"

Chelsea menggigit bibir bawahnya.

"Lo anterin Chelsea bisa gak?"

Shritttttt

Bagas melirik Chelsea.

"Gue takut bawa cewek. "

"Ah elah. Alesan lo aja"

"Bisa gak ya? Bagas, otaklo jalan!" pekik Bagas.

Chelsea mendengus kesal.

"Terserah deh"

Bagas mengambil motor ninjanya, lalu menaiki dan menyalakan mesinnya.

"Lo mau ikut sama gue?"tanya Bagas acuh.

"Terserah sih"

"Yaudah naik. Pake nih" Bagas membuka helm cadangannya lalu memasukkannya ke dalam kepala Chelsea.

"Keknya lo cantik kalo pake helm"celetuknya acuh.

Chelsea tersenyum kecil. Berusaha untuk tidak menyadarkan Bagas kalau ia tersenyum.

"Gak usah pake senyum. Naik lo"

Chelsea menaiki ninja tersebut, lalu berpamitan pada Karel.

"Duluan ya Rel"

Lelaki itu tertunduk lesu, "yes"

×××

"Rumah gue bukan lewat jalan ini. Sotoy banget sih lo"

"Lo tuh yang sotoy. Udah berapa tahun sih lo disini? Sampe jalan tikut aja lo gak tau? Kalo lewat sini, lo mau sampe jam 5? Macet keles!"

Chelsea terdiam mendengar ocehan Bagas.

"Emang lo tau rumah gue?" dahinya berkerut.

"Taa-- gue tau dari Clement"

"Ooh" Chelsea tersenyum kecut. Ia merenggangkan pegangannya pada pinggang Bagas.

"Lo pegang kuat apa gue ngerem?"

Nih cowok sksd banget sih. Kelihatannya cuek banget, taunya🔤

"Rumah gue disana"

Shittttttttt

Bagas mengerem mendadak sebelum sampai rumah Chelsea.

Chelsea sampai terpelanting kalo tidak sempat Bagas memegang kedua tangan Chelsea di depan perutnya.

"Lo orang ternekad yang pernah ada ya!! Lo gak tau kalo misalnya gue kebanting jatoh?!"

Jantungnya berdebar. Dengan cepat ia menghela nafasnya.

"Tuh ada polisi tidur, gue gak liat"

'Plok'

Chelsea memukul kuat punggung Bagas, "gue turun. Bhay!!"

×××

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar