
Lets
share your story, ^^
Author By :
Alya Nirmala Jambak
Daftar
Pemain :
Michelle
“
Pada satu orang, yang dengan mudahnya datang dan pergi begitu saja”
Clara
“Tidak
kah kau rasa, bagaimana relung ini tertahan. Akan tetapi sesuatu melarangku.
Mengucapkannya dengan mudah tetapi berusaha untuk itu perlu waktu seribu tahun”
Calista
“Merelakan
apa yang seharusnya bukan untuk diraih. Sulit dan isi hati kita yang sama”
Diandra
“Siapkah
ku untuk jatuh lagi?”
Ashilla
“Dia
adalah dia. Tanpa alasan yang memihak, dan dia memang dia”
Alza
“Sesakit
apapun itu, tak akan berarti mengigat pengorbanan terlalu berarti. Namun maksud
awal yang sudah merayapi isi, akan tertawa juga. Bodoh itu pelajaran mulanya.
Tunggu saja dia hati kecilmu berkata”
DSYERA
: ‘Love is hurt and need full heart’
Need
prays from you, big love from me. From us, D’SYERA. That’s our story. Lets
share your story!
Delima,
Sherin, Yemima. Elizabeth, Ruth, Alya.
Thursday,
23 Juli 2015
Alya
Nirmala Jambak
-----
Bagian pertama
“Cla,
kalau kita suka sama cowok. Itu salah nggak sih?”
Clara
mendelik mendengar pertanyaan yang dilontarkan kembarannya. Yang tidak ada
hujan, tidak ada terik, tiba-tiba ia bertanya begitu. Tertebak sudah mengapa
perempuan yang dianggapnya adik itu akhir akhir ini memang suka bertingkah
aneh. Sadarkah, mereka adalah dua orang muslimah?
“kenapa
kamu nanya begitu?”
Bukannya
menjawab, Clara memberi penegasan dengan lirikan tajam dan kedua alisnya ikut
naik. Tidak layak seorang muslimah begitu. Apalagi mereka adalah senior
organisasi ROHIS disekolahnya.
“ya
nggak papa. Cuma pengen nanya aja” Sesumringah apapun senyum Alza tak
menyurutkan introgasi tajam dari Clara.
“kamu
yang dulu ngajak aku ikut ROHIS. Kamu dulu yang ngajak aku supaya berjilbab
kemana aja. Kamu dulu yang nyemangatin aku supaya nggak terlalu larut dalam
urusan cowo. Sekarang, aku udah berubah. Aku udah ikutin kamu. Kenapa kamu
balik nanya begitu sama aku. Secara usia memang aku yang lebih tua dibanding
kamu, tetapi menurut aku, kamu yang lebih mencolok ilmu agama daripada aku.
Kamu ini kenapa? Jatuh cinta?”penuturan Clara seolah olah menyudutkan ketika
mensodori pertanyaan tadi. Alza merasa
salah ketika mulutnya menanyakan hal itu. Dan haruskah ia dicurigai oleh
kembaran sendiri?
“aku
khilaf Cla”
Fokus
Clara seketika buyar ketika dua orang perempuan mendatangi mereka yang tengah
duduk dibangku sekolahan yang sudah sepi.
“Di
sama Calista mana?”tanya Alza. Sengaja megalihkan pertanyaan dan pemikiran
lebih lanjut Clara.
“Diandra
masih disuruh bantuin ma’am Hilda. Calista lagi nyatet roster terus adaain
kebersihan sama teman sekelasnya. So kita cabut duluan katanya. Ye
capcus!”tutur Ashilla. Wajahnya riang menyambut kepulangan sekolah. Dengan ini
dia bisa bebas bermain laptopnya. Suatu kebiasaan baru bagi seorang Shisil.
“ Yaudah,
yok capcus!”
Mereka
berempat berjalan keluar sekolah. Sedikit hati terganjal dibenak Clara, masih
belum puasnya ia bertanya langsung pada Alza. Di dalam hati Alza, ia berharap
Clara melupakan pertanyaannya tadi.
Setiba
digerbang sekolah, mereka berhenti. Seorang pemuda sebaya keempatnya
menghampiri dengan helm yang terpampang menutupi wajah dan kepalanya.
“Chelle,
pulang bareng yuk?”
Alza,
Clara, Shisil melirik keduanya. Boy dan Michelle. Apa maksud gerangan mendatangi
keempatnya?
“Em-“
Yang diajak terlihat gugup tak tau mau menjawab apa. Yang lain menatap datar
lelaki itu.
Seolah
meminta pendapat ketiga sahabatnya, Michelle mencondongkan dagunya. Tentu saja
langsung mendapat respon balik dari Shisil.
“Btw
sorry banget. Kita berempat mau pulang bareng. Ada sesuatu yang harus
dikerjain, dan itu penting”jawab Shisil datar.
Michelle
ikut mengiyakan. Mengikut pula Alza dan Clara. Menolak secara halus.
Boy
terlihat menunduk. Lalu mengangguk tersenyum, “kapan kapan boleh dong?”tanyanya
tak menyerah.
“Maybe”balas
Chelle singkat.
Lelaki
itu tersenyum simpul lalu meninggalkan keempatnya. Ia menaiki motor yang
terparkir tak jauh dari lokasi mereka. Kemudian pergi dengan menganggukkan
kepala.
“Kok
tumben lo jawab halus gitu Shil? Biasanya lo kompakan sama Di ngasarin tuh
cowok. Gak kalah mental kan?”canda Alza.
Shisil
menggeleng cepat. Menangkis penuturan Alza, “nggaklah. Malaikat baru turun
dekat gue. Tilutiliu”
Ketiganya
tertawa kecil. Sampai tiba sebuah taksi, Clara menyetop.
“gue
sama Alza duluan ya? Dah!”imbuhnya. Alza
melambaikan tangan kanannya memberi pamit pada kedua temannya.
Michelle
dan Ashilla membalas senyum lalu mengangguk. Tak lama kemudian jemputan Ashilla
datang. Dan selang lima detik, sebuah taksi kosong menjemput Michelle.
***
‘Tlengneng’
Line
Jsnrn
: Selamat tidur, mimpi yang indah buat
adders sy. Mimpiin saya yah:D Gdnght! ^^
Ashilla
teriak meloncat ketika OA itu memberi kata-kata hangat untuk addersnya.
JSNRN.
Id linenya itu, dan display namenya juga. Yang iya tau, mengikut trend line
saat ini. OA itu punya salah satu kakak kelas disekolahnya yang kini sebagai
gitaris band terkenal. Dia sebenarnya tidak tau, dan ‘jsnrn’ itu memang sosok
misterius bagi addersnya.
JSNRN
itu jago main gitar. Suka memberi kalimat baper. Walau bukan Cuma untuknya.
Shisil sengaja masih merahasiakan tentang OfficialAccount ini dari sahabat
sahabatnya, ia takut, saingannya nambah.
‘Tlengneng’
Line
Jsnrn
: Happy10K adders. Yah pasti sy seneng. Buat gift malam ini, sy bakal ngeshare
chord gitar lagu ‘Bruno Mars – Just the way you’re’ cek TL yuk:) selamat
menikmati
Shisil langsung bergerak cepat membuka
timeline ‘JSNRN’ itu. Lalu menemukan video chord gitar indah darinya. Meski
hitam semua, hanya lagu yang berbunyi, tak menyurutkan semangatnya.
Senyum tak bisa
digambarkan lagi bagi seorang Ashilla Jenata. Bantal bantal dan guling
sudah berserakan dibawah lantai. Ponselnya terbawa ombang loncatan kerasnya.
Dengan cepat ia membuka chat group ‘Bukan Anak Baper’ lalu
ngesharenya to chatt.
***
<
chatt group ‘Bukan Anak Baper’ >
Diandrahub
: keren njuy! Siapa tuh?
Michellee
: mancay yah
Alzsya
: cakep cakep., btw siapa shil?
Calistah
: lumayan shil
Shillashil
: cowo gue. Aww makasih makasih!
Michellee
: just the way u’re buat *blankblank*
Diandrahub
: jgn bilang buat boy chele, eoh
Michellee
: selaw di haha
Alzsya
: siapa sih itu, kepoo
Calistah
: pp gue hahah
Shillashil
: masa pp lo -.-
Diandrahub
: Clara mana? Tumben gak nongol tuh anak
Calistah
: tanya sama twinsnya #nyekekalz
Alzsya
: lagi ngerjain tugas. Tugas dia numpuk kasian bgt wkwk #baruliatcla
#givecalistmouseracun #digorokemaknya
Shillasil
: give me ‘c’ give me ‘l’ give me ‘a’ give me ‘r’ give me ‘a’ gogo clara!!!
#minumjuscabeijo
Michellee
: cemangad clara#nyipitinmata #tahannapas #buang #tahanlagi #tahan!
Diandrahub
: kami mendukung mu clara, atas segenap bangsa Indonesia #bunuhAlz #twinsgakbae
#jahad #bantuinsono #barbiemautidur #sleepingbeauty hahahk
Shillasil
: dd kecil cie dii. Kita siapa? Anak
baper. Tidur jam berapa? Jam 3 malem!! #deklamasi
Alzsya
: sorry gue ga jam 3 malem
Calistah
: jam 5 subuh ye ciee alz bhk
Clasy
: hai teman teman #ciumatuatu #pelukduadua #seretigaiga #cekekempatempat
Alzsya
: hi twins, bb lu!
Shillasil
: hi cla, kerjain tugas gue dong jg
Diandrahub
: akkhirnya dtg juga lu
Calistah
: cie rajin
Michellee
: tidur sanah kamo
Clasy
: apa salah aku sih teman #hayati #lelah
Alzsya
: gentian, dd Barbie mau bobo. Bye #cip #ok
Michellee
: najis anakRohis begitu eoh
Alzsya
: jgn negative kamu, itu mau nulis sip ok. Jauhkan suudzon kamu nak
Shillasil
: bhakkaka
Calistah
: cini mami peyuk kamu chelle
Diandrahub
: Barbie juga ah, mwah. #sleepingbeauty #cip #ok
Clasy
: bhk-,- tidur aja semua
Alzsya
: gjd
Diandrahub
: gjd
Clasy
: mau tidur juga, papay:D!
Alzsya
: jg
Diandrahub
: jg
Calistah
: jg
Michellee
: jg
Shillasil
: jg
MWAH!
***
“Geng
baper mau lewat. Kasih jalan! Huehehe”teriak Diandra dengan keras. Orang orang
dikantin bersorak meledek. Cewe yang gemar mengikat rambut dan doyan bergurau
itu tersenyum simpul.
“Kak
Di, minta pin dong!”sahut seorang adik kelas. Laki laki pastinya, lumayan
mukanya.
“sorry
gak ada. Adanya PINdahin hati kamu ke aku!”balas Diandra. Satu kantin bersorak.
Bisabisanya kakak kelas godain adik kelas disituasi begini. bhakaka.
Perhatian
Alza jatuh ke arah senior 3 disudut kantin yang tengah berkumpul membahas suatu
masalah programana ROHIS. Mereka memang biasa meminjam lokasi sudut kantin
untuk mengemukakan laporan pimpinan dibawah ustadz Usman.
“lo
berdua gak ikutan musyawarah ROHIS?”
Lamunan
Alza berkilah ketika Calista berbisik ke arahnya dan Clara.
“sebenarnya
itu buat anak kelas 3 atas, sama pimpinan dan struktur atas.”tuturnya.
“tapi
kalau kita ikutan juga gak papa. Malu deng”balas Clara. Mereka berempat menatap
keduanya.
“yang
gue perhatiin, kak Haikal itu kelihatan berwibawa banget ya”bisik Michelle.
Tanpa
sadar, Clara dan Alza tersenyum. Mengundang banyak tanya dipikiran keempatnya.
“uy, gak boleh katanya”
“Astagfirullah”
keduanya meringis.
“yaudah
duduk yuk!”
Mereka
mencari tempat strategis. Lalu memesan secukupnya.
“JSNRN
itu siapa sih shil? Keren banget permainan gitarnya!” Diandra buka suara.
Menatap Shisil yang masih fokus dengan ponselnya.
“secret”jawabnya
singkat.
“main
rahasia rahasian nih. Males!”tukas Calista. Clara menatap bingung, “JSNRN yang
mana? Idie gue gak dikasih tau!!”
“makanya
kalo buka chat group scroll dari atas atuh. Semalem sibuk ngerjain tugas sih
sok rajin bhakaka”sindir Alza lalu memeletkan lidahnya.
“iya
lupa”
‘DRRRTTTT’
Ponsel
Calista bergetar.
“iya
lah, yang nggak jones. Males dah” kelimanya berdecak sebal diikuti cengiran
Calista.
“Stevan
bilang, gue mau diajakin jalan!! Yeyyy!”Calista tersenyum kemenangan.
“enak
yah kalo pacaran. Kita? Jones semua eoh”ketus Michelle.
“nasiban
kita dua. Nunggu apa yang gak tau ditunggu. “Alza Clara berpelukan dramatis.
‘ASSALAMUALAIKUM
WARAHMATULLAHI WABARAKATUH, KEPADA ANAK ROHIS DIHARAPKAN BERKUMPUL DILAPANGAN
SEKARANG. KARENA AKAN DIADAKAN PEMILIHAN STRUKTUR BAWAH’ teriakan dari
microphone sekolah secara mengejutkan
terdengar.
Clara
langsung menatap sudut kanan kantin. Ternyata mereka sudah pergi.
“kalian
dua calon kan? Udah sono! Nanti kita empat nyusul”tutur Shisil. Keduanya
langsung beranjak ke lapangan.
Lapangan
sudah hampir terpenuhi banyak anak yang pastinya anak Rohis. Beberapa anak
nonIs juga ikut melihat dipinggiran. Setelah keduanya berbaris, keempat lainnya
ikut menyusul dipinggiran.
Haikal
selaku ketua ROHIS berjalan pelan melewati barisan anak ROHIS.
“assalamualaikum
ikhwan”sapa sebagian anak perempuan. Haikal membalas sapa dan tersenyum,
“waalaikumsalam”
Alza
dan Clara bertatapan. Ketua ROHIS itu selalu memberi ingatan manis pada
anggotanya.
“permisi
ukhti, boleh maju ke depan?”sapa Haikal halus. Si kembar menyunggingkan senyum.
“kita
berdua masih calon kan ikhwan?”balas Clara disusul anggukan Alza.
“iya.
Usul ustadz kalian maju aja dulu” senyuman itu tak pudar menghias bibirnya.
Keduanya
mengikuti suruhan ustadz yang menyuruh mereka maju ke depan lebih dekat lagi.
Ustadz
Usman membuka pembukaan pengumuman pemilihan struktur bawah kali ini dengan
gaya bahasanya yang tegas dan kadang diselipkan kalimat guyonan dengan kalimat
gaul.
“Bismillahirrahmannirrahim,
saya akan membacakan tiga orang yang terpilih untuk menduduki struktur bawah
kelas 2 ROHIS SMA ini. Syukron kepada Ananda Ayu dari kelas Ipa2, Alzaisya dari
kelas ipa1, Muhammad Fadlan dari Ipa35. Selamat untuk yang terpilih, kalian terpilih
karna kalian yang dipercaya”
Clara
tertunduk. Jadi sebagai apakah ia disuruh di depan ini?
“Oh
ya maaf. Ustadz lupa, untuk menggantikan posisi Anta Ilya dari ketua akhwat,
kami telah memilih Clarasya sebagai penggantinya. Selamat! Kita doakan mereka
dapat melakukan tugas dengan baik. Alhamdulillah terimakasih Wassalamualaikum”
Ketika
ustadz turun drai podium, seluruh anak bertepuk tangan.
“selamat
kembaran gue. Lo jadi ketua akhwat”tutur Alza pelan. Ia menepuk pundak Clara
dengan pelan.
Tampak
dari sana Haikal, ketua ROHIS sekaligus ketua ikhwan, berjalan mendatangi
mereka.
Jantung
yang manakah berdetak lebih cepat? Siapakah yang menggigit bibir bawah,
menunggu apa yang terjadi?
“Syukron
ukhti. Selamat bergabung. Kita bisa menjalin kerjasama yang lebih baik lagi”
Clara
tersenyum simpul lalu mengangguk.
“terimakasih
kak”
Di,
Calista, Shisil, dan Chelle mendatangi mereka dengan penuh riang.
“CIIEEEEEEEEEEEEEE!!!
SELAMAT YAAAA”teriak keempatnya.
***
“awas
kalo lo pulang lama! Gue cekek gue campakin ke rawarawa”gurau Alza pada Calista
yang tengah menunggu jemputan nebeng sang cowok, Steven.
“pengen
cepet cepet pulang nih, mau buka Line pake wifi gratis rumah. Terus kerasa
jones disini, bolehkah ratu putri bidadari dari kayangan pulang duluan?”Shisil
bertanya ketus.
“ntar
kalo lo pulang, temen CS gue kalo Boy dateng mau ngajak Michelle pulang bareng
siapa?!” Diandra tertawa kecil.
“Oiya
Barbie lupa”
“UUUUUUU”
“yang
kembaran tumben mau nunggu biasanya duluan?”
“tanya
sama ketua akhwat kita lah”tutur Alza. Mereka melirik Clara.
“uy!”
“eh
iya astagfirullah apa?”
“ngebayangin
kerja sama yang dijalin sama kak Haikal nanti ya?”tuding Michelle. Clara
langsung menggeleng.
Sebuah
senyum melencos tiba tiba. Memudar tanpa sepengatahuan.
“nggak
ah. Kita dua pulang duluan nih?”
“iya
silahkan ibu hajjah”
“amin,
duluan ya!”
Alza
langsung menyetop taksi lalu naik cepat diikuti Clara tanpa basa basi
“kaya
aneh gitu gue liat berdua”ucap Di. Yang lain mengangguk setuju.
“apa
iya, dua duanya suka sama satu orang yang sama?”
“ah
nggaklah. Gak boleh buruk sangka dulu. Lagian anak rohis toh mereka”
Tudingan
Shisil berusaha mereka yakinkan.
“gue
luan ya. Babayy!”Shisil berseru jemputannya sudah tiba.
‘TINNNN’
Calista
berseru riang. “gue luan juga?” kepalanya menoleh. Steven telah tiba. Lelaki
yang sudah dua bulan ini jadi pacarnya. Yang bersekolah di SMA nomor satu
dikota ini.
Michelle
dan Diandra mengangguk.
Calista
berlari riang menuju mobil Steven.
Setelah
berbicara sebentar, Calista berteriak pada keduanya.
“AYO
IKUTAN!!”
Michelle
Diandra bertos ria. Uang pulang bisa disimpan buahahahha
***
Dear my dream,
How are u?
Clara langsung menutup diarinya ketika pintu kamar diketuk
dari luar. ‘Pasti Alza,’ tebaknya. Secepat kilat ia menyimpan buku itu di dalam
tas.
“Masuk ya gue ketua akhwat!”teriak kembarannya itu.
Clara bersahut mengiyakan.
Pintu terbuka. Alza menatap Clara.
“Cie yang besok sering sama kak Haikal cie cie..”godanya.
Clara mendesis sebal, “sok tau ah. Yang gue tau kak Ilya
dulu gak pernah tuh sering sama kak Haikal”sanggahnya.
“ups ketua akhwat lo gue ngomongnya. Jadi hotnews lah”ledek
Alza.
“Tidak mungkin seperti itu. Kan akhwat dan ikhwan dilarang
keras untuk bersama” Clara mengganti gaya ucapan dan bahasanya.
Alza nyengir lalu melempar bantal ke arahnya.
“Tapi kalo sering ditugasin sama, enak kan? Kesempatan buat
deket lah jadi calon huhaha”pasti Alza.
Pipi Clara memerah. Ia melempar bantalnya pada Alza. Alza
tersenyum tiada arti. Ia lenyap dibawah
selimut tebal miliknya setelah mencium pipi Clara dan mengucapkan
assalamualaikum, semoga mimpi indah.
‘if I say yes, there is the broken heart like you’batinnya.
Ia meringis melihat adiknya yang tidur lelap.
‘Tlengneng’
Ponselnya berbunyi. Notifikation from Line. Pastinya itu
bersumber dari group ‘Bukan Anak Baper’ yang insomnia.
Michellee : guys, gue diajak Boy balikan, huhaaaaaaaaa
Diandrahub : terserah lo sih, tp gue males, putus nyambung
mulu
Shillasil : cie jones yg jalanin aja ga capek buakak
Diandrahub : -,- emak pun bisa merasakan nak!
Clasy : weissss
Calistah : menurut gue gak usah dulu deh chelle, harusnya
tuh anak dikerjain dulu
Michellee : kerjain gmn?-,
Diandrahub : ihh calista benerr:*
Shillasil : setujuuuuuuu
Clasy : ngikut aeh
Calistah : ntar dulu, gue mau nanya, lo masih suka nggak?
Michellee : rasa gue ini gak pernah ilangg huft
Clasy : -----------------
Shillasil : eak-,-
Diandrahub : ah lo mah kebal bgt-,-
Michellee : Michelle seterong
Shillashil : alza mana?
Clasy : tdr udah
Shillasil : aih
Michellee : gue pasrahin ke kalian aja deh besok. Mau tidur
bhay
Shillasil : okehh. Di kita beraksi:D
Diandrahub : wokeh bhakak
Calistah : ikut wkwk
Clasy : ngikut dah
Shillasil : ngestalk doi gue nihhh iiiii,
Sampe 999+ bahasin cogan [gaya DSYERA bgt :D ]
***
Shillasil liked you post [213]
Shillasil commented on your post [98]
“Oh my god. Sampai
ngestlak saya banget?” seorang lelaki tampan tertawa kecil melihat notification
OA linenya.
Ia membuka akun tersebut. Tertawa melihat salah satu
postnya, yang sharing videonya. Matanya sedikit menajam ketika melihat
captionnya.
‘<video> calon gue aw aw banget. Kelihatan gak jones
dah begini HUAAHAHH, CALISTA GUE NYUSUL!!’
Senyumnya memgembang.
Aneh. Adik kelasnya yang tidak menyadari kehadirannya kini
yang berada diantara mereka.
***
“Udah pamit pulang lama kan kalian?”
Bukannya menyapa, Diandra langsung to the point ketika sepasang kembaran menyambangi pintu kelas.
“Selamat pagi Diandra
Suharja”sapa Clara keras.
Diandra tersenyum semanismanisnya. “Selamat pagi juga ketua
akhwat!”
Clara tersenyum tipis. Tanpa aba-aba Alza mengambil tangan
Di lalu mencium punggung tangannya dengan tidak ikhlas.
“kenapa kamu terlambat nak?! Ngesot
keliling lapangan 17 kali cepat!!”Dramatis Diandra mulai kambuh.
“kata Clara kalian mau ngerjain Boy?
Ow”tutur Alza.
“ssstt diam ah. Masuk kelas sana lo
berdua. Bye Barbie mau balik mwah”Diandra berbalik.
Clara mendesis.
“Assalamualaikum ukhti”
Sekumpulan anggota ROHIS tiba-tiba
menyapanya.
Clara langsung menoleh, “Waalaikumsalam
ukhti, ikhwan. Pada mau kemana nih? Hehe” sedikit tersentak pada yang
mengingati statusnya kini. Alza ikut menyapa pelan, “waalaikumsalam”
“mau ke depan. Dipanggil ustadz Usman
tadi. Duluan ya ukhti. Wassalamualaikum”
“iya silahkan.
Waalaikumsalam...”tuturnya lembut.
Alza masuk terlebih dahulu. Sedikit
kesal dengan kejadian barusan. Apakah ia tidak dilihatkah?
“aku mau ke forum dulu kayaknya
dipanggil abi deh. Assalamualaikum za” Clara mendahuluinya dengan cepat lalu
meletakkan tasnya dikursi.
Alza mengangguk, “waalaikumsalam”
Ia menatap punggung Clara, menatap
miris lalu menggelengkan kepala.
“Ukhti Clara!!!” sebuah teriakan di
dengarnya tadi luar. Suara serak basah itu tidak asing lagi baginya. Alza
langsung mendelik ke luar kelas.
Haikal.
Kakak kelasnya itu memanggil Clara yang
hampir sudah memasuki forum ruangan diujung koridor dan pastinya sudah tidak
terdengar lagi olehnya. Alza berbalik, senyum dibibirnya turun perlahan.
Kerudungnya terbawa angin melambai berlalu, namun sepasang mata melihatnya.
“Ukhti! Ukhti! Ukhti Alza!!”
Alza terdiam, lalu kembali berbalik.
Senyum itu sebagai pemalsu dirinya saat ini.
“Assalamualaikum ukhti, boleh saya
bertanya?” Haikal menghampirinya. Jaket hitam yang dipakainya selama menaiki
ninja, belum sempat terlepas.
“waalaikumsalam. Boleh. Ada apa ya
kak?”
“em, bukannya ada maksud tertentu.
Untuk –“ Haikal menghentikan ucapannya. Apakah pria tampan muslim itu kehabisan
kata? Karnanya?
Haikal mengigit bibir bawahnya
menunduk, kata apa lagi yang harus dilontarkannya? Pipi Alza malah sedikit
memerah.
“ada apa ya kak? Coba diinget
dulu”sarannya.
“itu—anu ukhti. Anu—oh ya saya baru
ingat. Boleh tidak saya meminta nomor telefon kembaran kamu?”
Alza masih pada posisinya, menelan
ludah.
“kembaran saya kak? Hm,Clara? Untuk apa
ya kak?”tanyanya. Sepek a apapun Haikal tapi ia belum tau apakah senyum
perempuan yang di hadapannya ini benar apa tidak.
“em anu. Supaya lebih sering kerjasama.
Antara-“
“antara ketua sama ketua? Baik. Ini ya,
08xxxxxxxxxx”
Kata yang diucapkan Alza terlalu cepat
dan ia belum sempat untuk mencatatnya.
“boleh diulang ukhti?” Haikal baru
mengeluarkan ponsel dari saku. Alza langsung menekan ponsel secara sembunyi
diroknya, membuka dering ponsel agar berbunyi.
“Ya Assalamualaikum umi, ada apa?
Sebentar ya kak” Alza berdoa agar Allah memaafkan kebohongannya untuk sekarang.
Ia masuk ke dalam kelas lalu berpura pura sebentar.
Haikal melirik jam yang ada
ditangannya.
07.29. sebentar lagi bel masuk
berbunyi.
Alza bersabar untuk melengketkan ponsel
ditelinganya. Menunggu bel masuk berbunyi sekarang juga.
‘Teetttt’
“Lain kali aja ya ukhti. Terimakasih
wassalamualaikum!”
Alza berbalik lalu mengangguk membas
salamnya.
ToBeContinue
Thankyou for Reading,xoxo
@AlyaBRDS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar