Future #5
Cast : Chelsea Bagas DLL
Created By : @AlyaBRDS
Happy Reading...
***
Tangan Chelsea bergerak kecil di atas tempat tidurnya. Matanya yang berat untuk terbuka dipaksakan untuk terbuka. Dengan cepat ia berbalik arah dari posisi tidurnya menghadap jam kecil yang terpampang di atas meja disamping tempat tidurnya.
"weis udah bangun juga. Kebo lo ya..."penuturan Bagas membuatnya menoleh. Lelaki itu berdiri di depan kaca rias Chelsea dan tengah berkaca.
"Ini jam berapa? Lo belum sahur kan? Gue siapin dulu ya.." Dengan cepat Chelsea bangkit dari tidurnya. Rambutnya masih berantakan, tetapi harus Bagas akui dia memang selalu cantik.
Bagas menatapnya aneh. Melihat tatapan itu Chelsea terhenti untuk bangkit.
"Apa? Lo mau siapin apa? Helaw"
Chelsea mengangguk mantap.
"Ini udah jam 8 lo mau ngapain ayang? Gue udah sahurlah"
Chelsea terbelalak, "lo sahur berdua sama mpok Mimin tanpa ngebangunin gue?!"
Bagas mengangguk.
"MPOK MIMINNN!!!"
***
"Neng Chelsea makan dong. Udah mpok bikinin nasi goreng masa gak dimakan?"
Chelsea menggeser piring tersebut lalu menggeleng, "gue puasa mpok"
"Nih ya, udah mpok bilangin sama Bang Bagas, dibangunin nengnya pas sahur, eh bang Bagas gak mau. Katanya nggak usah. Eneng kecapekan"ucap mpok Minah lalu menatap Bagas yang acuh.
"Jahat lo ya" Chelsea melempar bantal ke arah Bagas yang sok sibuk membaca koran.
"Dodong banget sih lo. Udah tau capek sok dipaksain. Terus kenapa kalo gue sama mpok Minah sahur berdua? Ada masalah buat lo? Ha? Lo yang suruh gue buat pdkt sama mpok Minah kan?"
Mpok Minah naik ke sofa lalu meloncat diatasnya.
"Makasih enengggggg!!!!!"
Chelsea meringis, "mpok menang hari ini. Hayati lelah" Gadis itu melempar bantal satu lagi ke arah mpok Minah.
"Gue tadarus dulu dimasjid ya. Sampe sore. Ntar jam setengah 6 sore gue balik bentar lo harus udah siap siap"tutur Bagas kemudian bangkit.
"Mau ngapain? Males gue"
"Ngabuburit berdua"
Mpok Minah terdiam. Melesott. Menggigit serbet yang ada dipundaknya.
"Satu sama mpok yeyyy!!!" Chelsea naik ke sofa kemudian meloncat girang.
***
"Ponselnya jadi nggak neng? Sama puturasben mpok?" mpok Minah menagih. Chelsea menatapnya kecut.
"Males. Udah gagal semuanya"
"Yeh pas buka kan bisa neng? Neng nih cepet putus asa deh,jadi cewek harus seterong dong!"
Chelsea menatap mpok Minah dengan malas, "jadi gue harus gimana mpok?"
"Mpok mau nanya, makanan kesukaan abang apa?"
Chelsea berdekhem, "semua mah dia suka. Asalkan halal sih katanya"
Mpok Minah berpikir lagi, "gimana kalau neng sama mpok bikin es buah terus kentang goreng. Yang ringan ringan aja sih. Cupcake juga boleh. Tapi neng harus bisa bikin romantis"
"Maksudnya?"
"Tempat yang dipojok tapi bisa dibikin kesan darkromance dimana neng?"
"Darkromamce? Um di pinggir kolam renang?"
"Yaya disitu juga bisa. Tapi biar lebih kerasa kehangatannya, dibikin tikar kecil. Lampu taman yang warna warni banyak kan neng? Nah kita bikin makanan sekarang juga biar cepat selesai"
Senyum bibir Chelsea yang keluar hangat, kemudian tangannya bergerak memeluk mpok Minah, "makasih ya mpok. Chelsea sayang mpok deh"
***
"Cupcakenya rasa cokelat aja ya mpok? Kalo vanila kurang kerasa gitu"tutur Chelsea. Mpok Minah mengangguk cepat.
Siang itu siang yang terik. Di dalam rumah, Chelsea dan mpok Minah sibuk di dapur. Bahan bahan serta kulit buah tersisa di lantai.
"Es buah udah selese. Mpok taruh dikulkas ya" si mpok berjalan menuju kulkas.
"Mpok gak capek nih? Mpok kan puasa. Mpok istirahat aja dulu"
Mpok Minah menggeleng, "mpok pengen dapet asben hihu"cengirnya.
Chelsea cengengesan, "kayanya emang udah jodoh nih sama asben mpok haha"
"Amin" Chelsea tertawa kecil.
"Kentangnya ntaran aja jam 5 oke. Tinggal nyiapin bumbunya"
Chelsea mengedipkan matanya.
***
"Gas suara lo merdu juga" pak Obon yang sedaritadi mendengarnya membaca AlQuran geleng geleng kepala.
"Alhamdulillah. Anak ganteng ya gitu😏" Bagas staycool depan pak Obon yang celingak celinguk nyari baskom.
"Pak Obon masih jolar juganih? Apa jones? Apa jotalak?"
"Jolar itu kan jomblo liar. Jones jomblo ngenes. Jotalak apa? Gak ngetrend di twitter tuh kata"
"Jotalak jomblo tak laku kayak pak Obon lah" Bagas cekikikan.
"Pak Obon mah bukan jolar bukan jones bukan jotalak apalagi. Pak Obon masih belum menemukan yang terbaik"
Bagas menggaruk kepalanya, "gile dek sangke gue"
"Pak Obon ntar mau nggak ke rumah Chelsea? Buka bareng gitu"
"Buka bareng? Buka apa?!"
Bagas menoyor pala pak Obon, "buka puasa dodong pak"
Pak Obon nyengir lalu mengangguk, "bisalah. Orang ganteng emang banyak tawaran"
Bagas mengigit bibir bawahnya, "BHAKS"
***
"Eneng dimana? Cepetan gih mandi bentar lagi si abang dateng"
Chelsea keluar dari kamarnya lalu berlari ke kamar Bagas. Ia melengketkan selembar kertas dipintu kamar tersebut. Lalu kakinya melangkah ke lantai bawah menemui si mpok.
"Mpok kalau ntar Chelsea sama yayang mpok udah pulang tinggal dianter ke taman yang udah kita dekor ya mpok"
Mpok Minah mengangguk mantap sambil mengancungkan jempolnya, "sip neng"
"Assalamualaikum"
Bagas datang dengan kemeja kotak kotak dan peci hitam. Lelaki yang baru pulang dari rumahnya itu tampak rapi dan bersih. Ganteng apalageh
"Yayang mpok ganteng banget duhh" mpok Minah berlari mendekat ke arah Bagas lalu memukul serbet yang kadang bersarang dipundak kanannya.
"Bagas getoloh😏" Bagas membuka pecinya lalu mengusap rambutnya memasang wajah staycool sembari memakai pecinya lagi.
"Lo udah siap? Ayo deh" Bagas melirik Chelsea yang mengangguk, "Chelsea pergi dulu ya mpok. Papay"
Mpok Minah mengangguk lalu tersenyum.
Chelsea naik ke atas sepeda Bagas lalu memegang pundaknya.
"Mau kemana?"
"Bukber berdua mau nggak?"tanya Bagas.
Chelsea menggeleng, "enggaklah. Lo aja mah yang buka gue nggak. Lagian kayaknya mpok Minah udah beli bukaan barusan. Kasian tau"
"Lo nyuruh mpok Minah beli bukaan? Sumpah itu ENGGAK BANGET"
"Hehe iya. Taulah gue kagak pande masak"
"Lo ngapa gak nanya sama mpok Minah?"
"Males. Lagian mpok Minah taunya cuma bikin lontong sama nasi"
'Maap mpokkk😪'batin Chelsea
"Padahal gue udah ngajak pak Obon buat buka puasa bareng dirumah. Mampus deh. Beli lagi aja yok" Bagas memutar handle sepedanya.
"Padahal gue udah ngajak pak Obon buat buka puasa bareng dirumah. Mampus deh. Beli lagi aja yok" Bagas memutar handle sepedanya.
"Enggak enggak. Udah banyak tuh bukaan tadi"
"Gue gak mau makan yang bukan masakan hasil kerja tangan lo suer!!"
"Yaudah coba aja lo beli sono gue temenin. Lo yang nanggung dosa sisa makanan ntar"
"Iya tinggal gue bagiin ke masjid"
Bagas memberhentikan sepedanya di depan gerobak sekumpulan jajanan ta'jil.
"Gue pengen es buah. Yang ada malah teh original gitu males ah. Cari yang lain"
Mata cuma puas mata, jam menunjukkan 20 menit lagi bedug berbunyi.
"Minta dua puluh ribu yang. Gak bawa duit nih gue"tutur Bagas ketika mereka sampai disalah satu gerobak penjual minuman bukaan.
Chelsea tertawa, "lo kira gue bawa?"
Bagas melirik tajam, "udah ah cabut bete gue"
***
"Turun lo. Cepetan bentar lagi buka"
"Iya sabar sarap. Marah marah aja sih kerja lo, cepet tua kapok" Chelsea turun dari sepedanya.
Bagas dan Chelsea masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum"
Bagas melirik ke arah meja makan. Kosong melempong. Tak ada satu pun makanan. Lalat aja nggak ada.
Mpok Minah memberi kode pada Chelsea, 'silahkan weh neng' kemudian mpok Minah mengangkat jarinya lima. Tanda 5 menit lagi.
Chelsea berjinjit dibelakang Bagas lalu menutup kedua mata Bagas.
"Lo mau ngapain sih? Lepasin mata gue gak bisa liat dodong"
Chelsea hanya diam lalu membawanya ke taman di pinggir kolam.
Lampu yang biasanya bersinar putih diganti menjadi warna merah biru kuning dan hijau. Sekitaran pinggir kolam renang dipaparkan bunga mawar yang tak bertangkai tak lupa bersisi lilin kecil.
Di tembok sisi kolam renang terdapat rangkaian lampu kecil yang dirangkai menjadi satu kalimat bertuliskan 'Happy Anniv'
Di samping kolam renang diletak tikar kemudian dialaskan meja persegi panjang. Di atas meja sudah ada es buah dengan beragam buah, 2 cupcake, dan kentang goreng plus dua lilin menjadi penerang.
Mpok Minah memberi kode supaya Chelsea melepas tangannya. Sedangkan mpok Minah capcus ke luar.
Chelsea melepas tangannya kemudian memberi Bagas waktu untuk melihat sekelilingnya.
Bagas tersenyum lebar lalu menoleh ke arah Chelsea. Ia mengedipkan matanya sebelah, "Makasih ya yang"
Chelsea mengangguk cepat.
"Duduk gih. Udah buka" keduanya duduk berhadapan.
Mpok Minah dari balik gorden menspeaker azan dari ponselnya, 'Allahu akbar allahu akbar'
Bagas menutup matanya membaca doa.
Ia meneguk air putih didepannya kemudian menatap Chelsea. Cukup lama, sekitaran lima menit.
"Lo ngapain liatin gue? Minum kek makan kek. Tenang itu buatan gue dengan arahan mpok Minah. Gak beracun elah"
Bagas cekikikan lalu tersenyum, "lah gue lagi buka puasa"
"Buka puasa apaan lo liatin gue mulu. Lo gak dendam sama gue kan?"
"Gue lagi buka puasa sarap. Kan katanya buka puasalah kamu dengan yang manis manis. Lah makanya gue liatin muka lo"
Chelsea tersenyum lebar lalu membuang mukanya menatap mpok Minah yang tengah menggigit serbet kesayangannya.
"2 - 1 mpok HAHA"
Bagas menoleh ke arah mpok Minah.
"Makasih ya mpok. Bagas sayang mpok deh, lop yu"
"DUA SAMA NENGGGG YIHAAAA"
Chelsea menggigit bibir bawahnya. "Iya sama😒"
***
Sebelum malam itu Bagas memasuki kamarnya, ia kembali balik ke arah pintu. Seperti ada lengketan kertas dengan tulisan kecil.
' Dear Bagas
Lo kayak indomie.
Seleraku....
- Chelsea '
Bagas tersenyum lalu melepas kertas tersebut. Membawanya tidur dan masuk ke dalam mimpi.
***
Maap pak Obon belum dimasukin😂
Thanks For Reading,xoxo
@AlyaBRDS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar