Rabu, 05 Agustus 2015

Future #4

Future #4
Cast : Chelsea Bagas dll
Author : @AlyaBRDS
Note : Maafin ngaret ya wgwg. Btw thankyou jg yg udah nungguin + bigthanks kak El sama Tika yg udah bikin editan somvlak begini wkwk [ cek fp BOC ]
***
"Berapa lama mi? Lah jadi Chelsea sama siapa dong dirumah?" Perempuan cantik itu menatap sang ibu yang tengah mengoles selai kacang ke roti yang akan diberikan padanya.
"Mudah mudahan nggak satu bulan Chels. Mami udah cari yang bisa bantu bantu kamu. Jaga rumah sekalian"
"Cowo atau cewe?"
"Mpok Minah yang jualan sarapan di persimpangan sekolah kamu"
"Itu abstrak. Lah kok ke mpok Mimin mi? Bisa puyeng Chelsea"
"Tenang aja Bagas juga udah mami permisiin sama keluarganya. Dia boleh nginep selama mami pergi."
Chelsea bersorak ria. Menaiki kursi makan lalu melompat, "yayang ketemu yayang. Absurd nih rumah. Yeyyy!!!"
Theresia tersenyum kecil, "bisa ditinggal kan? Kasihan cici disana. Oma juga lagi sakit"
Dengan cepat sulung perempuan itu mengangguk riang, "Troy ikut gak mi?"
"Kayaknya ikut"
"YES!!!" Mata sipit Troy memicing tajam ke arah kakaknya.
"Dosa kalau natap gue kayak gitu HAHA"
***
"Sarapan dulu gak lo!"
Baru saja Chelsea menyembul dari pintu, Bagas bersahut.
Chelsea tersenyum lalu memegang perutnya lalu mengelusnya. "Tenang. Cacing cacing peliharaan gue udah gue kasih makan. Jadi mudah mudahan kagak demon. Manatau demon kan bisa nyempil ke warung mpok Minah"
Bagas mendesis, "Gak ada. Gue udah kapok. Cepetan, gue tinggal nih."
"Sabar kek. Pagi pagi aja lo udah kek dodol. Bete ah" Chelsea melipat kedua tangannya di dada.
"Gue tinggal ya" Bagas melajukan sepedanya. Pemanasan. Chelsea tau lelaki itu tak meninggalkannya.
"Hayati sayang abang deh" Chelsea melompat naik ke arah sepeda lalu memeluk leher Bagas dari belakang.
Lelaki itu tersenyum kecil. "Capcus yuk!"
***
Karel menatap pasangan yang baru datang itu. Pasangan yang mungkin absurd di sekolah. Sering berantem, keduanya yang memang somvlaknya seimbang tapi tetap saja ada sisi romantisnya.
Chelsea turun dari sepeda Bagas. Lalu melambaikan tangannya ke Bagas yang menjauhinya. Letak kelas mereka yang sedikit jauh, dan Bagas harus memarkirkan sepedanya dulu diparkiran.
Setiap waktu istirahat juga salahsatu dari keduanya tak pernah absen untuk berkunjung ke kelas masing masing.
Terkadang membawa makanan, atau tangan kosong. Tapi senyum selalu menghiasi wajah mereka.
Cemburuan jarang. Malah tidak pernah. Paling hanya ancaman kecil ke 'siapa yang mendekat ke lawan jenis lain' Bagas atau Chelsea.
Mereka saling percaya. Dan bahkan pikiran ini sudah matang Karel siapkan, "Hubungan itu tak kandas. Lanjut ke masa depan. Harus ada yang bertindak"
Karel memang ragu dengan apa yang dikatakan jelas oleh keduanya, "lanjut sih lanjut. Tapi nanti bakal mutusin keputusan yang terbaik. Berpisah"
***
"Rel, si itu mana?" Chelsea menyeru kepada Karel yang duduk selonjoran di atas kursi sambil memainkan game terbaru yang baru di downloadnya di playstore.
"Si itu siapa?" Karel tak bergeming.
Chelsea melencos. Tiba tiba sosok gentayangan muncul dari bawah meja.
"Ih ayang mau ngapain disitu? Dodong deh"argumen Chelsea kemudian masuk ke dalam kelas.
"Tadi ada kecoa. Rencananya sih mau gue bawa terus selipin ke kantong terus nakut nakutin ke lo. Eh orangnya udah dateng. kecoanya larilah. Ternyata kecoa juga bisa phobia juga sama lo. Ngakak deh"
Bagas tersenyum unjuk gigi. Wajah Chelsea datar. "Beliin gue martabak"rayunya.
"Lo kesini mau nyuruh gue beli martabak? curiga gue. Lo ngapa? Tumben tumbenan mau jajan"
"Anak lo juga gas" Karel nimbrung namun pandangannya masih fokus.
Chelsea menoyor jidad Karel, "gue ngidam nih BHAKS"
Bagas menggeleng geleng, "anak pak Obon!!!"
Karel tertawa lalu menatap keduanya yang saling senyum.
***
"Gak usah nutup nutupin. Jujur sama gue. Bener kan?" Bagas memberhentikan laju sepedanya.
"Enggak lho. Uang kas gue banyak. Lo tanya aja sono sama Jejes"
"Udah gue tanya. Udah lunas dodong"
"Makanya uang gue abis sekarang pea. Barusan gue bayar"
"Lo nabung mau beli sepeda kan??" Bagas memicing ke arah Chelsea.
"Yatuhan. kalo mau beli sepeda gue bisa minta sama papi weh"
"Lo mau mandiri. Sheril udah ngasih tau ke gue. Makanya lo bilang akhir akhir ini lo gak ada jajan. Jujur sama gue,"
Chelsea menggigit bibir bawahnya. kemudian ia turun dari sepeda Bagas.
"Iya. Gue pengen beli sepeda. Biar gue bisa kayak elo. Gue gak mau ngerepotin elo terus. Gue mau mandiri makanya gue gak bilang sama mami atau papi. Niatnya biar gue gak repotin lo. Bukan karna gue gak hargain lo yang setiap saat yang anterjemput gue"
Bagas menatap Chelsea, "lo gak repotin gue. Suer deh"
"Lo gak marah sama gue kan? Plis"
"Marah buat apa coba? Lah cewe mandiri kayak lo apa gue bisa marah? Malah gue bangga, TAPI lo mesti tau kalo gue gak pernah ngerasa repot antarjemput lo"
Chelsea tersenyum lalu menarik pipi Bagas dengan gemas. Gak mesti pelukan kan?
***
"Buatin es buah. Hausss" Bagas duduk disofa rumah Chelsea.
"EM A MA GE EGER MAGER"
"Gak ada si mbok apa? Biasanya kelihatan"
"Mbok pulkam udah mau puasa. Selama mami papi Troy pergi, ada mbok baru. Tapi gak cocok sih dipanggil mbok. Soalnya cantik banget."
Bagas bergeming "siapa tuh? Kenalan boleh dong"
Dengan cepat ia berjalan ke arah dapur. Melihat bangkit saja Chelsea sudah tertawa.
Kurus, rambut disanggul, kain lap di pundak kiri.
"Mbok baru ya? Kenalan dong"
Perempuan itu menoleh. "ABANG BAGASSSSS"
Mpok Mimin -- panggilan baru, meloncat kegirangan lalu berlari mengejar Bagas yang sedang shock.
Bagas berlari dan masuk ke kamar Chelsea dilantai dua.
"AA ABANG CURANG GAK ENAK. MIMIN SEBEL DEH AHH"teriak mpok Minah dari lantai bawah.
Chelsea menaiki lantai dua lalu mengetuk pintu kamarnya, "buka woi. Itu kamar gue dodong"
"CIE FANS SAMA GUE. POSTER GUE BANYAK BANGET DISINI. SAMA TEMEN TEMEN GUE JUGA MESKIPUM GUE UDAH KELUAR. BANG NIAL BANG HARRY BANG LIAM BHAKSS"
Chelsea mendesis, "lo dari ketek pak Obon. Buka ih"
"Gak mau gue buka sebelum gue dapet foto gue disini."sahut Bagas.
"Males banget gue pajang foto lo. Ntar gue gak bisa tidur EAA"
Bagas cekikikan dari dalam kamar. "Gue mau tidur. Ngantuk cyin"teriaknya lagi.
"Jangan pake bantal gue aaaa" Chelsea mengetuk keras pintunya.
"DAPAAATT YEYYY CIEEE FOTO GUE DI SARUNG BANTAL. GUE KOK KETJEH GITU YAA?"
"Buka woii dodonggg"
Pintu terbuka. Mata Bagas berkedip sambil menggoyangkan sebuah foto dirinya sendiri.
"Save foto gue tanpa izin gopek" Bagas menagih menggerakkan tangannya ke arah Chelsea.
"Banyak bacot. Gue mau tidur. Bantuin mpok Minah sono" Chelsea mengusir Bagas keluar.
"Eh yangg ah bisa gedeg gue ntar. Gue ik--"
Chelsea menatapnya, "Lo mau sekamar sama gue?" Bagas tersenyum lalu mengangguk.
"Jangan harap!" Pintu tertutup keras.
"Gue pulang nih ya. Bhay"Pintu terbuka kembali.
"Mau cegah gue pulang ya?"Bagas tersenyum miring.
"Foto lo gue print tujuh rebu jadi sayang!"Chelsea merampas foto yang ada ditangan Bagas.
Bagas mendesis sambil teriak kecil ketika Chelsea menutup kembali pintunya, "Gue laper bego. Buatin apa kek"
"Mpok Minah lagi baek tuh. Sekalian mau PDKT kan?"
***
Bulan Ramadhan hampir saja tiba,tepatnya besok. Bagas masih tinggal sementara dirumah Chelsea. Mpok Minah pulang hari kira kira jam delapan malam.
Mungkin Bagas akan bersahur serta berbuka sendiri.
Kini ia tengah mengotak atik ponsel touchscreennya.
"Lo gak laper? Nanti Tarawih ya?"ujar Chelsea yang baru saja turun dari lantai atas sambil memegang hairdrayer dan handuk.
"Iya. Lo ngapain bawa hairdrayer?"
"Mau nembak pak Obon. Yaelah mau ngeringin rambutlah"
"Yaudah keringin sono sarap"
"Di kamar gak hidup stop kontaknya bego. Gak tau tuh"
"Mau gue liatin dulu?" Bagas bangkit dari duduknya lalu naik ke lantai dua.
Chelsea mengikutinya dari belakang.
"Gak baik kita berdua dalam satu kamar. Lo luar aja ntar ya"
"Okey" Chelsea mengangguk.
Tak berapa lama Bagas keluar dari kamarnya, "Tuh udah bisa. Arus tadi kayanya nggak hidup"
"Yaelah"
Bagas menuruni tangga kemudian masuk ke kamarnya yang sudah disiapkan. Ia mengambil peci dan sajadah.
"Udah azan Chels gue ke mesjid ya"teriak Bagas dari lantai bawah.
Chelsea bersahut "Iya"
***
'Tok tok tok'
Chelsea membuka pintunya, mpok Minah lengkap dengan mukenah yang ia gunakan.
"Mpok balik ada yang tinggal?"
Mpok Minah masuk nyelonong mengacuhkan perkataan Chelsea. Gadis itu menatapnya bingung,
"Mpok Minah barusan dengar ceramah pak ustadz kalo perempuan dan laki laki yang belum sah itu tidak diperbolehkan berada dalam satu ruma. Takutnya menimbulkan fitnah dari masyarakat. Dan mpok Minah memutuskan untuk menginap disini juga atas izin mami papi non, mpok diboleh. Mpok Minah kesini juga untuk menjaga kalian agar terhindar dari gunjingan masyarakat. Karena mpok sayang kalian" Mpok Minah memeluk Chelsea yang masih heran.
"Okey never mind. Mpok udah sholat emang?"
"Udah. Walaupun cuma 11 rakaat plus witir."
"Nah. Mpok bisa bantuin Chelsea gak? Kalo berhasil, Chelsea bakal beliin mpok handphone android. Terus Chelsea kenalin sama seorang lelaki yang mungkin sudah ditakdirkan untuk jadi pendamping hidup mpok. Mau gak?"
Mpok Minah tergelak senang. Dengan cepat ia mengangguk.
"Hadiah anniv yang bagus dibulan Ramadhan ini apa?"
"Yah sahur dan buka bareng lah"
Chelsea menggaruk tekuknya, "sahur itu jam berapa ya mpok?"
"Jam empat aja mulainya"
"Empat? Siang? Yesss!!!"
"Jam empat pagi lah non. Non ini dodong juga ya"
"Hah? Mpok bangunin Chelsea besok ya?:("
"Insyaallah ya non. Nah ini kan udah malem non masuk kamar aja sono." Mpok minah mendorong Chelsea agar masuk ke kamarnya.
"Mpok jangan apa-apain Bagas ya. Awas lho! Kirim salam juga buat ayang Chelsea. Semoga dia makin tampan kalo diliat jam 4pagi. Goodnight, sweetdreams bilangin. Chelsea sayang dia bhay"
"Iya iyaaa"
***
"Woi gue pulang. Bukain pintu napa. Ceritanya gue disuruh minggat gitu woii bukainn"teriak Bagas.
Chelsea membuka pintu menuju balkon rumahnya. Udara malam itu begitu dingin. Rambut Chelsea sampai melambai lambai.
"Goodnight yang. Sweetdreams"sahut Chelsea pada Bagas yang masih berada diluar.
Bagas menoleh ke atas, "Goodnight too. Sweetdreams too yang" bibirnya meulas senyum.
"Bukain dodong. Gue diluar"
"Mpok minah dibawah tuh. Kamar gue dikonci sama dia. Nanti lo minta kunci sama dia ya. Papayy"
***
Jam sudah menunjukkan pukul 23.56 WIB. Bagas sudah siap dengan bunga mawar yang dibelinya semalam sebelum pulang ke rumah setelah sholat tarawih. Ia menggerakkan engsel pintu kamarnya namun tak bisa.
"Mpok Miminn plis bukain 4 menit lagi sarap"
Tak ada jawaban dari luar. Mungkinkah mpok Mimin udah ketiduran?
Mpok Minah juga wanita gas.
"Dobrak aja kali ya? Eh gak boleh deh. Ini rumah camer bhaks"
Bagas meneliti semua yang ada dikamar itu.
Kunci cadangan?
Chelsea pernah bilang kalau tiap kamar dirumah ini pasti punya kunci cadangan. Tepatnya di...
Dibawah keset kaki kamar mandi. Yaaa
***
"Happy anniversary ayang gue" Bagas menyerahkan mawar itu pada Chelsea yang baru keluar kamarnya dengan hati hati. Di ruang tamu mereka bertemu.
Chelsea tersenyum, "Happy anniversary too yang. Makin sarap makin cinta sama gue"
Ia mencium bunga tersebut.
Bagas tersenyum lalu menatap mata Chelsea yang memerah.
"Lo tidur aja dulu disini. Tenang gue gak apa apain lo"
Chelsea mengangguk lalu duduk disofa. Disampingnya Bagas yang masih menatapnya.
Bagas meletakkan kepalanya di dadanya. Hingga keduanya benar benar tertidur disofa putih itu.
***
"Bangg Bagass!!! Sahur yo"teriak mpok Mimin.
Bagas tersentak, ia bangun dari tidurnya. Menatap Chelsea yang tidur disampingnya kini.
"Ngapain disitu?! Gak ngapa-ngapain kan?!!" Mpok Minah shock.
"Mpok kira gue brengsek? Ya kaga lah. Cuma say anniv semalem mpok"
"Syukurlah. Bang Bagas emang lelaki idaman mpok deh" mpok Minah mencoel perut Bagas.
"Wei! Mpok bukain pintu kamar Chelsea deng biar gue angkat kesana. Kasian dia kecapekan nih"
"Ehh kagak. Non Chelsea biarin aja bangun. Katanya mau ikut sahur"
"Enggak. Dia kecapekan gini masa dipaksa. Mpok ini-.-"
Mpok Minah mengangkat bahunya, "abang yang angkat nih?"
"Yaiyalah" Bagas tersenyum lalu mengelus rambut Chelsea.
"Mpok cemburu huhaa. Yaudah deh"
Bagas tertawa kecil lalu membopong tubuh Chelsea ke kamarnya dilantai dua.
Kemudian Bagas meletakkan gadis itu ke tempat tidurnya.
"Udah jangan lama lama. Ini bukan malam pertama-.-"
"Haha. Malam pertama Chelsea sama orang lain yang lebih baik" Bagas menutupi tubuh Chelsea dengan selimutnya. Tersenyum melihat yang tercinta
***
ThanksForReading, xoxo
@AlyaBRDS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar