Future #6
Cast : Chelsea Bagas, dll
Created By : @AlyaBRDS
Happy Reading....
**
“Gue pengen mati Chels, suer dah”
Chelsea yang sedaritadi berfokus pada kuku kakinya langsung menoleh sengit ke arah Bagas. Gak ada topan gak ada badai gak ada pasangsurut air laut belum muncul tandatanda mpok Minah mau lamaran tibatiba ngomongin kayak begituan.
Ia melempar bekas cottonbath yang barusan digunakannya ke dekat Bagas. Dan sontak lelaki itu menjerit.
“jorok banget eoh kamseupay”Bagas meloncati sofa. Chelsea cengengesan kecil lalu kembali fokus menyamakan kuku kanan kuku kiri.
“lo sih perasaan telinga idung kuku rambut bulu ketek itu mulu. Gue kapan diperhatiin? BagasCieButuhPerhatianYayankVolevel. Lelah abang yat:’) “puitisnya mulai. Keluarlah sejatinya Bagas Rahman sodara pak Obon.
“pacaran tuh sama anak yang bersih, idung sama ketek aja diperhatiin apalagi kamoh”Chelsea memukul mukul mulutnya setelah berucap. Bagas nyengir menunjukkan sederet giginya.
“btw ntar lo bisa nemenin gue bawa mpok Minah ke mall kan?”tanya Chelsea pada Bagas yang tengah menyalakan televisi dan duduk disofa hadapannya.
“beliin hp? Merek apa?”
“iya. Gue juga belum tau”
“naik apa nih? Mobil? Ayo dah”
“ajak pak Obon juga. Sekalian—“ Chelsea berkedip pada Bagas dengan suatu isyarat mata.
**
“Tjalacuria nemtjina jenah”
Bak seorang ratu, Minah Sudodong yang kerap disapa mpok ‘Mimin’ berjalan anggun dengan pakaian alaala Indianya. Kemudian duduk dengan gemulai disalahsatu bangku taman nan indah. Sekumpulan bunga cantik menghiasi pemandangan sekitarnya. Menunggu kehadiran sang pujaan hati dengan gelisah, namun waktu berlarut seorang lelaki berpakaian yang sama dengan tambahan peci dan sepatu booth kangayam dipasar, datang sambil menari lalu menutup kedua mata Minah.
“akang teh ini akangggggg?” Minah tersenyum lebar penuh penghayatan.
Obon Sueyeb mengangguk mantap, “akang rindu sama eneng taoh”
Minah membuka matanya, lalu meloncati bangku taman.
“AKANGGGHH”
Tetapi nasi sudah menjadi bubur besar pasak daripada tiang ada udang dibalik bakwan, kaki bangku yang kanan perlahan dan dengan dramatisnya patah hingga Minah tercampak perlahan menjauhi kursi.
Kedua pasang mata bertemu, hingga rambut Minah yang tertutup kain yang dilengketin dirambut sama sanggul apasih namanya(?) hampir tertarik. Kedua bibir mengulas senyuman antara haru tak percaya.
UNTUNG ADA KANG OBON
Butuh bantuan kang Obon? Hanya gotjeng man!
**
“MPOK MINAHHHHHHHHHHHH”
Bagas telah beraba-aba ‘ya’ dengan segalon air yang isinya setengah, Chelsea sudah siap teriak nyaring dengan panci plus spatulanya.
“KEBAKARAN MPOK KEBAKARAN OMEGATTT BAKARRRR”Nih anak heboh sendiri perasaan.
Dengan jurus yang telah diajarkan sang babe dulu, mpok Minah bangun dengan gaya tarzan pak Udin, siap menolong orang yang dalam masalah karena mpok Minah mengatasi masalah tanpa masalah, Mimin sipenyelamat.
“Ayangg Bagass”
Air muka Chelsea seketika berubah, mencibir melihat kelakuan mpok Minah yang ngambil kesempatan memeluk Bagas.
“aduh mpok lepasinn, woii bantuinn” Bagas berusaha melepaskan pelukan mpok Minah yang sekuat tenaga itu.
“biar aja pelukan sono lo. Gue mau mandi, mpok siap siap deh, abis mandi kita ke mall” Chelsea meninggalkan keduanya.
Dengan sentakan sandal rumah yang kuat, Chelsea berlalu.
“tuh kan dia marah. Mpok sih” melihat perlakuan Chelsea, mpok Minah melepaskan rangkulannya.
“tuh kan dia marah. Mpok sih” melihat perlakuan Chelsea, mpok Minah melepaskan rangkulannya.
“mpok kan kagak tau, lagian tadi tuh mimpi, eh malah dibangunin, jahat banget”tutur mpok Minah.
Bagas mengangkat bahunya lalu berlari membuntuti Chelsea.
“woii gak usah sok marah lo elah”teriak Bagas.
Chelsea mempercepat jalannya menuju kamarnya.
“udah deh, childish amat lo emang”
Chelsea menghentikan langkahnya lalu melepas sandal rumahnya. “jangan ikutin gue gue mau mandi!!”
“gak usah cemberutan tuh muka. Sumpah jelek amat”
“gimana gue gak marah coba, gue aja yang jadi pacarlo kagak pernah dipeluk, eh mpok Minah yang selalu ngejar ngejar lo malah meluk elo. Kan gak adil!” Chelsea menutup pintu kamarnya dengan keras.
“iihhhh Cuma gara gara pelukan ni anak songong banget ya”
“bilang aja lo suka dipeluk kaya begituan sama mpok Minah-_-“
“lah itu kan Cuma bercanda”
“terserah deh yaa”
Mpok Minah menelan ludahnya. Tuh dua anak kayak bener bener udah kawin perasaan. Mpok Minah harus seterong, dia harus cari si ‘akang’ nya itu, mencoba untuk move on dari Bagas.
**
“Assalamualaikum”
Pak Obon yang tamvan datang dan mengetuk pintu rumah Chelsea. Katanya sih dia diundang yeh. Nyetir mobil sih katanya. Mayan lah mobil…
“eh pak Obon udah dateng, suruh masuk. Mpok Minahh bukain dund”sahut Bagas.
Mpok Minah tergopoh gopoh mengelap keringatnya lalu berjalan menuju pintu. Ntah kupingnya yang lagi infeksi belum dicongkel, mendengar nama yang tak asing.
“itu pak Obon udah datang. Katanya mau nyomblangin” Bagas membuka selimut Chelsea yang orang didalamnya pura pura tidur.
“kalo gak mereka dua aja yang beli? Lo ih childish amat” Bagas memukul pelan pipi Chelsea untuk membangunkannya.
“lo gak perlu acting kebakaran terus meluk gue deh”ucap Bagas sambil tersenyum.
Chelsea membuka matanya lalu menyipit tajam, “gue gak mau keluar. Gue gak enak badan”
“nah bagus dong gue mau berdua sama lo haha”
“kata kata lo bikin gue merinding dodong-_-“
“suruh aja mereka berdua yang beli pake sepeda lo, supaya romantisnya nyebar bhak”lanjut Chelsea.
Bagas mengangguk, “yaudah terserah lo”
“akangggggg”
“enengggggg”
Kedua mata membulat, mulut membisu, hidung tak bernafas, detak jantung lebih cepat, pergerakan melemas, rambut berkibar, seperti sedang photoshoot single terbaru.
“eneng, akang kangen…”
“akang, eneng kangen…”
“akang, eneng kangen…”
Chelsea nganga lebar. Bagas juga. Mereka udah saling kenal toh?
Chelsea langsung naik ke atas sofa lalu melompat riah. Bagas terdiam, menetralisasi jantungnya yang luar biasa masyaAllah seneng beudd. Dia tersenyum sebentar lalu ikut melompati sofa.
“yang kita berhasil yang!! Horehh horehhh”
Kaki mereka serentak melompati sofa. Tangan mereka bersatu sambil menCOZ.
“ayangggg aaaaaaaaaaaaaa”
Namun, Mpok Minah dan pak Obon malah bingung. Mereka berdua mengerutkan dahi melihat sikap dua bocah itu.
“seharusnya teh kita yang happy, kok malah mereka?”
Pak Obon membenarkan letak pecinya.
“KEMESRAAN INI JANGANLAH CEPAT BERLALU~~~” sangking capeknya, keduanya serentak terduduk sambil menyanyikan sepenggal lagu itu. Sudah lemes. Hayati dan abang lelah.
#AbangdanHayatiBerhasilHoreh
“seharusnya teh kita yang happy, kok malah mereka?”
Pak Obon membenarkan letak pecinya.
“KEMESRAAN INI JANGANLAH CEPAT BERLALU~~~” sangking capeknya, keduanya serentak terduduk sambil menyanyikan sepenggal lagu itu. Sudah lemes. Hayati dan abang lelah.
#AbangdanHayatiBerhasilHoreh
**
“YANG JANGAN MINUM AER ES DEPAN GUE, GUE PUASA!!!”
“YANG JANGAN MINUM AER ES DEPAN GUE, GUE PUASA!!!”
Chelsea terbahak ketika menikmati dua botol air es diimpor langsung dari kulkas. Apalagi disampingnya Bagas, bhaq
“SEGERRRRR BEURRRRR”
Bagas diam menyipit, “dosa lo kaya gitu sumpah deh!”
Chelsea menunjukkan senyum pepsodentnya. “ih makin cinta dehh”ledeknya. Bagas mencibir lalu pergi meninggalkannya.
“mau kemana yang?”
“kehatimu”
“serius atuh”
“mau telentang ditaman gue. Panas banget sumpah”
“ikutttt”
Chelsea menyusul Bagas yang sudah mendahuluinya.
Matanya mengerjap ketika Bagas akan membuka bajunya.
“heeee dodolll es buah kolak dingin lontong sayur ketupettt!!!”teriak Chelsea. Bagas mengeluh, “apalagi sih? Panas banget ini! Gerah gue. Ini nih garagara lo ngajak gue nari gila disofa loncat loncat”
Chelsea mencabuti rumput lalu melemparnya pada Bagas, “ngomong sembarangan lo kuntil! Pake baju lo nggak?!”
Bagas menuruti dengan terpaksa. Melihat sikap Bagas, senyumnya nambah lagi.
“Rencana lo mau ngelanjuti kuliah dimana?”
Chelsea buka hening yang mengalir sedaritadi. Bagas yang tiduran diatas rumput tanpa alas langsung menoleh, “masih lama. Gue gak mau mikir itu dulu lah”
“apaan masih lama, tinggal 3 bulan lagi. Ni anak sok gak perduli banget sumpah”
“ntahlah males gue bahasnya. Mood gue nurun. Mau balik ke kamar ah”
“lah nih anak kenapasi gue nanya bagus bagus juga”
Chelsea menatap miring Bagas yang bangkit dari tidurnya.
“atau lo disuruh jadi penerus perusahaan om Angga?” langkah Bagas terhenti, “enggak. Gue males aja bahasnya”
“kasih tau lah sama gue. Manatau gue bisa bantu, sharingan lo lo bagi. Duka lo lo bagi. Mood lo lo bagi. Tapi cinta lo gak boleh sedikit pun terbagi”
#EA
Bagas tersenyum kecil. Lirikan Chelsea untuk kembali duduk diturutinya. Lelaki itu kembali duduk disamping Chelsea.
“kalo lo mau kuliah dimana?”tanya Bagas.
Chelsea menerawang, “kayanya gue mau tetap di Indonesia deh, gue terlanjur cinta sama Indonesia. Dan gue pasti maunya sama lo, makanya gue tanya lo. Btw lo dimana? Mudah-mudahan kita bisa lanjut ye hihuhihu”
Deretan pagar gigi Chelsea membuatnya mood nya sedikit berubah.
“udahlah males gue bahasnya. Jangan pikirin itu dulu ya”
“SEGERRRRR BEURRRRR”
Bagas diam menyipit, “dosa lo kaya gitu sumpah deh!”
Chelsea menunjukkan senyum pepsodentnya. “ih makin cinta dehh”ledeknya. Bagas mencibir lalu pergi meninggalkannya.
“mau kemana yang?”
“kehatimu”
“serius atuh”
“mau telentang ditaman gue. Panas banget sumpah”
“ikutttt”
Chelsea menyusul Bagas yang sudah mendahuluinya.
Matanya mengerjap ketika Bagas akan membuka bajunya.
“heeee dodolll es buah kolak dingin lontong sayur ketupettt!!!”teriak Chelsea. Bagas mengeluh, “apalagi sih? Panas banget ini! Gerah gue. Ini nih garagara lo ngajak gue nari gila disofa loncat loncat”
Chelsea mencabuti rumput lalu melemparnya pada Bagas, “ngomong sembarangan lo kuntil! Pake baju lo nggak?!”
Bagas menuruti dengan terpaksa. Melihat sikap Bagas, senyumnya nambah lagi.
“Rencana lo mau ngelanjuti kuliah dimana?”
Chelsea buka hening yang mengalir sedaritadi. Bagas yang tiduran diatas rumput tanpa alas langsung menoleh, “masih lama. Gue gak mau mikir itu dulu lah”
“apaan masih lama, tinggal 3 bulan lagi. Ni anak sok gak perduli banget sumpah”
“ntahlah males gue bahasnya. Mood gue nurun. Mau balik ke kamar ah”
“lah nih anak kenapasi gue nanya bagus bagus juga”
Chelsea menatap miring Bagas yang bangkit dari tidurnya.
“atau lo disuruh jadi penerus perusahaan om Angga?” langkah Bagas terhenti, “enggak. Gue males aja bahasnya”
“kasih tau lah sama gue. Manatau gue bisa bantu, sharingan lo lo bagi. Duka lo lo bagi. Mood lo lo bagi. Tapi cinta lo gak boleh sedikit pun terbagi”
#EA
Bagas tersenyum kecil. Lirikan Chelsea untuk kembali duduk diturutinya. Lelaki itu kembali duduk disamping Chelsea.
“kalo lo mau kuliah dimana?”tanya Bagas.
Chelsea menerawang, “kayanya gue mau tetap di Indonesia deh, gue terlanjur cinta sama Indonesia. Dan gue pasti maunya sama lo, makanya gue tanya lo. Btw lo dimana? Mudah-mudahan kita bisa lanjut ye hihuhihu”
Deretan pagar gigi Chelsea membuatnya mood nya sedikit berubah.
“udahlah males gue bahasnya. Jangan pikirin itu dulu ya”
“ish lo mah” Chelsea memukul lengan Bagas.
Bagas nyengir. “btw sepeda gue dibawa sama pak Obon sama mpok Minah?”
“engga. Mereka gue naekin taxi tadi”
“kirain lo bener bener mau jadiin keromantisan mereka saingan kita”
Chelsea tersenyum, “nggaklah. Lo sama gue mah selamanyaa”
#EA
**
Hari demi hari berlanjut. Bulan demi bulan berlalu, hingga kini adalah seminggu terakhir mereka menjejakkan kaki sebagai siswa SMAN 24. Untuk mengisi kekosongan hari bagi calon Alumni, sekolah mengadakan pesta malam seni ‘Twenty four’pelepasan lampion. Didalamnya terdapat sejumlah hiburan yang warga sekolah sendiri yang aktif dan mengisi acara. Mulai dari junior kelas IPA, IPS, juse (kelas 2) IPA IPS, senior IPA IPS, bahkan para guru dan seorang satpam yang emezh turut hadir dengan kekasih barunya, Mpok jualan lontong simpang sekolah yang berates-ratus tahun tidak bertemu.
Persiapan mulai dilakukan, mulai dari tata dekor, penghibur, Master of Ceremony, seksi konsumsi, seksi lainlainnya asal kagak seksi sekaleh.
Bagas nyengir. “btw sepeda gue dibawa sama pak Obon sama mpok Minah?”
“engga. Mereka gue naekin taxi tadi”
“kirain lo bener bener mau jadiin keromantisan mereka saingan kita”
Chelsea tersenyum, “nggaklah. Lo sama gue mah selamanyaa”
#EA
**
Hari demi hari berlanjut. Bulan demi bulan berlalu, hingga kini adalah seminggu terakhir mereka menjejakkan kaki sebagai siswa SMAN 24. Untuk mengisi kekosongan hari bagi calon Alumni, sekolah mengadakan pesta malam seni ‘Twenty four’pelepasan lampion. Didalamnya terdapat sejumlah hiburan yang warga sekolah sendiri yang aktif dan mengisi acara. Mulai dari junior kelas IPA, IPS, juse (kelas 2) IPA IPS, senior IPA IPS, bahkan para guru dan seorang satpam yang emezh turut hadir dengan kekasih barunya, Mpok jualan lontong simpang sekolah yang berates-ratus tahun tidak bertemu.
Persiapan mulai dilakukan, mulai dari tata dekor, penghibur, Master of Ceremony, seksi konsumsi, seksi lainlainnya asal kagak seksi sekaleh.
Bagas Rahman mengambil alih sebagai ketua panitia penyelenggaraan pentas seni. Seminggu full hampir ia tidak beristirahat demi kelancaran pensi nanti. Chelsea, cewek abal-abal yang sering merusaki karna pensi kali ini lebih diperhatikan daripada dirinya, selalu mencari perhatian agar Bagas marah, walaupun respon yang kurang baik tapi gak papalah yang penting masih ngerespon.
“lo gila aja ya, gue mau dengan ikhlas mengulurkan tangan untuk membantu eh elo ngasih gue yang berat. Gue rusakin juga tuh panggung elo. Gue loncatin, biar patah, mampus deh”
Bagas mengusap keringatnya, “makanya ayang gue duduk dikursi tuh tuh sepi duduk aja bawain gue makan apa minum gue capek ayanggggg”
Chelsea mengacuhkan perkataannya, “gak ada gunanya gue duduk disitu”
“terus? Lo mau pulang? Itu tuh Aldi lo kenal gak, anak kepsek kemaren, kayanya mau kesini, gue mintatolong dia buat anterin lo kerumah?”
“gue mau naek sepeda!!!!”
“kayanya dia gak bisa bawa sepeda ayangg”
“udah deh gak banyak bacot. Gue mau bantuin!! Terus pulang gue gak mau tau,-“
“pulang-“
“PULANGNYA SAMA ELO, BAGAS RAHMAN DWI SAPUTRA KETUA PANITIA!”
Bagas menghela nafasnya, “insyaAllah kalo udah kelar ya. Besok gladi resik nya yang”
“lo gak capek apa? Seminggu elo nyiapin ini semua, gak ada istirahat, lo tiap hari pulang jam 7, terus tidur makan sholat, megang hp Cuma 10 menit nyapa gue terus molor. Lo kagak capekk?!”
Suara Chelsea lumayan besar, menjadi perhatian sekitar. Anggota yang tengah bekerja menyiapkan segala urusan langsung menatap mereka.
“Guys semua, lanjutin kerja. Ayo semangat!!!”teriak Karel memecah hening.
Mereka pun melanjutkan aktivitas mereka kembali. Bagas menatap tajam Chelsea.
“duduk apa bantuin gue?”tanya Bagas halus.
“bantuin elo”tukasnya cepat. Bagas mengangguk lalu memberi arahan pada Chelsea.
Chelsea mengutuki dirinya, gak seharusnya dia kayak begini sekarang. Bagas lagi capek capeknya, masa iya dia nambah beban?
Tapi toh ini buat Bagas juga. Tuh anak harus istirahat. Soal gak ngabarin dia sih gak papa, karena Chelsea juga mengerti dia, tapi Bagas nih keras kepala. Susah dibilangin. Kalau garagara ini dia sakit gimana? Kalau udah punya tanggung jawab harus benarbenar dikerjakan tanpa kesalahan secuilpun, namanya Bagas.
**
‘Tlengneng’
BagasRDS : gnitebby, nice dream. Doain aku semoga gladresnya lancar ya,ily
“lo gila aja ya, gue mau dengan ikhlas mengulurkan tangan untuk membantu eh elo ngasih gue yang berat. Gue rusakin juga tuh panggung elo. Gue loncatin, biar patah, mampus deh”
Bagas mengusap keringatnya, “makanya ayang gue duduk dikursi tuh tuh sepi duduk aja bawain gue makan apa minum gue capek ayanggggg”
Chelsea mengacuhkan perkataannya, “gak ada gunanya gue duduk disitu”
“terus? Lo mau pulang? Itu tuh Aldi lo kenal gak, anak kepsek kemaren, kayanya mau kesini, gue mintatolong dia buat anterin lo kerumah?”
“gue mau naek sepeda!!!!”
“kayanya dia gak bisa bawa sepeda ayangg”
“udah deh gak banyak bacot. Gue mau bantuin!! Terus pulang gue gak mau tau,-“
“pulang-“
“PULANGNYA SAMA ELO, BAGAS RAHMAN DWI SAPUTRA KETUA PANITIA!”
Bagas menghela nafasnya, “insyaAllah kalo udah kelar ya. Besok gladi resik nya yang”
“lo gak capek apa? Seminggu elo nyiapin ini semua, gak ada istirahat, lo tiap hari pulang jam 7, terus tidur makan sholat, megang hp Cuma 10 menit nyapa gue terus molor. Lo kagak capekk?!”
Suara Chelsea lumayan besar, menjadi perhatian sekitar. Anggota yang tengah bekerja menyiapkan segala urusan langsung menatap mereka.
“Guys semua, lanjutin kerja. Ayo semangat!!!”teriak Karel memecah hening.
Mereka pun melanjutkan aktivitas mereka kembali. Bagas menatap tajam Chelsea.
“duduk apa bantuin gue?”tanya Bagas halus.
“bantuin elo”tukasnya cepat. Bagas mengangguk lalu memberi arahan pada Chelsea.
Chelsea mengutuki dirinya, gak seharusnya dia kayak begini sekarang. Bagas lagi capek capeknya, masa iya dia nambah beban?
Tapi toh ini buat Bagas juga. Tuh anak harus istirahat. Soal gak ngabarin dia sih gak papa, karena Chelsea juga mengerti dia, tapi Bagas nih keras kepala. Susah dibilangin. Kalau garagara ini dia sakit gimana? Kalau udah punya tanggung jawab harus benarbenar dikerjakan tanpa kesalahan secuilpun, namanya Bagas.
**
‘Tlengneng’
BagasRDS : gnitebby, nice dream. Doain aku semoga gladresnya lancar ya,ily
Chelsea melirik jam dinding, pukul 23.20 WIB.
Sehari ini, pesan dari Bagas Cuma satu, line dari dia tadi.
Sehari ini, pesan dari Bagas Cuma satu, line dari dia tadi.
READ
**
“cepet deh ntar gue kena marah sama kepsek. Ayo” tutur Bagas sambil memegang handle sepedanya. Menunggui Chelsea yang tengah memakai sepatu.
Setelah memakai sepatu, Chelsea pun naik ke atas sepeda kemudia memegang pundak Bagas. Bagas menatapnya kecil,
“Goodmorning”
Dari tadi sepatah katapun tak ada yang keluar dari mulut Chelsea. Ganjal menurut Bagas ia pun menyapanya.
“katanya takut kena marah kepsek? Yaudah ayo“acuh Chelsea. Bagas mengangguk mengabaikan sapaannya tadi lalu mengayuh sepeda.
**
“Dance dari IPA3”tutur Bagas via microphone. Ia mengomando sambil memegang daftar acara yang akan berlangsung.
Ia mengusap keringatnya sesekali.
Ia memandu semua pas tidaknya.
Ia mengecek kerja dan mengorganisir anggota.
Ia tak membiarkan kesalahan besar terjadi.
Dan,
Ia melirik ke arah dekat panggung, seorang perempuan duduk menikmati penampilan yang tengah digladresikkan, tanpa merusak. Ia melirik perempuan itu ketika perempuan itu tersenyum melihat organisir kerjanya bagus. Bagas melirik ketika Chelsea juga melirik ke arahnya diamdiam ketika pada akhir gladi resik , Bagas mengancungkan jempol karna gladi resik itu lancar dan semoga lancar ketika hari H-nya.
**
“cepet deh ntar gue kena marah sama kepsek. Ayo” tutur Bagas sambil memegang handle sepedanya. Menunggui Chelsea yang tengah memakai sepatu.
Setelah memakai sepatu, Chelsea pun naik ke atas sepeda kemudia memegang pundak Bagas. Bagas menatapnya kecil,
“Goodmorning”
Dari tadi sepatah katapun tak ada yang keluar dari mulut Chelsea. Ganjal menurut Bagas ia pun menyapanya.
“katanya takut kena marah kepsek? Yaudah ayo“acuh Chelsea. Bagas mengangguk mengabaikan sapaannya tadi lalu mengayuh sepeda.
**
“Dance dari IPA3”tutur Bagas via microphone. Ia mengomando sambil memegang daftar acara yang akan berlangsung.
Ia mengusap keringatnya sesekali.
Ia memandu semua pas tidaknya.
Ia mengecek kerja dan mengorganisir anggota.
Ia tak membiarkan kesalahan besar terjadi.
Dan,
Ia melirik ke arah dekat panggung, seorang perempuan duduk menikmati penampilan yang tengah digladresikkan, tanpa merusak. Ia melirik perempuan itu ketika perempuan itu tersenyum melihat organisir kerjanya bagus. Bagas melirik ketika Chelsea juga melirik ke arahnya diamdiam ketika pada akhir gladi resik , Bagas mengancungkan jempol karna gladi resik itu lancar dan semoga lancar ketika hari H-nya.
“kerja tim lo bagus semua. Salut gue broh!”Karel mendekati Bagas. Lelaki itu tersenyum menanggapi pujian Karel.
“thanks tapi gue lebih adem banget liat tuh anak diem kalem sumpah deh. Aura ceweknya keluar loh, makin cantik kalo kalem begitu, nggak ngerusuh apa yang udah gue susun.”bisik Bagas sambil menunjuk Chelsea diam diam.
Karel menyunggingkan senyumannya mengikuti arah telunjuk jari Bagas.
“cantik iya cantik, tapi—“
“tapi?”
“cantik sih cantik tapi udah ada yang punya-_-“
“weiz gue cekek lo”Bagas nyengir.
**
‘Tlengneng’
BagasRDS : besok gue jemput jam 5-an yah, mau ngecek yang aktif. Oke?
“thanks tapi gue lebih adem banget liat tuh anak diem kalem sumpah deh. Aura ceweknya keluar loh, makin cantik kalo kalem begitu, nggak ngerusuh apa yang udah gue susun.”bisik Bagas sambil menunjuk Chelsea diam diam.
Karel menyunggingkan senyumannya mengikuti arah telunjuk jari Bagas.
“cantik iya cantik, tapi—“
“tapi?”
“cantik sih cantik tapi udah ada yang punya-_-“
“weiz gue cekek lo”Bagas nyengir.
**
‘Tlengneng’
BagasRDS : besok gue jemput jam 5-an yah, mau ngecek yang aktif. Oke?
Chelsea menatap miring line dari Bagas itu, dengan cepat ia membalas pesannya.
Agatha Chelsea : Y
‘Tlengneng’
BagasRDS : keypad lo rusak sampe jawab line gue sesingkat itu?
BagasRDS : keypad lo rusak sampe jawab line gue sesingkat itu?
Chelsea kembali membalasnya
Agatha Chelsea : ky-ny
Agatha Chelsea : ky-ny
‘tlengneng’
BagasRDS : O
BagasRDS : O
Dengan greget, ia kembali membalas.
Agatha Chelsea : IYA GUE TUNGGU KEHADIRAN LO JAM 5 (titik dua bintang)
**
Bagas cekikikan kecil melihat balasan Chelsea.
**
Bagas cekikikan kecil melihat balasan Chelsea.
BagasRDS : nh gt dund, (ttk dw bntg)
Agatha Chelsea : nzng delo-.-
BagasRDS : lotpygluanbgt
Agatha Chelsea : o. besok lo pake baju apa?
BagasRDS : ygpstipkbjla
Agatha Chelsea : mwmnthgw
BagasRDS : srslu
Agatha Chelsea : bctahmls,gnttdrdlbhy
Agatha Chelsea : nzng delo-.-
BagasRDS : lotpygluanbgt
Agatha Chelsea : o. besok lo pake baju apa?
BagasRDS : ygpstipkbjla
Agatha Chelsea : mwmnthgw
BagasRDS : srslu
Agatha Chelsea : bctahmls,gnttdrdlbhy
Artinya apa juga gue gak tau.
BHAQ
**
BHAQ
**
Tumpukan dress menggunung ditempat tidurnya. Chelsea yang tengah mengobrak-abrik isi lemarinya terduduk lemas seketika.
Tidak pernah segreget ini, tapi batinnya berkata ia harus tampil cantik hari ini.
Dia harus beneran jadi cewek.
Lah jadi selama ini dia toh apa(?)
Tidak pernah segreget ini, tapi batinnya berkata ia harus tampil cantik hari ini.
Dia harus beneran jadi cewek.
Lah jadi selama ini dia toh apa(?)
Tutur kata Chelsea harus sopan, dia tak boleh merusak pensi ini. Penampilannya harus anggun gak boleh greget.
Selama ini dia senaturalnaturalnya, tetapi dia ingin sensasi baru.
Chelsea nekad.
Keinginannya untuk membujuk Bagas agar melanjutkan kuliahnya tetap bersama, harus bisa ia raih walau Bagas tijel untuk masalah ini.
**
“Astagfirullah Chelsea…..” bagas menutup mulutnya tak percaya. Chelseanya kini berubah penampilan. Bermakeup dan berlipstik menyala.
Dressnya lebih naik lagi, yang dahulu pas dilutut, kini sudah naik ke atas lutut.
Chelsea menatapnya acuh. Purapura tidak perduli dengan penampilannya kini.
“ganti gak baju lo sama hapus makeup dan lipstick elo sekarang! Gue gak mau tau!!”tukas Bagas tajam. Ia menatap sengit Chelsea.
Chelsea menggeleng, “males. Udah capek gue buat kayak gini. Gak hargain apa lo”balas Chelsea. Ia menatap sengit balik Bagas.
“Lo ganti apa gak usah jadi pergi. Lo ngerusak tau nggak!”tutur Bagas dengan emosi tertahan. Chelsea bergetar mendengar tuturan Bagas yang bernada membentak itu. Ia menundukkan kepalanya.
Selama ini dia senaturalnaturalnya, tetapi dia ingin sensasi baru.
Chelsea nekad.
Keinginannya untuk membujuk Bagas agar melanjutkan kuliahnya tetap bersama, harus bisa ia raih walau Bagas tijel untuk masalah ini.
**
“Astagfirullah Chelsea…..” bagas menutup mulutnya tak percaya. Chelseanya kini berubah penampilan. Bermakeup dan berlipstik menyala.
Dressnya lebih naik lagi, yang dahulu pas dilutut, kini sudah naik ke atas lutut.
Chelsea menatapnya acuh. Purapura tidak perduli dengan penampilannya kini.
“ganti gak baju lo sama hapus makeup dan lipstick elo sekarang! Gue gak mau tau!!”tukas Bagas tajam. Ia menatap sengit Chelsea.
Chelsea menggeleng, “males. Udah capek gue buat kayak gini. Gak hargain apa lo”balas Chelsea. Ia menatap sengit balik Bagas.
“Lo ganti apa gak usah jadi pergi. Lo ngerusak tau nggak!”tutur Bagas dengan emosi tertahan. Chelsea bergetar mendengar tuturan Bagas yang bernada membentak itu. Ia menundukkan kepalanya.
Diluar dugaannya. Ia berpikir kalau seperti ini, ia akan dengan mudah untuk membujuk Bagas supaya kuliah bersamanya nanti. Namun--
Bagas tertegun melihat cewek satusatunya itu menunduk diam. Ia mendekati wajahnya lalu berbicara lembut dan pelan. “gak baik lo pakai baju dan berdandan segitunya. Lo itu cewek, cantik, gak pantes kaya begini. apalagi ini malem, apa lo gak kedinginan? Gue gak mau lo diliatin segitunya sama cowok brengsek disana, gue gak mau lo dikatain juga sama geng cabe, gue gak mau ntar kita digosipi kalo gue gak becus jadi cowok yang bisa ngajari lo supaya pakai busana yang santun. Lo ngerti gue, gue pasti akan lebih ngerti lo. Ganti baju ya?”
Chelsea terdiam, menggigit bibir bawahnya, mengangguk, lalu berjalan pelan kembali kerumahnya.
“tapi apa bisa lo satu kuliah sama gue nanti?”langkah Chelsea terhenti setelah mengucapkan pertanyaan itu. Ia masih belum mau menatap wajah Bagas.
“kenapa sih sebenarnya? Lo mau keluar negeri? Apa gak mau sama gue lagi?”
“tapi apa bisa lo satu kuliah sama gue nanti?”langkah Chelsea terhenti setelah mengucapkan pertanyaan itu. Ia masih belum mau menatap wajah Bagas.
“kenapa sih sebenarnya? Lo mau keluar negeri? Apa gak mau sama gue lagi?”
Bagas memalingkan wajahnya, “nanti aja dibahas. Gue tunggu lo dimobil”
**
**
Thanks for reading
@AlyaBRDS,xoxo
@AlyaBRDS,xoxo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar